Wiliam Dituntut 9 Tahun Penjara – Ambon Ekspres
Hukum

Wiliam Dituntut 9 Tahun Penjara

Palu Sidang/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.––Terdakwa Wiliam Stenly dituntut hukuman penjara selama 9 tahun oleh Jaksa Penuntut (JPU) Kejari Ambon, Selasa (22/8). Selain pidana badan, bos PT Firma Murni Utama ini juga dituntut membayar denda sebesar Rp 800 juta subsider 4 bulan kurungan.

Tuntutan terdakwa kasus narkoba jenis sabu-sabu ini berbeda dengan temannya, Maikel Makatita yang hanya dituntut 2 tahun penjara. Keduanya dituntut pasal yang bervariasi. Stenly dinilai melanggar pasal 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang pemberantasan Narkotika. Sementara, Makatita diganjar pasal 127 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Menuntut, meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menjatuhkan hukuman seadil-adilnya sebagaimana tertuang dalam tuntutan JPU,” kata JPU, Lilie Heluth dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Ambon.

Sidang dipimpin majelis hakim yang diketuai S Pujiono dan didampingi hakim anggota Cristina Tetelepta dan Leo Sukarno. JPU menyatakan, kedua terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, GJ Batmomolin itu secara sah terbukti melakukan tindakan pidana dengan cara menguasai, memakai, dan mengedar barang haram berupa narkotika jenis sabu yang telah dikemas dalam paket-paket yang setiap paket seberat 0,25 gram.

Menurut JPU, perbuatan kedua terdakwa juga jelas tidak mendukung program pemerintah dalam melaksanakan pemberantasan tindak pidana narkotika. Sementara itu, dalam pertimbangan meringankan, kedua terdakwa dinilai sopan saat mengikuti proses persidangan berjalan.

Kedua terdakwa yang berstatus sebagai tahan Rutan Kelas IIA Ambon saat ini juga dalam persidangan telah mengakui perbuatan mereka. Kejadian itu berawal saat petugas kepolisian dari Satresnarkoba Polres Ambon melakukan operasi. Dimana, sebelum menangkap terdakwa Wiliam, polisi lebih dulu membekuk Michael Makatita, warga Soabali, Kecamatan Nusaniwe di salah satu kamar kos yang berada di Desa Batumerah pada Rabu (25/4) sekira pukul 03.00 WIT.

Saat melakukan penggeledahan, polisi menemukan 2 paket sabu di kamar kos Michael. Setelah dilakukan pengembangan, polisi kemudian bergerak menciduk Wiliam di kamar rumahnya, di Jalan Sultan Babullah, Kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe, sekitar pukul 16.43 WIT.

Polisi kemudian melakukan penggeedahan dan menemukan 11 kantong plastik berisi sabu-sabu dengan berat kurang lebih 40 gram. Polisi juga mengamankan dua alat isap sabu atau bong, uang tunai sebesar Rp.500.000, sejumlah plastik bening, dua kotak penyimpanan sabu dan dua korek api gas.

Usai mendengar pembacaan tuntutan, majelis hakim kembali menunda sidang hingga Selasa (29/8) dengan agenda pembacaan pembelaan oleh kuasa hukum terdakwa.

Kuasa hukum terdakwa, GJ Batmomolin yang dikonfirmasi koran ini mengaku, tuntutan yang dibacakan JPU adalah kewenangan mereka yang diuraikan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam sidang. “Artinya saya tidak bisa mengomentari tuntutan mereka. Namun, dipastikan pada pekan depan, kita akan ajukan pembelaan secara tertulis,” singkat Batmomolin.(NEL)

Most Popular

To Top