Kajati Tidak Konsisten – Ambon Ekspres
Hukum

Kajati Tidak Konsisten

Ilustrasi Korupsi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.––Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Manumpak Pane dinilai tidak konsisten dalam menuntaskan penanganan perkara korupsi. Dia berjanji akan mengumumkan tersangka dalam perkara dugaan korupsi proyek pembangunan Terminal Transit Passo pada awal Agustus 2017 ini, tapi nyatanya masih sebatas wacana.

Hingga mendekati akhir bulan kemerdekaan ini, belum juga ditetapkan tersangka. Malah kini penyidik justru semakin fokus menangani perkara Reverse Repo di PT. Bank Maluku dan Malut. ‘’Kalau seperti itu, tidak konsisten. Yang dicari adalah kepastian hukum. Jangan hanya penyidikan lalu mendekati penetapan tersangka digantung atau dipetieskan seperti itu. Itu namanya tidak konsiten,” tegas praktisi hukum, Wendy Tuaputimain kepada koran ini, Jumat (18/8).

Menurutnya, Kajati harus lebih tegas dan serius. Bukan hanya janji kepada publik, lalu janji itu tidak ditepati. Karena yang namanya perkara korupsi tentunya dikawal intens oleh masyarakat. “Seharusnya Kejati Maluku fokus menuntaskan kasus Terminal Transit Passo. Setelah itu, baru giliran kasus lainnya. Jangan biarkan perkara menumpuk tanpa ada kepastian hukum. Apalagi diketahui bahwa telah dikantongi tersangka dalam kasus transit,” ujar Wendy.

Dikatakan, langkah Kejati Maluku tentunya diberi apresiasi karena telah menangani perkara-perkara korupsi besar termasuk repo obligasi PT. Bank Maluku dan Malut kepada PT Andalan Artha Advisindo (AAA) Securitas senilai Rp 300 miliar. Namun hendaknya penanganan jangan hanya gencar diawal lalu kemudian tertumpuk dan membiarkan perkara itu terhenti ditahap penyidikan. “Banyak perkara yang tertunda selama ini kan kita lihat. Alasan mereka keterbatasan penyidik. Nah, kalau demikian seperti itu, maka ini juga akan berpengaruh pada penaganan kasus-kasus yang nantinya tidak maksimal. Karena kepadatan kasus tersebut,” kata Wendy.

Menurut dia, kajati haruslah lebih bijak dalam mengani suatu perkara. “Jangan jadikan perkara untuk mencari popularitas kalau tidak ada kepastian hukumnya,” tandas Wendy.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada koran ini, Minggu (20/8) menyatakan, penetapan tersangka dalam perkara pembangunan Terminal Transit tipe B di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon akan diumumkan dalam waktu dekat. “Yang pasti dalam waktu dekat ini. Kenapa penyidikan repo telah berjalan ? Itu karena intensitas penyidikan kasus transit mulai berkurang. Dimana, pemeriksaan fisik sudah selesai sebelumnya dan penyidik pada posisi menunggu hasil dari ahli bidang teknis untuk diserahkan kepada BPKP guna perhitungan kerugian keuangan negara,” jelas Samy.

Sebelumnya, Kajati Maluku Manumpak Pane memberikan sinyal kalau sudah ada calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi Terminal Transit Passo. Dia mengatakan pertama kalinya saat coffee morning bersama Forum Wartawan Kejati Maluku di aula Kantor Kejati Maluku, Jumat (14/7). “Saya katakan sudah ada indikasi calon tersangka dan sudah kita diskusi bersama. Sudah ada indikasinya. Dipastikan akhir Juli 2017 nanti sudah bisa diumumkan tersangkanya,” tandasnya.

Kemudian hal senada disampaikan Kajati kepada Ambon Ekspres pertengahan Juli 2017 lalu. Saat itu dia menjanjikan akan mengumumkan tersangka pada awal Agustus 2017. “Akhir Juli ini tidak jadi, yang pastinya awal Agustus nanti,” singkat dia itu.

Hal yang sama juga dinyatakan kepada wartawan usai ucapara peringatan HUT Kemerdekaan RI, Kamis (17/8) di Lapangan Merdeka Ambon. “Nanti kita akan bahas penetapan tersangka. Dalam pembahasan itu kita ketahui siapa yang bertanggung jawab atas tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan terminal Transit Passo,” kata Pane.(NEL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!