Sibuk Pilgub, Tagop Lupa Tanggunggjawab – Ambon Ekspres
Politik

Sibuk Pilgub, Tagop Lupa Tanggunggjawab

AMEKS ONLINE–Bupati Bruru Selatan (Bursel) Tagop Sudarsono Soulisa semakin sibuk mensosialisasikan diri sebagai bakal calon Gubernur Maluku 2018. Namun, ia lupa tanggungjawabnya sebagai kepala di Bursel.

Tokoh masyarakat Kabupaten Buru Selatan, Junaidi Sirun mengatakan sebelum perhelatan pilkada Gubernur, Tagop termasuk salah satu bupati di Maluku yang jarang berada ditempat. Dia lebih banyak keluar daerah ketimbang di kabupaten untuk melihat permasalahan yang ada.

Ditambah dengan momen pilkada Maluku, Tagop semakin menjadi-jadi dengan tidak lagi memperhatikan derahnya. Tentu ini, suatu hal yang tidak baik. Karena banyak persoalan di Kabupaten itu yang harus dibenahi, terutama masalah infrastruktur jalan dan jembatan yang belum tersedia dengan baik, demi kepentingan daerah dan masyarakat.
“Beliau sudah tidak lagi, menjalankan tugasnya dengan baik, sebagai Bupati. Karena terlalu asik urus pilkada Gubernur sehingga jarang ditempat. Kami tidak membatasinya maju sebagai bakal calon Gubernur, itu haknya,l. Tetapi bagaimana dengan masyarakat di Kabupaten Buru Selatan yang sudah mengangkatnya sebagai kepala daerah, kemudian tidak memperhatikan kami, tentu ini masalah,” ujar Junadi kepada Ambon Ekspres, Selasa (22/8).

Menurutnya, sebagai pimpinan kepala daerah di Kabupatan Buru Selatan, Tagop harus lebih banyak berinteraksi dengan masyarakatnya untuk mendengar semua keluhan, yang disampaikan, bukan sebaliknya, keluhan masyarakat malah diabaikan.
Dia, mencontohkan hampir dua periode kepemimpinan Tagop dan Ayub Saleky sebagai Bupati dan wakil Bupati belum ada perubahan signifikan yang dirasakan masyarakat. Selain masalah pembangunan, jaringan telekominaksi di ibu kota kabupaten sendiri belum maksimal. Sama halnya dengan ditingkat Kecamatan maupun Desa/dusun yang terus dikeluhkan masyarakat.

“Pembangunan mau berjalan dengan baik bagaimana, kalau kepala daerahnya jarang ditempat untuk melihat kekurangan yang ada. Contoh kecil kami punya jaringan telekomunikasi di ibu kota kabupaten sendiri sampai saat ini masih belum terlalu baik. Padahala ini pusat keramaian kabupaten, malah bisa seperti itu. Dimana perhatian pemkab selama ini,” tanya dia.
Lebih lanjut dikatakan, hingga kini masyarakat di Kecamatan Leksula masih mengunakan transportasi laut ke kabupaten. Karena akses jalan darat belum terhubung. Padahal leksula dengan Namrole yang merupakan ibu Kota Kabupaten Buru Selatan, hanya satu daratan. Tetapi pemerintah tidak mengupayakan secepatnya, malah dibiarakan begitu saja.

“Jalan dari Namrole menuju leksula yang terus dikeluhkan masyarakat setempat selama ini. Padahal hanya satu daratan, tetapi tidak bisa diupayakan pemerintah. Pemerintah hanya janji saat pencalonan akan melakukannya ketika menjadi bupati dan wakil bupati. Setelah terpilih diabaikan. Akhirnya mereka hanya mengunakan tranportasi laut jika mau ke Kabupaten,” ungkapnya. (WHB)

Most Popular

To Top