Oknum Polisi Cabul Ditahan – Ambon Ekspres
Kriminal

Oknum Polisi Cabul Ditahan

AMEKS ONLINE, NAMLEA.––Kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oknum polisi berinisial Bripka AM alias Ahmad sudah diproses hukum. Laporan yang disampaikan korban RA sudah ditindaklanjuti Propam dan Satreskrim Polres Buru. Demikian disampaikan Wakil Kapolres Buru Kompol Irfan Reza kepada Ambon Ekspres di Namlea, Selasa (5/9).

Dikatakan, pihaknya akan bertindak profesional dalam menangani kasus dugaan pemerkosaan dengan latar belakang kepemilikan foto bugil itu. Kini oknum anggota polisi itu sudah diamankan pihak Propam Polres Pulau Buru. ‘’Oknum polisi ini sudah kita amankan dan ditahan di Mapolres Buru sambil menjalani proses pemeriksaan,’’ tutur Reza.

Dikatakan, saat ini korban juga sudah mulai menjalani permeriksaan oleh penyidik terkait dugaan keterlibatan oknum polisi itu. Selain oknum polisi, ada seorang terduga pelaku lainnya yang bernama Rudi Longa (RL) yang juga masih kerabat korban. ‘’Jadi dalam kasus ini ada dua pelaku yakni satu merupakan anggota Polri dan satu lainnya merupakan masyarakat yang mana kedua pelaku tersebut masih memiliki hubungan keluarga dengan korban. Untuk pelaku yang merupakan masyarakat itu yakni RL sudah dilaporkan ke SPK Polres Buru dan akan ditangani Satreskrim Polres Pulau Buru,’’ kata dia.

Dirinya menegaskan telah memerintahkan satreskrim untuk melakukan pengusutan terhadap kasus tersebut. Pemeriksaan tetap akan berjalan bersamaan di Propam dan Satreskrim Polres Buru. “Mengingat itu juga berkaitan denga pidana umum maka saya perintahkan satreskrim tangani 2 tersangka itu di pidana umum. Kalau pidana umum terbukti sudah pasti pelanggaran kode etik akan mengikuti. Kemudian sambil jalan pidana umum, maka propam tangani terkait pelanggaran kode etik anggota tersebut,” jelas Reza.

Reza menambahkan, saat ini korban juga sementara dimintai keterangan. “Intinya, kita akan melakukan tugas kita secara profesional dan tidak ada tebang pilih. Jika kasus tersebut terbukti maka akan diproses sesuai ketentuan UU yang berlaku,’’ tandasnya.

Diketahui, setelah melakukan pelaporan terhadap oknum anggota polisi, kini korban melaporkan kasus yang sama yakni pengancaman dan pemerkosaan dengan terduga pelaku berinisial RL. Laporan disampaikan ke SPK Polres Buru pada Selasa (5/9) pukul 12.00 WIT.

Dalam laporan itu, disebutkan korban mengaku diperkosa RL di Penginapan 2 Putra, Desa Namlea, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru. Sesuai dengan laporan polisi, awalnya korban mengaku mendapat ancaman pelaku karena memiliki foto – foto bugil korban.

Tercatat pelaku melakukan aksi itu sebanyak 3 kali dengan korban. Selain dipenginapan, korban juga melayani pelaku di rumah pelaku yang berada di Desa Biloro, Kecamatan Kepala Madan, Kabupaten Buru Selatan (Bursel).

POLDA BACK UP
Kasus dugaan pemerkosaan dengan ancaman akan menyebarkan foto bugil itu juga mendapat perhatian Polda Maluku. ‘’Untuk kasus pemerkosaan yang melibatkan oknum polisi ini sudah kami perintahkan reskrim Polres Buru untuk segera berkoordinasi dengan keluarga korban maupun pihak Propam Polres Buru untuk segera mengambil langkah-langkah hukum untuk memproses kasus itu,” ungkap Direktur Reskrimum Polda Maluku, Kombes Polisi Gupuh Setiyono.

Menurut dia, kasus itu sementara masih ditangani Propam Polres Buru. “Sambil kami tunggu, maka diperintahkan untuk koordinasi, karena terduga pelakunya kan ada masyarakat dan anggota polisi,” tuturnya.

Gupuh menegaskan, siapapun pelakunya, tetap akan diusut tuntas. Apalagi yang terlibat merupakan oknum anggota Polri. “Siapapun dia, apalagi anggota Polri, kalau salah kita proses. Kami akan back up polres, sehingga kasus-kasus seperti ini (pencabulan dan pemerkosaan), akan ditangani secara baik dan harus tuntas. Sementara masih dalam penyelidikan,” tandasnya.

Kabid Humas Polda Maluku, AKBP Abner Richard Tatuh menambahkan, pihaknya, tetap akan mengusut tuntas kasus dugaan tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh Bripka AM alias Ahmad, anggota Polsek Kepala Madang, Polres Buru. “Kalau untuk Bripka AM, yang diduga terlibat dalam kasus pencabulan itu, sementara ditangani oleh Propam Polres Buru. Propam masih melakukan penyelidikan, guna mengungsut tuntas kasus yang melibatkan anggota Polri itu,” kata Tatuh.

Tatauh menegaskan, tidak ada ampun bagi anggota Polri yang melakukan pelanggaran disiplin maupun melakukan tindak pidana. “Kami memang sangat menyesali perbuatan yang diduga dilakukan oleh oknum Bripka AM alias Ahmad. Kami juga meminta maaf kepada keluarga dan masyarakat. Tetapi percayakan kepada kami. Siapapun dia, apalagi anggota pasti akan kita proses dan tindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Perintah pimpinan jelas, siapapun yang bersalah harus dihukum,” tegas mantan Kapolres MTB ini.(DHE/AHA)

Click to comment

Most Popular

To Top