Drama Kolosal Pahlawan Martha Christina Tiahahu – Hacked by TryDee
Pesona Manise

Drama Kolosal Pahlawan Martha Christina Tiahahu

AMEKS ONLINE–Peringatan HUT RI ke-72 yang digelar di Kota Ambon dimeriahkan dengan narasi drama pahlawan nasional Martha Christina Tiahahu, di lapangan Merdeka Ambon, kamis (17/8).

Drama kolosal tersebut berawal dari nama Martha Christina Tiahahu yang lahir di Negeri Abubu, Nusa Laut pada tanggal 4 Januari 1800.
Setelah ibunya meninggal, ia selalu mengikuti ayahnya, Kapitan Paulus Tiahahu yang merupakan Raja Abubu untuk membantu Patimura melawan Belanda di Saparua.

Paulus Tiahahu bersama Puterinya memenuhi panggilan Pattimura berjuang di Jazirah Tenggara Saparua. Disitulah muncul gadis Martha Christina dengan rambu terurai ke belakang, berbaju biru dan berikat kepala kain berang sambil memegang tombak.
Ia terus menyertai ayahnya Paulus Tiahahu untuk memberikan semangat kepada pasukan rakyat. Sehingga untuk pertama kalinya, Belanda menghadapi prajurit wanita yang bersemangat tinggi.

Pada 12 November 1817, Belanda mengadakan serangan umum secara besar-besaran, sehingga barisan pejuang rakyat mengalami kekalahan. Maka jatuhlah pertahanan terakhir pasukan Pattimura di pulau Saparua.
Pada kekalahan tersebut sejumlah kapitan tertangkap, diantaranya, Said Perintah, Paulus Tiahahu dengan putrinya Martha Christina Tiahahu, Raja Hehanussa dan Titawai, Raja Ulat dan Patih Ouw.
Semua tawanan tersebut diangkut dengan kapal Eversten untuk dibawa ke Nusalaut.

Dihadapan Laksamana Muda Buyskes, Paulus Tiahahu menantang Laksamana Muda tersebut sehingga dijatuhi hukuman gantung. Sedangkan Martha Christina Tiahahu dibebaskan, karena dinilai masih sangat muda waktu itu. Sehingga dia diserahkan ke sekolah untuk memperoleh pendidikan dan pengarahan.
Setelah menerima Martha Christina, para guru lalu membawanya ke Abubu untuk disekolahkan. Namun dia memanfaatkan kelengahan para guru untuk melarikan diri dan mengembara di hutan, bergabung dengan para pejuang Nusalaut selama 1 bulan.
Seiring berjalannya waktu, Martha Christina Tiahahu merencanakan penyerangan terhadap Pos Belanda di Negeri Sila. Penyerangan tersebut berhasil melumpuhkan seluruh pasukan Belanda.

Kemudia dia bergegas untuk melanjutkan serangan ke Benteng Beverwijk. Pada serangan tersebut, Belanda membalas secara besar-besaran, sehingga mengalahkan para pejuang.
Kemudian Pada 1817, Martha Christina ditangkap bersama dengan 30 pejuang dari Nusalaut.
Kembali dia diangkut menggunakan Kapal Eversten, yang kali ini menuju Kota Ambon untuk dijadikan pekerja pada perkebunan kopi milik Belanda.
Namun sejak ditangkap, Martha Christina terus saja diam, tidak sepatah katapun yang keluar dari mulutnya.
Sikap diam tersebut membuat kapten kapal Eversten, Overste Verheul, berusaha membujuk Martha Christina. Namun tetap saja dia diam, tidak ada sepatah katapun jawaban yang diberi.

Bahkan Christina menolak mendapat pengobatan, makan dan minum. hal tersebut membuat kondisi pahlawan wanita tersebut semakin lemah.
Cerita drama berakhir saat pahlawan wanita tersebut menghembuskan nafas terakhir pada 2 Januari 1818 dini hari, yang kemudian jenazahnya
diserahkan pada pelukan laut antara Pulau Ela dan Pulau Hatala di laut Banda.(PRO2)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!