PDIP Harus Usung Kader – Ambon Ekspres
Berita Utama

PDIP Harus Usung Kader

Jangan Tunduk Dibawah Assagaff

AMEKS ONLINE, AMBON.––Bakal calon gubernur petahana Said Assagaff, masih berharap rekomendasi PDI Perjuangan. Dengan jaminan, kader PDIP sebagai wakil gubernur. Namun, PDIP diingatkan untuk tidak tunduk dibawah permainan Assagaff dengan memilih posisi wakil, karena berdampak buruk bagi citra PDIP ke depan.

Pengamat politik Universitas Pattimura, Paulus Koritelu menilai, PDIP harus berpikir dan bertindak rasional dalam penentuan rekomendasi calon gubernur dan wakil gubernur Maluku 2018. Sebab, PDIP punya modal kuat untuk bertarung melawan petahana, bukan mengalah.

Modal itu antara lain, PDIP memiliki Party ID (identitas partai) yang masih cukup tinggi di Maluku. Berdasarkan hasil survei lembaga, party ID PDIP sekitar 20 – 30 persen.

Selain itu, lanjut Koritelu, PDIP juga punya kader yang mumpuni untuk melawan Said Assagaff. Menghadapi pilgub kali ini, PDIP jangan memilih jalur aman demi kepentingan jangka pendek. ‘’Wibawa peradaban politik di Maluku akan tetap bisa dipertahankan kalau PDIP mencalonkan kadernya dan tidak tunduk dibawah dominasi pengaruh sang petahana,” kata Koritelu ketika dihubungi Ambon Ekspres, Minggu (20/8).

Kader PDIP yang mencalonkan diri sebagai gubernur yakni Tagop Soulisa, Komarudin Watubun, Herman Koedoeboen, Bitzael Temmar dan Barnabas Orno. Sementara Edwin Huwae dan Evert Kermite, mencalonkan diri sebagai wakil gubernur.
Menurut Koritelu, semuanya memiliki modal untuk bertarung. Namun, yang paling kuat modal politik dan kulturalnya adalah Herman Koedoeboen.

Ia berkaca dari hasil perolehan suara Herman dalam Pilgub Maluku 2013. Herman yang kala itu berpasangan dengan Daud Sangadji menang di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara Barat, Kota Tual dan Kepulauan Aru dengan total suara 188.088 atau 24.35 persen. “Saya kira Herman Koedoeboen yang punya modal politik yang cukup. Minimal itu gambaran lima tahun lalu, secara tiba-tiba dia dicalonkan dan benar-benar menunjukkan sebuah prestasi yang begitu membanggakan,” jelasnya.

Sementara Abdullah Vanath, bakal calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Herman, juga memiliki modal politik masih kuat. Tidak keropos. Basis pendukung Vanath di wilayah Seram yang meliputi tiga kabupaten, yakni Seram Bagian Timur (SBT), Seram Bagian Barat (SBB) dan Maluku Tengah (Malteng) menurut dia, masih kuat. Meski kalah pada Pilgub 2013 dengan 383.705 suara, namun investasi politiknya masih dirasakan hingga saat ini. “Pada masa Vanath, investasi politik di SBT, saya kira menjadi sebuah perhitungan yang sangat logis. Dukungan ke Vanath, itu tetap besar. Kedua, saat elegannya seorang Abdullah Tuasikal memainkan peran dominan di seluruh wilayah Maluku, Vanath mampu menerebos selubung pagar-pagar tembok yang coba dibangun untuk mengamankan kepentingan suara Abdullah Tuasikal,” papar Koritelu.

Bergabungnya dua kekuatan besar ini, Herman dan Vanath, menurut lulusan sosiologi politik Universitas Indonesia (UI) itu, harus dimanfaatkan oleh PDIP. Jika perolehan suara Herman dan Vanath hasil Pilgub 2013 digabungkan, menjadi 571.793. “Menurut saya, ini merupakan sebuah keuntungan politik yang harus dimanfaatkan oleh PDIP,” ujarnya.

