Kepala Dusun Perkosa Dua Anak Tiri – Ambon Ekspres
Kriminal

Kepala Dusun Perkosa Dua Anak Tiri

ASUSILA: Kepala Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, M Lesbata (kiri) saat menjalani pemeriksaan oleh aparat kepolisian Polres Buru, Selasa (23/8). Dia diduga memperkosa dua orang anak tirinya. Kasus ini masih ditangani polisi. ASMA PAYAPO/AMEKS

Kepala Dusun Perkosa Dua Anak Tiri

AMEKS ONLINE, NAMLEA.––Kepala Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, M Lesbata (43) ditangkap polisi. Diduga sudah bertahun-tahun dia memperkosa dua anak tirinya.

Tindakan asusila yang dilakukan tokoh masyarakat di Buru ini terungkap setelah dua korban kakak beradik berani membeberkan aksi itu kepada pihak keluarga. Tidak menunggu lama, setelah mendapat laporan, polisi langsung menangkap pelaku. Kini kepala dusun itu harus meringkuk dalam tahanan polisi guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasat Reskrim Polres Buru, AKP Ryan mengatakan, sebelum menangkap M Lesbata, pihaknya mendapat laporan dari keluarga korban. Pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini kemudian ditangkap di depan Kantor Desa Dava, Senin (21/8), sekira pukul 15.00 WIT.

Dikatakan, pihaknya sudah mengantongi bukti hingga melakukan penangkapan terhadap tersangka dan langsung dilakukan penahanan di rutan Polres Buru. Pihaknya juga telah membawa kedua korban ke rumah sakit untuk menjalani visum. “Tersangka sudah ditahan. Kami sedang koordinasi dengan dokter RSUD untuk kepentingan verbal dan kini sudah memasuki proses penyidikan. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangannya,” kata dia kepada Ambon Ekspres, kemarin.

Dijelaskan, dari hasil pemeriksaan, tersangka diketahui sudah menjalankan aksi bejatnya sejak beberapa tahun lalu. Tersangka menggarap dua anak tirinya yang kini berusia 21 dan adiknya yang masih duduk di bangku SMA.
Semula perbuatan tersangka ditutupi selama bertahun-tahun karena kedua korban ketakutan. Namun, korban yang masih duduk di bangku sekolah kemudian membeberkan peristiwa memalukan itu kepada kakaknya yang lain.
Ternyata dari pengakuan itu, kakak korban juga mengaku telah dinodai pelaku. Ironisnya, sang kakak mengaku sudah digarap ayah tiri mereka sejak tahun 2007 saat masih duduk di bangku SD.

Berkat dua pengakuan kedua kakak korban, perbuatan bejat ayah tiri itu akhirnya dilaporkan ke polisi. ‘’Kedua korban ini mengungkapkan kebenaran perbuatan bejat ayah tiri mereka. Mulai dari kasus pemerkosaan yang menimpa sang kakak sejak tahun 2007 lalu. Korban mengaku diperkosa dinihari saat ia sedang tertidur di kamar bersama adiknya. Korban sempat terjaga dan hendak melawan. Namun mulutnya dibekap pelaku dan dipegang erat-erat lalu diperkosa disamping adiknya,’’ terang Ryan.

Dia menambahkan, pemerkosaan itu terjadi berulang kali hingga tahun 2009 tanpa sepegetahuan penghuni rumah lainnya. Merasa perbuatannya selama ini aman-aman saja, tahun 2016 lalu, ayah tiri bejat ini, kembali menggilir sang adik yang kini berumur 17 tahun. ‘’Sang adik mengaku pertama kali diperkosa, pada April 2016. Korban dibawa ayah tirinya ke salah satu rumah kosong yang tak jauh dari rumah mereka. Di sana, dengan paksa ayah bejat ini mempreteli pakaian anak tirinya dan sempat mendapat perlawanan. Tapi dengan kekerasan, pelaku akhirnya dapat menggaghi anak tirinya itu,’’ terang dia.

Setelah peristiwa pertama itu terjadi dan merasa aman-aman saja, tersangka kembali mengulangi perbuatan menjijikan itu di rumahnya sendiri saat keadaan rumah sepi dari penghuni rumah lainnya. Kini, sepak terjang pelaku berakhir di dalam terali besi. ‘’Kami masih terus menyelidiki kasus ini. Sementara masih dalam pemeriksaan saksi untuk melengkapi berkas kasus pemerkosaan itu,’’ pungkas dia.
(DHE)

Most Popular

To Top