Parah, Karena Trump, Secret Service Kehabisan Dana untuk Bayar Gaji Selasa, 22 Aug 2017 07:30 | editor : Dwi Shintia – Ambon Ekspres
Internasional

Parah, Karena Trump, Secret Service Kehabisan Dana untuk Bayar Gaji Selasa, 22 Aug 2017 07:30 | editor : Dwi Shintia

JAGA: Agen Secret Service melindungi Donald Trump dari sebuah kampanye di Reno, Nevada, pada 5 November 2016. (John Locher/AP)

AMEKS ONLINE – Secret Service punya pengakuan mengejutkan. Badan penegak hukum federal yang berada di bawah Departemen Keamanan Dalam Negeri itu, mengaku tidak bisa lagi membayar ratusan agen yang bertugas untuk melindungi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan keluarganya.

Alasannya, karena jumlah keluarga Trump yang besar serta banyaknya properti keluarga yang tersebar di seluruh Amerika. Saat diwawancarai USA Today, Direktur Secret Service Randolph ”Tex” Alles mengatakan, mereka bahkan sudah menghabiskan plafon setahun gaji dan tunjangan lembur lebih dari 1.000 agen.

Lembaga itu memang menghadapi beban kerja yang besar sejak pemilihan presiden berlangsung. Sesuai tugasnya, Secret Service harus melindungi Trump beserta keluarga. Kemana pun, dimana pun.

MUTER-MUTER: Donald Trump berjalan dengan back-up Secret Service.

MUTER-MUTER: Donald Trump berjalan dengan back-up Secret Service. (Pablo Martinez Monsivais, AP)

Padahal, hampir tiap pekan Trump melakukan perjalanan ke propertinya di Florida, New Jersey, dan Virginia. Itu pun ditambah dengan anak-anak Trump yang melakukan perjalanan bisnis dan liburan ke seluruh negeri dan luar negeri.

”Presiden memiliki keluarga besar dan berdasar undang-undang, adalah tanggung jawab kami untuk melindungi mereka,” kata Alles. ”Saya tidak dapat mengubahnya. Saya tidak punya mandat itu,” katanya.

Alles mengatakan, saat ini jumlah figur di Gedung Putih yang harus dilindungi mereka naik pesat. Lebih besar dari sebelum-sebelumnya. Setelah resmi menjadi presiden, ada 42 orang dari lingkaran Trump yang harus dilindungi. Itu termasuk 18 anggota keluarganya. Saat Obama menjabat, Secret Service “hanya” perlu melindungi 31 orang.

Kerja keras dan tugas yang tidka henti juga telah mendorong perpindahan agen dari divisi laih ke jajaran Secret Service. Namun itu semua tanpa dana tambahan. Begitu bangkrutnya, Alles mengaku, dia bahkan tidak dapat membayar agen untuk pekerjaan yang telah mereka lakukan.

Krisis gaji ini sangat serius sehingga Alles berdiskusi dengan anggota parlemen untuk menaikkan gaji dan batas waktu lembur untuk agen. Angkanya dari USD 160.000 per tahun menjadi USD 187.000. ”Namun, saya pikir tidak akan ada perubahan dalam waktu dekat,” kata Alles.

Alles menceritakan, sejak pelantikannya, Trump telah menempuh tujuh perjalanan ke resornya di Mar-a-Lago, Florida; lima kali mengunjungi klub golf Bedminster, New Jersey; dan balik ke Trump Tower di Manhattan.

Itu semua membutuhkan biaya untuk  tenaga kerja dan peralatan. Berdasarkan perkiraan Kantor Akuntan Umum, untuk satu kunjungan serupa yang dilakukan mantan Presiden Obama, misalnya, biaya yang dihabiskan sekitar USD 3 juta. Sementara Trump melakukannya berkali-kali.

Semua membutuhkan biaya. Bahkan saat mereka berada di Mar-a-Lago pun. Dalam satu kesempatan, Secret Service harus menyewa mobil golf di Mar-a-Lago dan Bedminster dengan biaya sekitar USD 60.000.

Biaya-biaya membengkak itu tidak hanya karena Trump, Melania, dan anak mereka Barron. Anak-anak Trump yang lain, seperti Trump Donald Jr. dan Eric, yang berbasis di New York, juga harus dilindungi oleh Secret Service. Saat mereka berpergian keluar negeri untuk urusan pekerjaan pun mereka harus dilindungi.

Contohnya, awal tahun ini, hanya untuk kamar hotel, Secret Service  harus mengeluarkan uang hampir USD 100.000 saat mengikuti Eric Trump ke Uruguay. Itu belum termasuk perjalanan ke Inggris dan Republik Dominika. Serta ke Vancouver dan British Columbia untuk pembukaan hotel Trump baru di sana. Plus ke Dubai untuk membuka Trump International Golf Club.

Pada Maret, rincian keamanan mencantumkan perjalanan Ivanka Trump dan sang suami Jared Kushner saat liburan ski di Aspen. Bahkan Tiffany Trump, putri termuda presiden juga harus dilindungi saat berlibur bersama pacarnya ke  Jerman dan Hungaria.

”Kami meminta para agen bekerja siang malam, kami selalu mengirim mereka kemana-mana sepanjang waktu,” kata Alles. ”Sampai saat ini belum ada ada perbaikan cepat. Namun lambat laun saya harus memberi mereka keseimbangan yang lebih baik,” ujarnya. (*)

(tia/USA today/JPC)

Most Popular

To Top