Amir, Angganoto dan Jhon Tersangka Terkait Proyek Terminal Transit – Ambon Ekspres
Hukum

Amir, Angganoto dan Jhon Tersangka Terkait Proyek Terminal Transit

Ilustrasi/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.––Setelah beberapa kali ditunda, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku akhirnya menetapkan tiga
tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Terminal Transit Tipe B di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Ketiga tersangka itu masing-masing mantan Kadis Perhubungan Kota Ambon Angganoto Ura, Direktur PT Reminal Utama Sakti Amir Gaus Latukonsina, dan Konsultan Pengawas dari CV Jasa Intan Mandiri, Jhon Lucky Mentubun.
“Setelah melalui serangkain penyidikan berupa pemeriksaan fisik, pemeriksaan ahli, dan dilakukan ekspose gelar perkara pada 28 Agustus 2017, maka penyidik telah resmi menemukan dua alat bukti yang cukup guna menentukan tersangka. Dan dalam perkara ini, resmi tim penyidik menetapkan tiga orang sebagai tersangka,” ungkap Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada wartawan di ruang pers Kejati Maluku, Selasa (29/8).

Ketiganya ditetapkan tersangka untuk perkara dugaan korupsi dalam pekerjaan pembangunan terminal transit tahun anggaran 2008 dan tahun 2009. Total anggaran yang telah terkuras sebesar Rp 55 miliar. “Saudara AU saat itu bertindak sebagai PPTK pada Dishub Kota Ambon ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat penetapan tersangka Nomor : B-1235/S.1/Fd.1/08/2017 tertanggal 28 Agustus 2017. Saudara AGL berdasarkan surat penetapan tersangka Nomor : B-1236/S.1/Fd.1/08/2017, tertanggal 28 Agustus 2018, dan saudara JLM selaku tenaga ahli ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat penetapan Nomor: B-1237/S.1/Fd.1/08/2017, tertanggal 28 Agustus 2017,” jelas Samy.

Menurut Samy, perbuatan ketiga tersangka atas proyek mangkrak ini, melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. “Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka hanya untuk perkara dimaksud dalam tahun anggaran 2008 dan tahun 2009. Selanjutnya, kita ikuti saja prosesnya,” ujar Samy.

Setelah penetapan tersangka, lanjut Samy, untuk mempercepat proses penyidikan guna merampungkan berkas perkara ketiga tersangka ditahap penyidikan, selain pemeriksaan saksi lainya, juga ketiga tersangka akan diagendakan untuk diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka. “Mereka (tersangka) sesuai mekanisme penyidik akan menprogreskan pemeriksaan terhadap mereka untuk dilakukan pemeriksaan kembali guna merampungkan berkas perkara mereka ditahap penyidikan, tanpa terkecuali saksi-saksi lainya. Intinya, soal penetapan tersangka lainya itu kewenangan penyidik,” tegas Samy.

Praktisi hukum Hendrik Lusikooy memberikan apresiasi kepada Kejati Maluku yang telah merealisasikan janji mereka untuk dilakukanya penetapan tersangka dalam perkara yang telah menguras dana negara sebesar Rp 55 miliar itu. “Perlu kita berikan apresiasi karena janji dimaksud telah dipenuhi. Janji ini akan terus ditepati untuk perkara-perkara lainya sehingga kepastian hukum terhadap sejumlah perkara yang ditangani oleh Kejati Maluku dibawah komando pak Manumpak Pane akan selalu dipercaya oleh publik,” terang Hendrik.

Mega proyek terminal transit Passo tipe B di Desa Passo, Kecamtan Baguala, Kota Ambon sangat disayangkan. Selain belum difungsikan hingga kini, proyek bernilai Rp 55 miliar itu ternyata kontruksinya amburadul.
Hal ini tergambar saat turunnya tim penyidik bersama tiga ahli dari Poltek Negeri Ambon beberapa waktu lalu.

Proyek tersebut diketahui pekerjaannya tidak sesuai dengan bestek yang tentunya menguntungkan pihak pelaksana proyek maupun pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan tersebut.(NEL)

Most Popular

To Top