Raker Apeksi VI Bahas Pelimpahan Kewenangan Camat – Ambon Ekspres
Daerah

Raker Apeksi VI Bahas Pelimpahan Kewenangan Camat

APEKSI: Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler saat mengikuti pembukaan Raker Apeksi Komwil VI di Baubau, Sulawesi Tenggara, Senin (21/8) malam.

AMEKS ONLINE, BAU-BAU.–Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Komisariat Wilayah VI. Raker bertemakan Pelimpahan Kewenangan Pemerintah Kota pada Pemerintah Kecamatan dan Kelurahan berbasis Smart City. Kegiatan berlangsung 21 -23 Agustus 2017.

Walikota Ambon yang juga Ketua Komwil VI Apeksi, Richard Louhenapessy dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Apeksi Komwil VI, Steven Dominggus saat membuka kegiatan menjelaskan, sejak diberlakukannya UU Nomor 12 tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah, telah mengubah secara mendasar praktek pemerintahan yang salah satunya menyangkut kedudukan, tugas pokok serta fungsi kecamatan di setiap daerah.

Bahkan dalam UU No 23 tahun 2014 pasal 226 juga mengatur tentang pelimpahan kewenangan terhadap camat. “Camat mendapatkan pelimpahan sebagian kewenangan walikota atau bupati untuk melaksanakan sebagian urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah kota atau kabupaten,” tandas Louhenapessy.

Menurutnya, pelimpahan kewenangan tersebut dilakukan berdasarkan pemetaan pelayanan publik yang sesuai dengan karakteristik kecamatan dan atau kebutuhan masyarakat. Dalam konteks ini, kewenangan camat di tiap daerah cenderung berbeda. Bahkan kewenangan akan turut berbeda dan bukan sekadar hanya memberikan legitimasi kewenangan bagi camat. ‘’Pelimpahan kewenangan ini harus mampu mendorong terciptanya kemudahan dan kecepatan akses bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan. Sekaligus memberikan partisipasinya dalam pembangunan. Jadi mengarahkan para camat maupun lurah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja pemerintahan,’’ terangnya.

Menurut dia, untuk mencapai kecepatan akses pelayanan bagi masyarakat, maka diperlukan implementasi Smart City (kota pintar) dalam arti luas. Dan bukan hanya seputar teknologi informasi atau berbau elektronik semata, akan tetapi menyangkut segala hal.

Dalam workshop ini, dihadirkan perwakilan kota yang sudah berhasil dalam program tersebut, seperti Kota Bandung, Makassar, Surabaya dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang implementasi smart citynya, juga sudah menyangkut pelimpahan kewenangan dari walikota kepada camat. “Dalam workshop ini, maka Apeksi mengundang Walikota Makassar, Wakil Walikota Tangsel sebagai narasumber serta juga Direktur Evaluasi dan Peningkatan Kapasitas Daerah, Ditjen Otda Kemendagri. Dengan harapan, kegiatan ini dapat bermanfaat dan menjadi pelajaran berharga bagi Komwil VI,” pintanya.

Walikota Baubau, HAS Tamrin mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut di tempatnya. ‘’Suatu kehormatan bagi daerah kami menerima kunjungan dari perwakilan 17 kota yang ada di wilayah timur ini. Dan tentu raker Apeksi terkait pelimpahan kewenangan pemerintah daerah kepada camat ini penting. Agar dapat meningkatkan tugas-tugas pemerintahan daerah dalam meningkatkan pelayanan publik,” pintanya.

SILATURAHMI WARGA AMBON
Selain mengikuti raker Apeksi, Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler disambut warga Kota Ambon yang telah lama hidup di Kota Bau-Bau. Samsudin Mony, salah satu perantau asal Kota Ambon mengatakan, kedatangan mereka sebagai bentuk silaturahmi sebagai warga Kota Ambon yang telah lama hidup di ranah orang. “Kedatangan kami agar ikatan keluarga tetap terjaga, walau kita berada di tanah orang. Karena bagaimana pun kondisi kita dan dimana kita berada, kita tetap bagian dari Kota Ambon. Sehingga menjadi kewajiban kami bersilaturahmi dengan walikota dan wakil walikota kami di Kota Bau-Bau,” terang Mony.

Menurutnya, jumlah warga asal Kota Ambon di Bau-Bau juga cukup banyak. Bahkan sering menjadi penentu dalam proses pembangunan maupun pesta demokrasi di kota itu. “Warga asal Kota Ambon di Bau-Bau sangat banyak. Bahkan dialog yang digunakan di Kota Bau-Bau ini kebanyakan dialog Ambon. Makanya dialog Ambon di Kota Bau-Bau sudah tidak asing. Karena semua perantau Kota Ambon selalu berdialog Ambon. Dan ketika kami dengan ada kedatangan para pemimpin kita di Kota Ambon, kita pun datang untuk memberikan dukungan dan siap mendorong pembangunan Kota Ambon, sekalipun kita di tanah rantau,” tutur Mony.(ISL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!