Warga Diingatkan Cuaca Ekstrim – Ambon Ekspres
Berita Utama

Warga Diingatkan Cuaca Ekstrim

Frans Papilaja

AMEKS ONLINE, AMBON.–Kadis Perhubungan Provinsi Maluku, Frans Papilaja mengingatkan kepada masyarakat untuk terus mewaspadai kondisi alam yang terjadi saat ini. Hal itu penting, karena hujan dengan intensitas tinggi masih diperkirakan akan terjadi di Maluku, hingga September mendatang. “Memang sampai dengan bulan Agustus ini, cuaca masih buruk, curah hujan tinggi, kondisi laut masih bergejolak, baik disebabkan karena angin kencang yang disertai hujan, hingga kemudian terjadi gelombang tinggi disejumlah perairan yang ada di laut Maluku,” kata dia, kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Senin (21/8).

Menurut dia, masyarakat terutama yang mendiami kawasan pesisir maupun masyarakat yang menggunakan moda transportasi laut sebagai salah satu transportasi utama harus selalu waspada. “Kepada seluruh warga masyarakat terutama yang masih menggunakan transportasi laut, sebagai salah satu transportasi utama untuk terus berhati-hati. Lihat kondisi lautan. Kalau memang tidak bisa berlayar, maka tidak perlu berlayar. Jangan paksa keadaan,” jelas dia.

Dikatakan, langkah itu perlu dilakukan guna menghindari terjadinya kecelakaan laut, yang menimbulkan kerugian besar baik bagi masyarakat maupun untuk pemilik moda transportasi itu. “Bagi pemilik-pemilik transportasi laut, kiranya ini penting karena untuk kepentingan keselamatan manusia,” ujarnya.

Mantan Penjabat Walikota Ambon ini menuturkan, jika sudah ada peringatan maupun himbauan dari instansi terkait untuk tidak melakukan aktivitas berlayar, maka perlu diperhatiakan dan ditaati. Karena apa yang dilakukan pemerintah demi kepentingan masyarakat. ‘’Jadi, kalau tidak dimungkinkan untuk berlayar maka tidak boleh. Jangan dipaksa. Dan kalau sudah ada larangan sesuai dengan infomasi cuaca dari pihak terkait, mohon supaya dipatuhi ditaati, karena itu sangat beresiko,” katanya mengingatkan.

Dirinya juga berharap, agar ada perhatian serius dari pemilik moda transportasi laut, untuk lebih memperhatian kondisi alam Maluku saat ini. “Perlu juga ada perhatian dari pemilik transportasi laut, supaya mentaaati aturan himbauan yang disampaikan instansi teknik. Memang perlu disampaikan karena wilayah kita adalah wilayah kepulauan,” tegasnya.

Sebelumnya, BMKG Pattimura Ambon menyebutkan, wilayah Pulau Ambon dan Maluku masih berpotensi hujan. Untuk wilayah Kota Ambon sendiri diprediksi mengalami cuaca berawan dengan kemungkinan hujan ringan.

Kasie Observasi dan Informasi, Ashar mengatakan Pantauan BMKG Pattimura Ambon, kondisi Pulau Ambon sampai hari ini masih berpotensi hujan. Namun dengan intensitas ringan dan berawan. Namun masyarakat tetap diminta untuk waspada, karena intensitas hujan bisa saja terjadi perubahan dari ringan menjadi sedang hingga lebat.
“Untuk kondisi Pulau Ambon saat ini telah berubah dari intensitas sedang sampai lebat, kini menjadi ringan. Dimana berdasarkan pola angin yang umumnya bertiup dari arah Timur hingga ke Selatan,” jelasnya.

Kata dia, tiupan angin itu membawa sebagian massa udara basah dari Samudra Pasifik maupun Laut Banda. Sehingga memberi peluang bagi pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Maluku. Khususnya pulau Ambon, pulau Seram, pulau Geser dan pulau Banda. “Kelembaban udara lapisan atas wilayah Maluku, yang menunjukan keadaan yang relatif basah. Yaitu berkisar antara 70 persen hingga 100 persen, kecuali pada wilayah Maluku. Cuaca secara umum di wilayah Maluku berawan hingga hujan dengan intensitas ringan sampai sedang,” jelasnya.

Menurutnya, dengan kondisi saat ini, maka angin akan bertiup dari Utara ke Selatan. Dengan kecepatan 10 sampai 25 kilometer per jam. Sementara suhu berada pada 23 derajat sampai 30 derajat selsius. “Jadi dengan kelembaban 70 persen sampai 100 persen maka tinggi gelombang mencapai 0,1 meter sampai 3,0 meter. Sehingga cuaca pulau Ambon berawan dan hujan ringan. Dan kedepan bisa saja terjadi perubahan. Karena Maluku masih dalam musim penghujan,” tandas Ashar.(AHA/ISL)

Most Popular

To Top