Walaupun nantinya tak mengusung Herman, lanjut dia, PDIP harus tetap mengusung kader lainnya. Keuntungannya, wibawa PDIP sebagai partai besar di Maluku masih terjaga, tidak tunduk dibawah pengaruh petahana dan Golkar serta mampu mempertahankan kemenangan di pemilihan umum legislatif 2019. “Jika PDIP berani mencalonkan kadernya sendiri, menunjukkan dia partai besar dan masuk dalam jajaran peradaban politik Maluku yang tetap membuat citra berpolitikan Maluku tetap elegan dan bermartabat. Jadi, tidak hanya mencapai kepentingan partai, lalu selesai,” jelasnya.

Tetapi jika PDIP memilih jalur aman, maka bisa berkoalisi dengan partai Golkar dan mendorong ketua DPD PDIP Maluku, Edwin Huwae sebagai wakil gubernur. Edwin merupakah satu-satunya kader PDIP yang diusulkan oleh Golkar bersama tiga nama balon wagub lainnya, yakni Anderias Rentanubun, Zeth Sahburua dan Mozes Rudi Timisela ke DPP Golkar. ‘’Kecuali PDIP ingin jalur aman. Saya pernah mengatakan ini. Itu dia (PDIP) mesti mengambil posisi dua dengan mendorong Edwin untuk berkoalisi dengan Golkar. Tapi menurut saya, rugi sebenarnya,” pungkasnya.

REKOMENDASI LEBIH AWAL
Sementara itu, ketua Badan Pemenang Pemilu (Bapilu) DPD PDI Perjuangan Maluku, Tobhyhend Sahureka mengatakan, PDIP tetap mengusung kader. Siapa yang paling berpeluang, kata dia, sangat tergantung dari hasil survei dan beberapa pertimbangan lainnya.
Hasil survei, lanjut dia, kemungkinan bisa diketahui pada September. Pasalnya, akhirnya Agutus survei ini baru selesaikan dilakukan. “Minggu depan atau akhir Agustus, baru selesai survei,” ujar Sahureka.

Setelah survei, dilanjutkan dengan fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan). Ini adalah proses penyaringan yang dilakukan oleh DPP. “Oleh karena itu, hasil survei merupakan satu bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam proses dan tahapan penjaringan DPP partai,” paparnya.

Hingga sekarang, akui dia, PDIP masih mempertahankan tiga opsi, yakni mengusung pasangan kader, kader dan non-kader serta pasangan non-kader sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. “Ya kita tunggu. Karena proses penjaringan ini adalah kewenangan DPP, bukan kewenangan DPD. DPP itu pun melalui rapat pleno DPP. Bukan lansung ditetapkan,” jelas mantan anggota DPRD Provinsi Maluku itu.

PDIP Maluku dan daerah lainnya yang menggelar pilkada meminta DPP PDIP untuk mengeluarkan rekomendasi lebih awal dari parpol lainnya. Ini penting, agar kerja pilkada berjalan maksimal. “Pada saat rakernas, kita sudah bilang kalau bisa DPP mengeluarkan rekomendasi secepat mungkin, karena banyak hal yang harus kita lakukan. Misalnya, proses-proses konsolidasi dan sosialisasi. Jadi, kita upayakan untuk bisa lebih awal,” katanya.

Untuk diketahui, sebanyak delapan bakal calon gubernur mendaftar dan berproses di PDIP, yakni Said Assagaff, Barnabas Orno, Komarudin Watubun, Herman Adrian Koedoeboen, Tagop Soulisa, Bitzael Silvester Temmar, Johuzua Max Yoltuwu dan Murad Ismail. Sedangkan balon wagub adalah Abdullah Vanath, Rudi Timisela, Anderias Rentanubun, Edwin Adrian Huwae dan Evert Kermite.(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!