Tong Pengolahan Emas Dibongkar Aparat – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Tong Pengolahan Emas Dibongkar Aparat

BONGKAR : Aparat gabungan membongkar lokasi pengolahan emas di Desa Wabloy, Kecamatan Lolongguba, Kabupaten Buru yang diduga mencemari lingkungan dan menyebabkan sapi warga mati.

AMEKS ONLINE, NAMLEA.––Aparat Kodim 1506 Namlea dipimpin Danramil Waeapo, Lettu Inf Husen Malagapy dibantu Satpol PP Kecamatan Lolongguba, Kabupaten Buru telah melakukan penutupan paksa tong pengolahan emas milik Haji Kommar yang beroperasi di Desa Wabloy. Pembongkaran tong itu berlangsung pukul 08.30 WIT dan berakhir pada pukul 10.45 WIT.

Informasi koran ini menyebutkan, pembongkaran tempat pengolahan emas itu dipantau langsung oleh Pasie Intel Kodim 1506 Namlea, Kapten Inf Ramly Latupono dan turut disaksikan Kepala Desa Wabloy Jainudin Belen dan staf Desa Wabloy, Kecamatan Lolongguba, Kabupaten Buru.

Danramil Waeapo, Lettu Inf Husen Malagapy yang dihubungi via seluler Senin (21/8) membenarkan operasi penertiban tong tersebut. “Saat ditertibkan, pemiliknya dan orang kerja sudah tak ada di TKP,” terangnya kepada Ambon Ekspres.

Malagapy mengatakan, pembongkaran tempat pengolahan emas ini dilakukan karena ada laporan masyarakat kepada Kepala Desa Wabloy bahwa lokasi tersebut terjadi pencemaran akibat limbah pengolahan emas. Ini setelah diketahui ada sapi milik warga yang mati setelah meminum air limbah sisa olahan material emas.

Dikatakan, saat dilakukan pembongkaran, ditemukan sekitar 800 karung material emas yang belum diisi ke dalam tong, 3 unit tong yang terisi penuh dengan material emas serta 1 unit tong yang berisi material emas yang belum dikeluarkan dari dalam tong. Sementara peralatan lain berupa mesin penggerak tong pengolahan emas itu sudah tidak berada di TKP. ‘’Informasi yang kami terima, para pekerja tong telah mengevakuasi mesin-mesin itu sejak pukul 02.00 WIT dinihari dengan menggunakan 1 unit mobil dump truk,’’ ungkapnya.

Kepala Dusun Kepala Dusun Malmede Walmuput, Desa Kubalahin, Zulkifli Besan membenarkan bahwa adanya peristiwa matinya hewan ternak sapi milik warga di dusunnya. Ada 1 ekor sapi yang mati merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru untuk kelompok petani ternak yang terdiri dari 10 orang dan 3 ekor sapi lainnya yang mati itu milik warga di dusunnya. Dirinya mengatakan, sapi-sapi tersebut mati karena diduga meminum air bekas olahan material emas dari tong pengolahan emas milik Haji Kommar.

Dia mengisahkan, pada Jumat (18 /8) terjadi hujan yang cukup lebat. Air mengalir dari lokasi pengolahan yang letaknya lebih tinggi ke arah dusunnya. Tidak lama kemudian ditemukan peristiwa matinya sapi-sapi tersebut. Keluhan warga ini kemudian dilaporkan kepada Kepala Desa Kubalahin dan diteruskan ke Kepala Desa Wabloy.(DHE)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!