Empat Polisi Koruptor Dihukum – Ambon Ekspres
Hukum

Empat Polisi Koruptor Dihukum

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.–– Empat oknum anggota Polres Maluku Tenggara Barat (MTB) yang terlibat korupsi Dana Tunjangan Perbatasan dan Pulau-pulau Terluar tahun anggaran 2016 divonis hukuman pidana penjara yang bervariasi. Vonis dibacakan majelis hakim Pengadilan Tipikor Ambon, Kamis (24/8).

Keempat terdakwa itu Aiptu Jacob Keliduan, Brigpol James Wattimena, Briptu Andi Dwi Pradana, serta Brigpol I Putu Semarang Dana. Keempat terdakwa dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana perbatasan untuk memperkaya diri sendiri atau suatu korporasi. “Keempat terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor,” ungkap ketua majelis hakim Jimy Wally yang didampingi hakim anggota Samsidar Nawawi dan Herry Liliantono dalam persidangan.
Terdakwa Aiptu Jacob Keliduan divonis 2 tahun 3 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara.

Terdakwa James Wattimena divonis 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurangan. Terdakwa Andi Dwipradana divonis 1 tahun 2 bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan. Sedangkan, terdakwa I Putu Semarang Dana divonis hukuman 1 tahun 8 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara. “Keempat terdakwa tidak dibebankan membayar uang pengganti karena sebelumnya telah mengembalikan kerugian keuangan negara saat penyidikan perkara berjalan,” ujar hakim.

Hukuman kepada Yakob Keliduan lebih besar karena fakta persidangan membuktikan dirinya sebagai orang yang menyuruh atau memerintahkan tiga anak buahnya mencairkan dana tunjangan perbatasan di bank. Yacob adalah Kasi Keuangan Polres MTB yang mengatur ketiga terdakwa lainya selaku anak buahnya untuk menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM) dan SPTJM palsu sehingga dana tersebut bisa dicairkan ke rekeningnya.

Sebelum menerbitkan SPM dan SPTJM yang tandatangannya dipalsukan, para pelaku juga memalsukan tanda tangan setiap anggota polisi hingga benar-benar mirip dengan aslinya serta memanipulasi data aplikasi. Dana tunjangan perbatasan bagi para anggota Polri yang mengabdi di wilayah Polres dan polsek MTB tahun anggaran 2016 senilai Rp 752 juta ini dimanipulasi oleh para terdakwa sehingga uangnya bisa dicairkan di bank. Dan saat dana itu cair, dana tersebut tidak diberikan kepada seluruh anggota polisi dan hanya dibagi-bagi oleh mereka, termasuk berfoya – foya.

Usai pembacaan putusan, keempat terdakwa melalui penasehat hukumnya, Morits Latumeten dan Abner Nuniayari menyatakan menerima putusan itu. Sementara JPU masih menyatakan pikir-pikir. Sidang kemudiab ditutup.
Kasipidsus Kejari MTB yang bertindak sebagai JPU dalam perkara tersebut usai persidangan mengaku, menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut lantaran harus dipertimbangkan terlebih dahulu dengan pimpinannnya.

Sebelumnya Iptu Yakob Keliduan dituntut 3 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan serta dibebankan membayar uang pengganti Rp 471,3 juta subsider 1 tahun kurungan. Terdakwa James Wattimena dituntut 1 tahun 5 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan, dan membayar uang pengganti Rp 20 juta subsider 1 tahun kurungan. Terdakwa Andi Dwipradana dituntut 1 tahun 8 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp 75 juta subsider 1 tahun kurungan penjara.

Sedangkan, terdakwa I Putu Semarang Dana dituntut 2 tahun 5 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp 175 juta subsider 1 tahun hukuman penjara.(NEL)

Most Popular

To Top