Persatuan Istri Tentara Prancis Gelar Demonstrasi – Ambon Ekspres
Internasional

Persatuan Istri Tentara Prancis Gelar Demonstrasi

AMEKS ONLINE–Ratusan orang perempuan yang menamakan dirinya sebagai kelompok Angry Soldiers’ Wives, berunjuk rasa di Paris, Prancis. Mereka mengajukan protes atas kondisi kerja yang memprihatinkan dari para suaminya yang berada di angkatan bersenjata Prancis.

Kelompok Angry Soldiers’ Wives diketahui memiliki hampir 5.200 orang anggota. Pemimpin unjuk rasa, Mercedes Crepin mengatakan, sejumlah tentara yang bertugas aktif di satuan anti-teror diperlakukan tidak pantas dengan ditempatkan pada hanggar lembab yang dipenuhi kecoa dan kutu.
“Kami merasa sama sekali tidak berdaya. Kita tidak tahu bagaimana cara mengatasi kondisi tersebut, bagaimana caranya mendukung suami-suami kami. Kami hanya ingin menunjukkan ketidaknyamanan, rasa khawatir, dan kemarahan kami,” ujar Crepin, dinukil dari BBC, Minggu (27/8/2017).

Sebagai informasi, sejak serangan terhadap majalah Charlie Hebdo pada Januari 2015, Pemerintah Prancis menyebar lebih dari 7.000 orang tentara untuk menjaga tempat-tempat publik. Para istri tersebut khawatir suaminya mengalami gangguan stres pascatrauma (PTSD) karena kurangnya dukungan dari keluarga.
Mereka semakin khawatir setelah muncul berita bahwa seorang tentara yang berstatus aktif dalam operasi pengamanan itu bunuh diri pada Jumat 25 Agustus malam waktu setempat. Harian Le Figaro melaporkan, sekira 500 orang istri dari para tentara mengikuti unjuk rasa tersebut.

Crepin, yang suaminya mengalami PTSD usai bertugas di Afghanistan, juga mengangkat isu terkait kesejahteraan janda para tentara. Perempuan-perempuan itu diwajibkan meninggalkan rumah dinas dalam waktu dua-tiga bulan jika kehilangan suaminya dalam tugas. Para janda itu tidak banyak ditolong oleh militer Prancis untuk mengatasi kondisinya.

Sistem penggajian turut menjadi salah satu sumber kekecewaan. Akibat kesalahan perangkat lunak, sebagian besar keluarga dari para tentara menjadi terbebani utang. Mereka harus membayar uang untuk mengembalikan kelebihan gaji yang diterima para tentara akibat kesalahan sistem tersebut.
Angry Soldiers’ Wives mengikuti langkah yang dilakukan Angry Police’s Wives pada April 2017. Istri dan pasangan hidup para petugas polisi turun ke jalanan Paris untuk memprotes aksi kekerasan terhadap polisi setelah petugas bernama Xavier Jugele ditembak mati di dekat Istana Kepresidenan, Champ Elysee. (NET)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!