DPRD Akan Panggil Kontraktor – Ambon Ekspres
Berita Utama

DPRD Akan Panggil Kontraktor

AMEKS ONLINE, AMBON.––Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ambon beserta CV Bangun Jaya Permai bakal dipanggil DPRD Ambon. Pemanggilan tersebut terkait realisasi ganti rugi terhadap kecelakaan maut yang menewaskan dua orang dan 5 orang lainnya luka-luka akibat pengerjaan jalan di Dusun Taeno, Desa Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon, Selasa (29/8) lalu.

Ketua Komisi III DPRD Ambon, Christianto Laturiw mengaku, tergelincirnya Peneu Matic Roller (PTR) terhadap proyek pekerjaan jalan di Dusun Taeno, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Teli Nio selaku pemenang tender milik CV Bangun Jaya Permai. Sesuai penjelasan keluarga korban, kata laturiuw, Teli datang bersama pihak kepolisian untuk meminta maaf dan siap melakukan ganti rugi terhadap korban yang ditinggalkan.

Hal ini akan dipastikan komisi untuk memanggil Teli selaku kontraktor atas realisasi kepada keluarga korban. Sekaligus untuk menanyakan sejauh mana proyek yang telah dikerjakan. “Kita tetap akan memanggil Teli Nio selaku orang yang bertanggung jawab atas kejadian maut di Taeno. Dimana kita akan meminta penjelasan soal realisasi ganti rugi yang telah dijanjikan kepada keluarga korban. Sekaligus kita akan tanyakan soal sejauh mana proyek tersebut dikerjakan. Karena ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab CV Bangun Jaya Permai dibawah pimpinan Teli,” tandas Laturiuw kepada awak media di Balai Rakyat DPRD Ambon, Senin (4/9).

Politisi Gerindra ini mengaku, dalam rapat internal telah diputuskan untuk memanggil Teli setelah pelaksanaan HUT Kota Ambon ke 442, pada 7 September 2017. Teli akan dihadirkan bersama Kepala Dinas PUPR Kota Ambon Brury Nanulaita beserta jajarannya, untuk rapat bersama dengan komisi terkait beberapa hal tersebut. “Kita rencanakan pekan ini. Tapi karena ada HUT Kota Ambon dan pembahasan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD, makanya kita rencanakan Jumat ini atau Senin pekan depan. Karena pemanggilan ini juga terkait pengawasan kita sebagai DPRD terhadap sejumlah proyek di Kota Ambon,” ingatnya.

Anggota Komisi III DPRD Ambon Dapil Teluk Ambon, Taha Abubakar menegaskan, pemanggilan tetap akan dilakukan. Karena selain berkaitan dengan fungsi pengawasan atas program-program pemerintah yang sementara dikerjakan, komisi juga akan menanyakan soal ganti rugi kontraktor terhadap keluarga korban. Pasalnya, ditakutkan bahwa ganti rugi itu tidak sesuai atau tidak dijalankan penuh oleh pihak kontraktor setelah persoalan ini dianggap selesai. “Kita tetap akan agendakan pemanggilan. Karena sudah ada komitmen dari kontraktor untuk ganti rugi terhadap keluarga korban. Dan sudah disanggupi oleh kontraktornya untuk menghidupi 4 anak korban. Dan kita ingin pastikan bantuan yang diberikan itu seperti apa. Takutnya, ini hanya akal-akalan untuk tidak terlibat persoalan hukum,” tuturnya.

Politisi PPP ini berharap, ada peningkatan pekerjaan dari pihak kontraktor serta pengawasan yang lebih maksimal dar pihak PUPR kota Ambon. Yang mana, proyek pekerjaan jalan tersebut, baru setengah dikerjakan. Dan masih akan dilakukan kembali di siang hari. Sehingga harus ada kepastian peningkatan keamanan, sehingga tidak menimbulkan peristiwa yang tidak diinginkan dikemudian hari. “Kita ingatkan agar ada peningkatan keamanan dari kontrak sama dinas terkait. Sehingga jika program ini dilanjutkan, tidak akan ada lagi korban dari proyek tersebut. Dan semua itu akan kita tanyakan saat pemanggilan nanti. Intinya kita berharap, pihak kontraktor tidak main-main dengan ganti rugi yang dijanjikan. Dan kita terus lakukan pengawasan sesuai fungsi kita di DPRD,” ingatnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas PUPR Kota Ambon, Robby Sapulette mengaku, upaya realisasi ganti rugi dari pihak kontraktor dan keluarga korban, masih terus dilakukan. “Untuk realisasi, sudah ada pendekatan yang dilakukan kontraktor kepada pihak keluarga korban. Dimana sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor karena sebagai pelaksana kerja. Dan ganti rugi sementara diatur dengan melibatkan pihak kepolisian,” terangnya.

Menurutnya, pihak dinas telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyelesaikan persoalan ini. Sehingga pekerjaan tersebut dapat diselesaikan. Karena sampai saat ini, baru setengan jalan yang dikerjakan pihak kontraktor. Dan harus diselesaikan sesuai waktu yang ditentukan. Akan tetapi, lanjut dia, akan ada peningkatan keamanan. Dengan lebih melibatkan aparat keamanan dan sejumlah alat untuk mengantisipasi pekerjaan tersebut.
Namun, dirinya membantah usulan warga yang ingin agar proyek tersebut dikerjakan malam hari. Dengan alasan, pekerjaan tersebut sangat berisiko jika dikerjakan malam hari. Dan harus dipaksakan untuk dikerjakan disiang hari. Dimana warga harus mengantri ketika pengaspalan sementara dilakukan.

Sekadar tahu, Selasa (29/8) terjadi kecelakaan maut di Dusun Taeno. Kecelakaan menewaskan 2 orang dan 5 orang lainnya luka-luka. Korban meninggal adalah Hiradin Rumbia beserta istrinya Nurida. Keduanya merupakan warga Dusun Taeno, yang tergilas oleh PTR ketika mengendarai motor Jupiter MX dengan nomor polisi DE 2382 LC. Kini persoalan ini masih dalam penanganan pihak kepolisian setempat. (ISL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!