Doa Bersama, Rayakan Hut Kemerdekaan RI – Ambon Ekspres
Amboina

Doa Bersama, Rayakan Hut Kemerdekaan RI

AMEKS ONLINE–Doa bersama bertajuk ‘171717’ warnai Hut Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72. Yang dilakukan secara serentak oleh personil Militer dan PNS keluarga besar Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon. Dengan tema,” Untuk Indonesia Lebih Kasih Sayang”.
Doa bersama tersebut dilakukan di kawasan Lantamal IX Ambon. Yakni Masjid Nurul Iman untuk yang beragama Muslim. Kemudian Gereja Kategorial Mahanaim untuk Kristen Protestan, yang dipimpin Pdt. Ny. N. Labetubun. Dan Gereja Antonius untuk Kristen Katolik, yang dipimpin Pastor Dalmasius Tio Refwutu.

Adapun doa bersama lainnya yang dilakukan secara terpisah untuk umat Hindu. Dengan melibatkan Lantamal IX Ambon serta TNI/Polri. Yang dilaksanakan di Pura Sura Mandala Asmil Denkav-5/BLC kota Ambon. Dipimpin oleh Mayor Inf Ida Wayan Keniten.
Komandan Lantamal (Danlantamal) IX Laksamana Pertama TNI Nur Singgih Prihartono mengatakan, doa bersama yang dilaksanakan tepat hari Kemerdekaan RI, patut melibatkan seluruh personel dan keluarga besar Lantamal IX Ambon. Untuk selalu mensyukuri apa yang telah dikorbankan para pahlawan dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, bangsa Indonesia terlahir sebagai bangsa yang majemuk. Yang terdiri dari beragam suku, agama, ras dan golongan.

“Keberagaman ini jangan dijadikan sebagai sumber perpecahan. Tetapi sebaliknya keberagaman ini dijadikan sebagai suatu kekayaan yang patut dibanggakan”. tandas Nur Singgih dalam pidatonya, yang dibacakan oleh Asisten Operasi (Asops) Danlantamal IX, Kolonel Laut (P) Dede Burhanudin, di MAsjid Nurul Iman, Kamis (17/8).
Dirinya menilai, para pahlawan Indonesia telah merumuskan Bhineka Tunggal Ika sebagai alat untuk mempersatukan bangsa. Dan sejak awal, telah dipahami betul jika kemajemukan bangsa dapat menjadi sumber perpecahan, jika tidak dikelola dengan baik. Maka di rumuskannya Bhineka Tunggal Ika, dengan harapan keberagaman tersebut dapat menjadi modal pembangunan yang kuat. Dengan menjaga toleransi di atas segala perbedaan.

“Kegiatan ini bukan sebagai formalitas dan rutinitas semata, tetapi jadikan sebagai momen untuk bersyukur sekaligus introspeksi diri. Jadikan diri kita masing – masing, sebagai contoh dan pembela bangsa yang kuat. Karena kekuatan bangsa itu pada awalnya tercipta dari satu orang, yang didukung oleh orang–orang disekitarnya,” pesan Nur Singgih. (ISL)

Most Popular

To Top