Polisi Kembali Ciduk Bandar Sabu – Ambon Ekspres
Hukum

Polisi Kembali Ciduk Bandar Sabu

FOTO: SAHDAN FABANYO/AMEKS

AMEKS ONLINE, AMBON.––Aparat kepolisian dari Satnarkoba Polres Ambon kembali mengungkap kasus penyalagunaan narkoba di Kota Ambon. Kali ini polisi berhasil mengamankan bandar dan pengedar barang haram itu.

Polisi menangkap 3 tersangka baru dalam pengungkapan kali ini. Ketiga tersangka itu masing-masing Yusuf Pattinama alias Yus (35), Andreas Zylstra (28), dan Broery Amanupunjo (31). Ketiga tersangka berdomisili di Kelurahan Benteng, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Mereka ditangkap terpisah. Awalnya polisi pada Rabu (23/8) sekira pukul 02.00 WIT menangkap Yus. Dia tidak berkutik karena dari tangannya polisi mengamankan 2 paket sabu siap edar.

Saat diinterogasi, Yus “bernyanyi”. Dia menyebut Broery juga seorang pengedar. Broery akhirnya dicokok polisi sekira pukul 04.30 WIT. Dari tangan Broery, polisi mengamankan barang bukti 8 paket sabu siap edar.

Dari pemeriksaan, keduanya kemudian menyebut Andreas sebagai bandar. Polisi kemudian menangkap Andreas. Dari tangannya diamankan timbangan digital yang biasa digunakan untuk menimbang sabu dan uang tunai sebesar Rp 9 juta.

Ketiga tersangka ini kemudian digelandang ke Markas Polres Ambon untuk menjalani pemeriksaan intensif. Mereka kemudian dijebloskan ke tahanan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. ‘’Ada sekitar 10 paket sabu. Hasil pengembangan, barang tersebut didatangkan dari Jakarata dan masuk Ambon melalui jasa pengiriman. Jadi kita amankan 3 orang, 2 merupakan pengedar dan 1 orang bandar,’’ ungkap wakil Kapolres Ambon, Kompol Agung Tribawanto kepada wartawan, Senin (28/8).

Dia memastikan, pengembangan dan penyelidikan tetap akan terus terus dilakukan polisi. “Pengembangan kasus ini masih dilakukan. Mereka ini jaringan lain. Tidak ada hubungan dengan beberapa jaringan narkoba sebelumnya yang berhasil diungkap. Jaringan-jaringan ini masih kita kengembangan dan selidiki,’’ tandas Agung.

Agung memastikan, hasil pengembanagan kasus sebelumnya ada indikasi banyak jaringan pengedar narkoba yang kerap beroperasi di Ambon dan sekitarnya. “Indikasinya banyak jaringan narkoba di Ambon. Kurang lebih ada sekitar 28 jaringan narkoba yang terindiakasi oleh kita. Kebanyakan barang didatangkan dari luar Maluku. Untuk itu, sudah kita atensikan untuk satresnarkoba dan polsek jajaran untuk terus memantau. Ini sesuai instruksi Presiden untuk memberantas narkoba dan dijadikan musuh bersama, ” tutur Tribawanto.

Menyoal barang bukti diamankan, Agung memastikan belum dilakukan penimbangan. Namun untuk per paket hemat yang kemudian dijual tersangka dengan haraga cukup terjangkau. “Kalau total beratnya berapa, belum bisa kita pastikan. Namun kalau biasa dijual harganya Rp 500 ribu per paket,” tutur Tribawanto.

Pada kesempatan tersebut, dia berharap agar masyarakat, khususnya di Kota Ambon untuk menghindari narkoba. “Masyarakat harus menjauhkan diri dari narkoba, karena salah satu faktor marak peredaran narkoba dipengaruhi peminat barang ini,” pesannya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Ambon AKP Aleks Umar Kamali memastikan, ketiga tersangka merupakan pemain lama narkoba yang kerap beroperasi di wilayah Kota Ambon. “Sebenarnya, ketiga tersangka ini TO (target operasi) kita sudah lama. Kita buntuti terus, jadi mungkin hari naas mereka untuk tertangkap. Pengambanagn disini (Ambon) sudah mentok. Pengakuan barang dari dari luar Maluku. Ini yang masih dikembangkan terus untuk menelusi jaringan ini lebih jauh lagi,” jelas Aleks.(ERM)

Click to comment

Most Popular

To Top