2019 Beras Lokal Kuasai 100 Persen Pasar – Hacked by TryDee
Metro Manise

2019 Beras Lokal Kuasai 100 Persen Pasar

AMEKS ONLINE–Maluku tiap tahunnya mengalami kekurangan stok beras mencapai 30 ribu ton. Daerah penghasil beras lokal belum bisa memenuhi kekurangan itu. Karena itu, di 2019 Dinas Pertanian Maluku akan mengembangkan Pulau Buru dan Seram sebagai daerah lumbung pangan.
Target Distan swasembada pangan dapat tercapai pada 2019 mendatang. Target itu jauh lebih cepat dari yang dipasang pemerintah provinsi Maluku, yakni 2020 hingga 2021.
“Kalau sesuai sesuai dengan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), diharapkan 2019 Maluku sudah swasembada beras. Jadi 100 persen beras itu dari Maluku,” kata Kadis Pertanian Provinsi Maluku, Diana Padang, kepada wartawan di kantor Gubernur Maluku, Senin (21/8).

Salah satu langkah yang dilakukan dan mulai berjalan yakni, panen padi diatas lahan 554 hektar pada 16 Agustus lalu di Desa Waimital, Seram Bagian Barat. Ini merupakan bagian dari upaya pemanfaatan pulau Seram sebagai lumbang pangan.
“Kita baru berusaha untuk menutupi kekurangan stok beras, yang mana hampir setiap tahun kita kurang 30 ribu ton. Kekurangan itu ditutupi beras dari luar. Solusinya kita swasembada. Jadi produktivitas dinaikan,” kata dia.
Distan bersama Badan Pusat Statistik Maluku telah melakukan perhitungan atas hasil panen pagi diatas lahan 554 hektar. “Ternyata hasilnya 8 ton perhektar gaba kering panen. Tapi kalau gaba kering giling itu 5 ton perhektar.

Jadi kalau 1 tahun 2 kali panen, Insha Allah, bisa kita capai sesuai dengan keinginan kita,” jelas dia.
Untuk mencapai target swasembada pangan terutama padi, dia tak menampik perlu dukungan dari semua pihak terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Balai Sungai Wilayah Maluku. Pasalnya, kendala dalam pengelolaan persawahan selama ini adalah pasokan air yang akan dialiri ke sawah.
“Kendala kita itu masih ada yang tanam setahun sekali, karena irigasi. Nah untuk itulah kita selalu koordinasi dengan Balai Sungai maupun PU, sehingga air itu bisa berjalan dengan lancar ke persawahan,” tuturnya.
Tak hanya padi, Padang menambahkan, pemerintah juga manargetkan Maluku sebagai lumbung pangan, seperti jagung, bawang, cabe dan tanaman hortikultural atau tanaman yang di budidayakan.
“Secara keseluruhan di Maluku, tahun 2017 telah kami siapkan lahan dengan total bawang merah 265 hektar, cabe 180 hektar. Kalau padi itu ribuan hektar di Seram dan di Buru. Di Seram itu ada di Malteng, SBB, SBT, Buru, dan MTB,” jelas Padang.

Sebelumnya, Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan, penyiapan lahan sebagai daerah produksi pangan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di Maluku dan di Indonesia. “Kalau pangan, terutama beras kita (Maluku) masih kurang. Tiap tahun kita masih butuh 30 ribu ton, untuk bisa dikonsumsi masyarakat Maluku,” kata Assagaff kepada wartawan, belum lama ini.

Menurut dia, stok beras untuk masyarakat Maluku, mestinya sekitar 92 ribu ton. Selama ini Maluku masih mengandalkan beras dari Pulau Jawa. “Kita baru siap sekitar 90 ribu ton. Kita masih butuh 30 ribu ton lagi dan selama ini kita masih datangkan dari Pulau Jawa. Nah, pemerintah sudah siapkan Pulau Seram dan Pulau Buru, untuk peningkatan produksi padi. Silahkan kalau mau buka lahan, usaha baru silahkan di dua pulau ini,” jelas dia.
Assagaff menambahkan, untuk Pulau Buru, pemerintah telah menyiapkan lahan sebanyak puluhan ribu hektar agar dikelola sebagai daerah penghasil padi demi menjawab kebutuhan beras. “Kita tetap siapkan di Pulau Seram dan Buru agar bisa swasembada beras. Kalau lahan di Pulau Buru 10 ribu hektar, yang sekarang kita sementara dorong mungkin dalam waktu 3 – 4 tahun kita sudah swasembada dan mungkin tidak datangkan beras dari luar lagi,”tuturnya.(AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!