Bupati Klaten Dituntut 12 Tahun Penjara – Ambon Ekspres
Nasional

Bupati Klaten Dituntut 12 Tahun Penjara

AMEKS ONLINE, SEMARANG – Penuntut Umum (PU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Bupati Klaten nonaktif Sri Hartini dengan hukuman 12 tahun penjara dalam sidang lanjutan kasus suap promosi dan mutasi jabatan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Selasa (28/8).

PU KPK Afni Carolina menjerat Sri Hartini dengan pasal 12 huruf a dan 12 huruf b Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.

“Menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 12 tahun penjara. Menjatuhkan denda kepada terdakwa sebesar Rp 1 miliar,” tandas Afni di hadapan ketua majelis hakim yang dipimpin Antonius Widjantono.

Jika denda tidak dibayarkan oleh terdakwa, lanjut Afni, maka diganti dengan pidana penjara selama satu tahun.

PU KPK menilai terdakwa menerima pemberian berupa uang atau gratifikasi yang berkaitan dengan pencairan dana bantuan keuangan desa, titipan dalam penerimaan calon pegawai di BUMD, dan mutasi kepala sekolah, serta proyek di dinas pendidikan.

Total gratifikasi yang tidak pernah dilaporkan Sri Hartini mencapai Rp 9,8 miliar. Rinciannya berasal dari potongan 10 hingga 15 persen dana bantuan keuangan desa dengan nominal Rp 4,07 miliar. Selanjutnya uang uacapan terima kasih dari calon pegawai sejumlah BUMD Rp1,8 miliar. Ditambah uang syukuran dari sejumlah kepala SMP dan SMA sebesar Rp3,1 miliar, dan fee atas proyek di dinas pendidikan sebesar Rp750 juta.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa dan penasihat hukumnya memastikan akan mengajukan pembelaan pada sidang lanjutan pekan depan.  Pengacara Sri Hartini, Deddy Suwadi menyatakan keberatan kliennya dituntut hukuman 12 tahun penjara. “Selama ini klien kami sudah kooperatif dan terbuka dalam proses hukum. Bahkan sempat mengajukan justice collaborator. Nota pembelaan segera dibuat,” tandasnya. (jks/JPG/boy/wa)

Most Popular

To Top