Jaksa Dalami Peran 3 Orang di Repo – Ambon Ekspres
Hukum

Jaksa Dalami Peran 3 Orang di Repo

Samy Sapulette, Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku

AMEKS ONLINE, AMBON.– Penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku mendalami peran tiga orang dalam kasus Reverse Repo Obligasi Bank Maluku-Maluku Utara. Ketiga orang ini dinilai berperan penting hingga terjadinya transaksi yang telah merugikan bank pelat merah itu sebesar Rp238,5 miliar.

Tiga orang ini masing-masing, Direktur Pemasaran saat transaksi dilakukan Willem Patty, Cristian Tomasoa Analis pada Devisi Treasury, dan atasanya saat itu adalah Edmon Martinus sebagai Kepala devisi Treasury pada bank itu.

Transaksi beli dan jual surat-surat hutang terjadi pada tahun 2011 – 2014. Informasi Ambon Ekspres menyebutkan, Willem Patty adalah orang yang mengatur proses transaksi Repo dengan PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securitas. Dia diberi kewenangan sebagai pemberi persetujuan dalam bentuk memorandum yang diterbitkan oleh Devisi Treasury.

Devisi ini dibawah kewenangan Direksi Pemasaran. Tomasoa dan Edwin bertugas melakukan analisa kelayakan terhadap transaksi itu. Atas rekomendasi keduanya, dan persetujuan Patty kelarlah legalitas pelaksanaan transaksi Rp300 miliar.

Sementara Dirck Soplanit yang saat itu menjabat Direktur Utama Bank Maluku-Maluku juga ikut mengetahui transaksi tersebut. Namun dalam pemeriksaannya oleh jaksa, dia menampik mencampuri proses transaksi jual dan beli.

Sudah enam saksi yang diperiksa oleh tim penyidik. Dari keenam saksi itu yang sudah dua kali diperiksa diawal penyidikan adalah, Cristian Tomasoa dan Willem Patty yang dijadwalkan Senin, (21/8) hari ini.

“Devisi treasury merupakan devisi yang melakukan analisis terhadap penerbitan dan penjualan obiligasi tersebut. Kemudian dituangkan ke dalam suatu memorandum yang ditujukan langsung ke Direksi pemasaran untuk dimintai persetujuan. Direksi Pemasaran dan Treasury sendiri merupakan bagian yang tidak bisah dipisahkan dalam persoalan tersebut,” ungkap sumber koran ini dilingkup Kejati Maluku.

Peran dari Patty, Tomasoa, dan Edmon terus digali jaksa. Karena itu, ketiganya nantinya paling sering diperiksa. Jaksa juga memperkirakan jika ada tindak pidana dalam kasus ini, ketiga orang inilah yang dinilai paling pantas dijadikan tersangka.
“Ini yang perlu kita gali. sementara masih dalam tahap penyidikan awal. Namun harus dipastikan bahwa ada tindakan korporasi untuk membobol Bank dengan cara tersebut. Besok (hari ini-red) Willem Patty kami periksa lanjutan sebagai saksi,” akui sumber lainya.

Terpisah Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette yang dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan lanjutan terhdap Mantan Direktur Pemasaran Bank Maluku itu.
“Ya, Besok (hari ini-red) ada agenda pemeriksaan terhadap Mantan Direktur Pemasaran berinisial W.P. Pemeriksaan itu merupakan pemeriksana lanjutan, pasca sebelumnya diperiksa pada Rabu, (16/8) kemarin,” ujar Samy.

Menyinggung soal peran Willem Patty dalam perkara ini, Samy enggan berkomentar banyak. “Yang pasti setiap pihak yang diperiksa terkait kasus, tentunya ada hubungan, baik WP atau yang lain. Dan apa peran mereka tidak bisa disampaikan karena sifatnya rahasia untuk kepentingan penyidikan,” tandas Samy.

Bank Maluku saat itu menerbitkan obligasi sebesar Rp 300 miliar dalam bentuk tiga seri, yakni seri A sebesar Rp 80 miliar yang telah dilunasi pada 2013. Seri B Rp 10 miliar telah dilunasi pada 2015. Seri C sebesar Rp 210 miliar jatuh tempo pada Januari 2017.(NEL)

Most Popular

To Top