Ciptakan Ular Tangga Tuna Netra – Ambon Ekspres
Features

Ciptakan Ular Tangga Tuna Netra

BERMANFAAT: Hanun Dzatirrajwa, 9, dan Izza Aulia P.P, 11, menciptakan ular tangga braile untuk tuna netra. Berkat temuannya itu, keduanya diundang ke Istana Merdeka untuk menerima penghargaan dari Presiden RI

Diundang ke Istana Merdeka untuk Terima Penghargaan dari Presiden

Hanun Dzatirrajwa, 9, dan Izza Aulia Putri Purwanto, 11, membikin permainan ular tangga bagi tuna netra. Karyanya itu mendapat juara favorit di lomba LIPI. Dari situ, mereka dikirim ke Nagoya, Jepang, dan mendapatkan medali perak. Berkat keberhasilannya, hari ini keduanya diundang ke Istana Merdeka untuk menerima penghargaan dari Presiden RI.

Oleh: INDAH SUSANTI, Kudus

TAWA riang siswa tuna netra SLB Purwosari membuat ruang kelas menjadi ramai. Empat siswa sedang asyik bermain ular tangga tuna netra yang baru saja didapat dari dua siswa SD yang berhasil meraih juara II ajang IEFYI di Nagoya, Jepang, minggu lalu.

Mereka duduk saling berhadapan. Di depannya terdapat papan ukuran 30×40 sentimeter, serta dua dadu yang dilengkapi kerincingan menunggu untuk diputar. Begitu diberikan petunjuk cara bermain, empat siswa tersebut langsung memainkannya. Khususnya Fahrul Khusaini, siswa kelas VI paling bersemangat bermain di antara ketiga temannya.

Fahrul setiap kali melempar dadu yang didalamnya diberikan lonceng kecil, selalu beruntung. Lemparannya jitu, karena sering keluar angka enam. Itu artinya bisa bermain dua kali. ”Wah, asyik ya bermain ular tangga ini, bisa naik turun dan saya suka permainnya ada tantangannya. Kalau sudah hampir finish tiba-tiba dapat hitungan yang bisa menyebabkan turun. Bosan bermain dakon terus apalagi catur. Kalau ular tangga lebih asyik,” kata Fahrul.
Sambil didampingi tiga guru, empat siswa tersebut terus bermain. Ular tangga yang mereka mainkan dirancang khusus bagi penyandang tuna netra.

Papan media bermain ular tangga terdapat 40 kolom. Masing-masing kolom terdapat manik-manik yang menggambarkan angka braile. Begitu juga dengan dadu yang dibuat bermain, juga dilengkapi dengan angka braille di enam sisinya.

Permainan itu berasal dari ide dua siswa SD, yakni Hanun Dzatirrajwa, 9, dan Izza Aulia Putri Purwanto, 11. Untuk Hanun tinggal di Semarang. Dia kelas V di SD Bina Amal. Sedangkan Izza, siswa SDIT Al Islam Kudus kelas VI. Meski berbeda sekolah, dua siswa tersebut sering bertemu dalam satu komunitas ilmuwan cilik.
Sejak ikut komunitas itu, ide-ide mereka sangat kreatif. Keduanya juga mengikuti lomba sains Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Hanun bercerita, tercetusnya ular tangga tuna netra karena melihat mereka kasihan tidak bisa bermain secara leluasa. ”Sebenarnya, ular tangga tuna netra ini sudah dibuat satu tahun lalu. Kami ikutkan lomba LIPI dan mendapat juara favorit. Berkat juara itu, tahun ini kami dikirim ke Nagoya, Jepang, untuk ikut IEFYI,” terangnya.

Dia menjelaskan, mempelajari huruf braille dari internet. Bersama dengan Izza, cukup membutuhkan waktu satu hari untuk memahami. Kemudian, diaplikasikan ke dalam bentuk permainan.

Izza menambahkan, membuat permainan ini satu minggu. Awalnya menggunakan kertas, tapi diperbaiki menggunakan bahan kayu, papan dari triplek, stainless, mata bonek ukuran kecil dan kertas untuk tanda naik dan turun.

Hanun menambahkan, saat mengikuti IEFYI dari Selasa (25/7) hingga Senin (31/7) lalu, banyak pengalaman yang didapatnya. Ajang bergengsi internasional tersebut diikuti 15 negara dan 149 tim. ”Kami ditandingkan dengan siswa tingkat SMA. Kami paling kecil sendiri. Lainnya sudah besar-besar. Tapi kami percaya diri. Yang penting sudah berusaha dan menampilkan yang terbaik,” jelasnya.

Mereka tidak hanya mendapatkan medali perak, tapi juga penghargaan spesial dari Rusia, karena terkesan dengan penemuannya untuk orang-orang berkebutuhan khusus tuna netra. ”Temuan kami dianggap memiliki rasa solidaritas dan sosial yang tinggi,” ucapnya.

Hanun dan Izza pun mendapat undangan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk menerima penghargaan pada saat peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta hari ini (17/8). ”Kami akan menerima penghargaan dari Pak Presiden untuk kategori siswa berprestasi internasional,” ujarnya.(ks/lil/top/JPR)

 

 

Most Popular

To Top