Digandeng Orno, Habiba Tantang PKB – Ambon Ekspres
Politik

Digandeng Orno, Habiba Tantang PKB

AMBON, AE.––Barnabas Orno dan Habiba Pellu akhirnya resmi berpasangan sebagai bakal calon Gubernur dan wakil Gubernur Maluku. Habiba selaku kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengingatkan bahwa sudah saatnya partainya mengusung kader.

“K ader jangan kaget. Mema- ng sudah saatnya kader PKB harus maju. Dan sekali lagi nyatakan, bahwa kita sudah mulai saat ini,” tegas Habiba yang diiringi tepuk tangan ratusan kader PKB saat menyampaikan visi dan misi bersama Orno di hadapan ketua DPW PKB Maluku, Wakil Sekretaris Jenderal dan ratusan pengurus PKB Maluku di Swiss-belhotel, Jumat (25/8).
Habiba Pelu adalah satu-satunya kader PKB Maluku yang ambil bagian dalam bursa bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku. Ketua Fraksi Pembangunan Bangsa (PPP-PKB) DPRD Maluku itu mengaku serius maju.
Ia memiliki sejumlah alasan politik dan substansial maju sebagai bakal calon gubernur. Antara lain, pembangunan yang masih parsial dan melahirkan ketimpangan serta kemiskinan struktural di Maluku. “Saya orang PKB, itu orang pinggiran, katanya. Kita orang NU itu memang dari pinggiran. Hari ini saya berdiri, saya katakana buat calon gubernur, bahwa alasan saya maju karena selama ini pembangunan tidak berpihak kepada rakyat,” ucapnya.
Sementara itu, Barnabas Orno mengaku, alasannya memilih Habiba bukan hanya karena dia kader PKB. Namun, Habiba memiliki kualitas yang tak diragukan lagi.
Selain itu, Habiba juga seorang perempuan. Dengan demikian, jika terpilih, Habiba dapat mengangkat martabat kaum perempuan di Maluku dalam kapasitasnya sebagai wakil gubernur. “Saya pilih perempuan atau wanita, karena selama ini sejak pilkada langsung (pilkada Gubernur Maluku) belum ada wanita yang tampil. Saya ingin merubah cara pandang, dan ini juga menunjukkan kepada masyarakat, khususnya kaum wanita bahwa wanita bisa. Wanita tidak hanya di dapur, wanita bisa jadi pemimpin,” jelas Orno.
Bupati Maluku Barat Daya (MBD) dua periode itu yakin, seluruh kader dan simpatisan PKB akan solid jika PKB mengusung dia dan Habiba. Sebab, Habiba merupakan salah satu kader terbaik PKB Maluku.
Orno juga menampik isu ketidakseriusannya menggandeng Habiba. Justru karena serius, ia dan Habiba menyampaikan visi dan misi secara bersaamaan atau berpasangan. “Tadi bisa lihat, sudah tampil bersama. Kalau selama ini ada wacana sana sini, memang di politik ini fluktuasinya seperti itu. Tapi hari ini memang resmi, saya bersama ibu Habiba Pelu seorang fungsionaris PKB Maluku, kami berpasangan sebagai bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur Maluku,” tandas dia kepada warrtawan usai penyampaian visi misi.
Meski sebagai kader, namun Habiba tak ingin mendahului keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB soal rekomendasi. Sebab, DPP mendasarkan keputusan pada hasil survei dan beberapa pertimbangan lainnya. “Saya pikir bahwa yang pertama PKB juga tetap punya hitungan-hitungan sendiri. Tadi kan sudah disampaikan oleh DPP dalam hal ini wakil sekjen, bahwa rata-rata hasil survei. Tapi terlepas hasil survei, DPP punya aturan main sendiri yang disampaikan. Jadi jangan heran DPP akan melakukan istikharah untuk menentukan pilihannya,” ujar Habiba.
Ketua Fatayat NU Maluku itu menambahkan, dia dan Orno siap menerima apapun keputusan DPP PKB. “Kita sebagai orang berdemokrasi sah-sah saja menerima siapa saja yang direkomendasikan oleh DPP. Tetapi DPP tetap mempertimbangkan faktor proporsional, rasional dan lain-lain sebagainya,” pungkasnya.
TIGA SAYARAT PENTING
Sementara itu, Wakil Seketaris Jenderal DPP PKB, Hasanudin Wahid mengatakan, selain survei, PKB akan menyandarkan keputusan politik pada tiga syarat penting. Ini harus menjadi komitmen bakal calon gubernur dan wakil gubernur.
Pertama, harus berdaulat secara politik. Artinya, siap melayani masyarakat, bukan sebaliknya. “Olehnya itu, PKB Maluku carilah pemimpin yang mau melayani masyarakatnya,” ungkap Hasanudin dalam sambutannya.
Kedua, lanjut Hasanudin, harus merealisasikan konsep kemandirian ekonomi. Hal ini perlu diingatkan, karena Maluku masih menempati urutan keempat dari bawah sebagai provinsi termiskin di Indonesia.
Menurut dia, pemimpin dan masyarakat Maluku punya kemampuan mengatasi persoalan kemiskinan. Namun, sangat bergantung dari niat dan komitmen pemimpin untuk bekerja keras. “Apakah kita akan tetap miskin asal bahagia, atau kita maunya harus sejahtera tapi bahagia. Ada satu ayat Alquran yang mengatakan, kemiskinan itu mendekati kekufuran. Yang salah rakyat atau pemimpinnya,” ungkapnya.
Sedangkan yang ketiga, membangun dan menguatkan karakter orang Maluku. Soal ini, menurut dia, Maluku sudah punya. Hal ini tercermin dari kemampuan masyarakat Maluku hidup damai dan berdampingan dalam kemajemukan. “Kita tidak melihat latar belakangnya petahana atau bukan. Tetapi kita lihat tiga hal itu. Dan itu tidak bisa ditawar dalam PKB, karena hasil Muktamar dan hasil Rakernas jelas bahwa salah satu persyaratan mengusung calon kepala daeeah, adalah membela rakyat. Juga survei, dan mohon nanti ada isthikarah di DPP untuk diputuskan,” pungkasnya.(TAB)

Most Popular

To Top