Kasus Transit Passo Rugikan Negara Rp 3 M – Ambon Ekspres
Hukum

Kasus Transit Passo Rugikan Negara Rp 3 M

AMEKS ONLINE, AMBON.–Amir Gaus Latukonsina, Angganoto Ura dan Jhon Luky Mentubun sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (kejati) Maluku. Perbuatan ketiga tersangka dalam proyek pembangunan Terminal Transit tipe B di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon tahun 2007-2015 itu merugikan negara Rp 3 milair dari total dana Rp 55 miliar. “Untuk perhitungan kerugian keuangan negara oleh ahli Poltek Negeri Ambon yang kita periksa adalah sebesar Rp 3 miliar lebih,” ungkap Kasi Penyidikan Kejati Maluku, Ledrik Takandengan kepada wartawan di Kantor Kejati Maluku, Rabu (30/8).

Dia menjelaskan, mega proyek nangkrak tersebut terindikasi kuat ada perbuatan pidana dengan modus mark up anggaran yang bersumber dari APBD maupun APBN itu. Pasalnya, dari hasil pemeriksaan ditahap penyidikan maupun pemeriksaan fisik bersama dengan tim ahli bidang teknis dari Poltek Negeri Ambon diduga volume pekerjaan tidak sesuai dengan nilai kontrak yang ada. “Jadi sangat kelihatan bahwa ini merupakan suatu tindakan mark up anggaran proyek. Karena volume pekerjaan yang ada di lapangan itu tidak sesuai dengan nilai kontrak. Ini yang sangat kelihatan. Selain itu juga pekerjaannya amburadul,” jelas Ledrik.

Diakuinya, Amir Gaus cs ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik khusus untuk tahun anggaran 2008 dan 2009. Ini dikarenakan setiap tahun sejak 2007 hingga 2015 dianggarkan dana proyek tersebut. “Jadi, pekerjaan ini jelas tidak sesuai. Jauh dari kontrak. Ketiga orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka telah melalui serangkain penyidikan dan proses ekpose yang digelar tim penyidik dan pimpinan,” kata Ledrik.

Diberitakan sebelumnya, setelah melalui serangkain penyidikan berupa pemeriksaan fisik, pemeriksaan ahli, dan dilakukan ekspose gelar perkara pada tanggal, 28 Agustus 2017, maka penyidik telah resmi menemukan dua alat bukti yang cukup guna menentukan tersangka. Dan dalam perkara ini, resmi tim penyidik menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

Perbuatan ketiga tersangka atas proyek ini, mereka dinilai melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. “Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka hanya untuk perkara dimaksud dalam tahun anggaran 2008 dan tahun 2009. Selanjutnya, kita ikuti saja prosesnya,” ujar Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette.

Mega proyek Terminal Transit Passo tipe B di Desa Passo, Kecamtan Baguala, Kota Ambon sangat disayangkan. Selain belum difungsikan hingga kini, proyek bernilai Rp. 55 miliar itu ternyata kontruksinya amburadul.

Hal ini tergambar dengan turunya tim penyidik bersama tiga ahli dari Poltek Negeri Ambon beberapa waktu lalu. Proyek tersebut, diketahui pekerjaanya tidak sesuai dengan bestek yang tentunya menguntungkan pihak pelaksana proyek maupun pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan tersebut. (NEL)

Click to comment

Most Popular

To Top