Kepala Dusun Pemerkosa Terancam 15 Tahun Penjara – Ambon Ekspres
Kriminal

Kepala Dusun Pemerkosa Terancam 15 Tahun Penjara

ASUSILA: Kepala Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, M Lesbata (kiri) saat menjalani pemeriksaan oleh aparat kepolisian Polres Buru, Selasa (23/8)

AMEKS ONLINE, NAMLEA.––Kepala Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata, M Lesbata yang memperkosa dua anak tirinya terancam 15 tahun penjara. Dia sudah ditetapkan tersangka dan kini meringkuk dalam tahanan Polres Buru.

Kasat Reskrim Polres Buru, AKP Ryan mengatakan, atas perbuatan yang dilakukan, tersangka Lesbata dijerat pasal persetubuhan dan pencabulan yang diatur dalam pasal 81 ayat 1 atau pasal 81 ayat 3 atau pasal 82 ayat 1 atau pasal 82 ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 2016 perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Dikatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka juga sudah mengakui seluruh perbutan bejatnya itu. ‘’Dihadapan penyidik, tersangka mengakui seluruh perbuatannya yang telah menodai dua anak tirinya sejak bertahun-tahun lalu,’’ ungkap dia.

Menurutnya, tersangka juga mengaku nekat menyetubuhi dua anak tirinya karena nafsu. ‘’Dia bernafsu karena melihat kedua korban yang masih belia dan berparas ayu,’’ timpal dia.

Ryan menambahkan, dari hasil pemeriksaan juga tidak ada indikasi korban selain dua kakak beradik itu. Menurut dia, saat melakukan aksi bejatnya memperkosa kedua anak tiri itu, isteri pelaku yang merupakan ibu kandung korban tidak mengetahui sama sekali.

Menurut dia, dalam pengusutan kasus pemerkosaan atau persetubuhan itu, pihaknya sudah memeriksa 6 orang saksi termasuk korban dan tersangka. Dalam waktu dekat, setelah seluruh berkas pemeriksaan lengkap, maka akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Namlea.

Diketahui, tersangka ditangkap karena telah melakukan pemerkosaan kepada anak tirinya di depan Kantor Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Senin (21/8) sekira pukul 15.00 WIT. Penangkapan dilakukan setelah polisi mendapat laporan dari keluarga korban. Tersangka langsung dijebloskan ke dalam rutan Polres Pulau Buru.

Polisi juga sudah membawa kedua korban untuk menjalani visum. “Tersangka sudah ditahan. Kami sedang koordinasi dengan dokter RSUD untuk kepentingan verbal dan kini sudah memasuki proses penyidikan. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangannya,” kata dia kepada Ambon Ekspres, kemarin.

Dijelaskan, dari hasil pemeriksaan, tersangka diketahui sudah menjalankan aksi bejatnya sejak beberapa tahun lalu. Tersangka menggarap dua anak tirinya yang kini berusia 21 dan adiknya yang masih duduk di bangku SMA.

Semula, ulah tersangka itu ditutupi selama bertahun-tahun karena kedua korban ketakutan. Namun, korban yang masih duduk di bangku sekolah kemudian membeberkan peristiwa memalukan itu kepada kakaknya yang lain.
Ternyata dari pengakuan itu, kakak korban juga mengaku telah dinodai pelaku. Ironisnya, sang kakak mengaku sudah digarap ayah tiri mereka sejak tahun 2007 saat masih duduk di bangku SD.

Berkat dua pengakuan kedua kakak korban, perbuatan bejat ayah tiri itu akhirnya dilaporkan ke polisi. ‘’Kedua korban ini mengungkapkan kebenaran perbuatan bejat ayah tiri mereka. Mulai dari kasus pemerkosaan yang menimpa sang kakak sejak tahun 2007 lalu. Korban mengaku diperkosa dinihari saat ia sedang tertidur di kamar bersama adiknya. Korban sempat terjaga dan hendak melawan. Namun mulutnya dibekap pelaku dan dipegang erat-erat lalu diperkosa disamping adiknya,’’ terang Ryan.

Dia menambahkan, pemerkosaan itu terjadi berulang kali hingga tahun 2009 tanpa sepegetahuan penghuni rumah lainnya. Merasa perbuatannya selama ini aman-aman saja, tahun 2016 lalu, ayah tiri bejat ini, kembali menggilir sang adik yang kini berumur 17 tahun. ‘’Sang adik mengaku pertama kali diperkosa, pada April 2016. Korban dibawa ayah tirinya ke salah satu rumah kosong yang tak jauh dari rumah mereka. Di sana, dengan paksa ayah bejat ini mempreteli pakaian anak tirinya dan sempat mendapat perlawanan. Tapi dengan kekerasan, pelaku akhirnya dapat menggaghi anak tirinya itu,’’ terang dia.

Setelah peristiwa pertama itu terjadi dan merasa aman-aman saja, tersangka kembali mengulangi perbuatan menjijikan itu di rumahnya sendiri saat keadaan rumah sepi dari penghuni rumah lainnya. Kini, sepak terjang pelaku berakhir di dalam terali besi. ‘’Kami masih terus menyelidiki kasus ini. Sementara masih dalam pemeriksaan saksi untuk melengkapi berkas kasus pemerkosaan itu,’’ pungkas dia.(DHE)

Most Popular

To Top