3 JCH Maluku Wafat – Ambon Ekspres
Metro Manise

3 JCH Maluku Wafat

Ilustrasi Calon Jamaah haji/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.–Tiga Jamaah Calon Haji (JCH) asal Maluku wafat di Tanah Suci. Kepergian ketiga jamaah ini hanya dalam kurun waktu lima hari. Mereka menghembuskan nafas terakhir akibat sakit yang diderita. Ketiganya juga sudah berusia lanjut.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Fesal Musaad mengatakan, ketiga jamaah tersebut bersasal dari Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Buru dan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Jamaah dari Maluku Tengah atas nama Abas Abdurahim Wattiheluw. Jamaah dari Kabupaten Buru diketahui atas nama Jakaria Jawas Palla, sementara jamaah dari SBT yang meninggal diketahui atas nama Abdurrahman Kelsaba.

“Terhitung sudah ada 3 jamaah haji asal Maluku yang wafat di Tanah Suci. Mereka dari Maluku Tengah, Buru, dan SBT. Tentu dengan peristiwa ini kita juga sangat merasakan kesedihannya. Dan kami sudah sampaikan informasi ketiga jamaah ini kepada keluarganya masing-masing. Kami juga berharap agar mereka, lebih bersabar dan mendokan semoga ketiga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan dijadikan sebagai haji yang mabrur,” ujar Musaad, Kamis (24/8).

Dikatakan, jenazah ketiga almarhum telah dikebumikan di Madinah. Pihaknya juga selalu melakukan koordinasi dengan tim medis yang diberangkatkan dari Maluku maupun dari embarkasi Makassar untuk menjaga para jamaah. Ini penting, agar ketika melaksanakan sholat dapat dilakukan dengan baik dan tidak terganggu dengan kondisi kesehatan yang dialami. “Para petugas kesehatan kita, baik yang diberangkatkan dengan kloter maupun non kloter diharapkan agar terus pantau kondisi para jamaah selama 1 x 24 Jam. Ini penting untuk menjaga kesehatan mereka. Sehingga bisa khusuk melaksanakan ibadah sholatnya, baik wajib maupun sunnah,” harapnya.

Disinggung kemungkinan pengaruh suhu di Mekkah, hingga menganggu kondisi para jamaah, Musaad mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, suhu panas berkisar 30 derajat celcius. Namun dalam beberapa hari ini terjadi hujan, sehingga kembali turun menjadi 28 derajat celcius. “Untuk suhu dianggap tidak terlalu signifikan. Masih standar, karena baru berada pada kisaran 28 – 30 derajat celcius. Tetapi yang menjadi kendala, karena kebanyakan jamaah kita sudah lanjut usia. Ini yang masalah untuk kondisi kesehatan mereka dengan takaran suhu seperti itu. Makanya kesehatan mereka selalu diawasi,” ungkapnya.

Ketua Komisi D DPRD Maluku, Saadiyah Uluputty mengaku turut berbelasungkawa dengan meninggalnya tiga jamaah haji asal Maluku itu. Dia berharap tim medis maupun tenaga pendamping haji yang diberikan tanggungjawab tetap fokus memperhatikan kondisi para jamaah, agar semuanya selalu dalam keadaan sehat walafiat.

Dia meminta agar para pendamping dan tenaga medis, tidak bosan melakukan sosialisasi kepada para jamaah tentang pentingnya menjaga kesehatan. Apalagi dengan kondisi cuaca di Mekkah, yang jauh berbeda dengan di Indonesia tentu menjadi masalah. “Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya jamaah haji asal Maluku di Tanah Suci. Harapan kami tenaga medis dan tenaga pendamping haji, lebih meningkatkan pelayanan mereka kepada para jamaah. Terutama menyangkut kesehatan itu yang sangat penting, untuk diperhatikan,” jelas Uluputty kepada koran ini via selulernya, tadi malam.

Dia mengaku, sebagian besar jamaah haji asal Maluku kebanyakan sudah lanjut usia sehingga tentu menjadi kendala dengan suhu di Mekkah. ‘’Memang rata-rata jamaah asal Maluku ini kebanyakan sudah lanjut usia. Untuk itu kami juga mendorong kepada Kementerian Agama Maluku agar selektif terutama bagi mereka yang lanjut usia,” harapnya.( WHB)

 

Click to comment

Most Popular

To Top