Warga Polisikan Polisi – Ambon Ekspres
Hukum

Warga Polisikan Polisi

AMEKS ONLINE, AMBON.––Diduga terlibat dalam aktivitas pengolahan cinnabar secara illegal, Syamsuddin (51) diciduk polisi dari kediamannya, Jumat (25/8) sekira pukul 15.00. Tak terima dengan tindakan polisi, keluarga Syamsudin melapor ke Propam Polda Maluku.

Pelaporan terkait dengan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh beberapa anggota polisi. Menurut keluarganya, setelah penjemputan itu, Syamsudin dianiaya, bahkan sempat ditembak meski tidak mengena tubuhnya. Lelaki paruh baya ini juga sempat diinapkan di Mapolres Ambon.

Syamsudin diduga terlibat dalam bisnis illegal penyulingan batu cinnabar menjadi air raksa. Karena itu, polisi menjemputnya di kediamannya dikawasan tanah rata, Desa Batu Merah. Polisi awalnya meminta dia menunjukan aktivitas olahan air raksa.

Syamsuddin dijemput dan dibawa ke kawasan hutan Dusun Oli. Disana dia diminta menunjukan tempat yang diduga pernah dijadikan sebagai lokasi penyulingan air raksa. Namun tiba disana, sudah tak ada lagi aktivitas apapun.

“Bapak (Syamsuddin red) langsung dianiaya. Tak hanya itu, mereka juga sempat menembak ke arah kaki bapak. Meski bapak tidak kenapa-napa. Dari situ kemudian bapak dibawa ke Polres sampai pukul 05.00, baru kemudian dilepas. Bapak juga dikenakan wajib lapor,” kata anak korban yang menolak namanya di korankan.

Tak puas, keluarga korban melapor ke polisi. Pantauan koran ini di Mapolda Maluku, sekira pukul 17.00, Sabtu akhir pekan kemarin, Syamsuddin didampingi keluarganya melaporkan anggota polisi yang diduga melakukan penganiayaan terhadap dirinya.

Informasi lain menyebutkan, Syamsuddin diduga pernah terlibat dalam peredaran batu cinnabar. Namun bukan sebagai pembeli. Dia bertindak sebagai orang ketiga. “Sudah lama tidak melakukan hal seperti itu (terlibat bisnis red). Mereka (Polisi red), pernah tanya korban, tahu soal cinnabar dibilangnya tahu, tetapi korban sudah tidak lagi terlibat,” tutur sumber ini.

Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Abner Richard Tatuh, yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan Syamsuddin. “Sudah dilaporkan kemarin (Sabtu red) sore. Tapi bukan saja laporkan di Propam melainkan juga ke pidana yakni penganiayaan,”kata dia ketika dihubungi terpisah.

Dia mengaku laporan Syamsuddin itu kini sementara diproses baik oleh propam maupun oleh Direktorat Reskrimum. “Senin (hari ini red), mungkin baru laporannya dinaikan ke pimpinan. Tetapi yang pasti korban sudah melapor dan kasus ini tetap diproses,” tandasnya. (AHA)

Most Popular

To Top