Komar – Michael Menguat di PDIP – Ambon Ekspres
Politik

Komar – Michael Menguat di PDIP

AMEKS ONLINE, AMBON.—Komarudin Watubun masih berpeluang diusung PDI Perjuangan sebagai bakal calon Gubernur Maluku. Dia disebut-sebut menggandeng kader Demokrat, Michael Wattimena sebagai wakil.

Informasi yang diperoleh Ambon Ekspres menyatakan, ada dua alasan utama, selain sejumlah alasan lainnya, dibalik keinginan PDIP dan Demokrat berkoalisi, dengan Komar dan Michael sebagai kandidat.

Pertama, mengikuti dinamika kedua partai ini di pusat yang sudah mulai mencair, setelah Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono bertemu di Istana Negara pada upacara 17 Agustus lalu.

Kedua, Komar dan Michael punya jaringan dan lobi kuat ke pusat kekuasaan dan pemerintahan untuk kepentingan Maluku ke depan. Komar, ketua bidang kerhomatan DPP PDIP dan anggota DPR. Sementara Michael, pengurus DPP Partai Demokrat dan anggota Komisi V DPR. Peluang “kawin” politik antara PDIP (7 kursi) dan Demokrat (6 kursi) sudah menguat atau mencapai 50 persen. Cenderung bertambah, atau justru gagal, sangat dipengaruhi dinamika internal dua partai besar ini beberapa waktu ke depan.

Di DPP PDIP, wacana ini sudah menguak. Bahkan, sejumlah kader PDIP di Maluku yang dihubungi secara terpisah, mengaku telah mendengar informasi ini, terutama terkait kemungkinan Komar-Michael berpasangan. “Ya, saya sudah dengar. Saya sempat kaget juga,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Tobhyhend Sahureka kepada Ambon Ekspres, Rabu (6/9).

Sahureka kaget, karena beberapa bulan terkahir, Komar diwacanakan dengan figur lain. Di lain sisi, Michael juga didorong oleh petinggi Demokrat untuk maju. Tetapi, menurut Sahureka, DPP PDIP dan Partai Demokrat maupun Komar dan Michael pasti sudah punya hitung-hitungan politik yang matang sebagai dasar membangun komunikasi koalisi dan pasangan. “Saya juga tidak tahu bagaimana hitung-hitung mereka. Tapi sudah pasti, mereka akan menghitung semua potensi dan peluang,” jelas dia.

Olehnya itu, lanjut mantan anggota DPRD Maluku itu, apapun keputusan DPP, kader tetap taat melaksanakannya. “Kalau saya, pak Komar kan mendaftar. Dan kalau itu merupakan keputusan DPP, ya mau bikin apalagi. DPP punya hak mutlak,” ujarnya.
Hasil survei tiga lembaga, yakni Sinergi Data Indonesia (SDI), Indo Barometer (IB) dan Media Survei dan Strategis (MSS) menunjukkan elektabilitas Komar belum signifikan. Faktor elektabilitas ini bukan masalah buat PDIP.

PDIP, kata Sahureka, sudah banyak membuktikan kerja politiknya untuk memenangkan kepala daerah yang diusung, tanpa survei elektabilitas sebagai rujukan utama. Baik di Maluku maupun di daerah lainnya. “Dulu (Pilgub 2013) pak Daud Sangadji juga tidak berproses di PDIP. Jadi, tidak menjadi masalah kalau Michael dijadikan wakil. Kami ini kan juga pernah mengusung orang dengan nol persen. Misalnya macam pak Herman dan pak Daud. Mereka punya jaringan untuk kerja. Dulu Jokowi di Jakarta juga begitu, Ganjar Pranowo di Jawa Tengah juga begitu,” paparnya.

Dia tidak berspekulasi tentang arah rekomendasi dan koalisi. Sebab, ada lima kader bakal calon gubernur, yakni Tagop Soulisa, Komarudin Watubun, Herman Koedoeboen, Bitzael Temmar dan Barnabas Ornor sebagai balon gubernur. Sementara Edwin Huwae dan Evert Kermite, mencalonkan diri sebagai wakil gubernur.

Soal kemesraan Megawati dan SBY pada HUT RI lalu, menurut dia, merupakan pertanda baik. ”Kita lihat kemarin di TV, waktu ibu Mega dan pak SBY di istana mesra-mesraan. Itu kan suatu pertanda baik,” pungkasnya.
DINILAI LAYAK

Sementara itu, kader Demokrat mengaku, belum mengetahui wacana duet Komar – Michael. Tetapi, menurut mereka, dua figur ini layak berpasangan dan diusung sebagai bakal calon gubernur dan wakil Gubernur Maluku periode 2018-2023. “Sangat layak. Tetapi, kita kembalikan kepada DPP lewat majelis tinggi partai untuk memutuskan,” kata ketua DPC Partai Demokrat Kota Ambon, Tomwin Rio Tamaela.

Kelayakan kedua figur ini, lanjut dia, meliputi kapasitas, jaringan dan kombinasi wilayah. Berkapasitas, karena saat ini Komar dan Michael merupakan anggota DPR, yang tentu juga punya jaringan langsung ke pusat pemerintahan.

Berikutnya, Komar mewakili wilayah Tenggara, dan Michael dari Maluku Tengah. “Kombinasi Maluku Tenggara – Maluku Tengah. Kemampuan intelektual mempuni. Tinggal bagaimana mereka meyakinkan masyarakat Maluku dengan program yang jelas ke depan,” papar Tamaela.

Tingkat pengenalan (popularitas), penerimaan (askeptabilitas) kesukaan (liketibility) dan keterpilihan (elektabilitas) Komar dan Michael, diakuinya, masih di bawah petahana, Said Assagaff. Tetapi, masih ada waktu bagi keduanya memompa empat faktor penting itu.

Lagi pula, lanjut dia, elektabilitas tidak menjamin kemenangan seorang calon kepala daerah. Juga untuk memperoleh rekomendasi partai politik. “Elektabilitas, silahkan diuji. Masih ada waktu. Lagi pula meski punya elektabilitas tinggi, tapi tak punya kenderaan, bagaimana. Ini juga masalah,” jelas anggota DPRD Kota Ambon itu.

ARAH REKOMENDASI PD
Michael Wattimena memang tidak mendaftar secara resmi dan berproses di partai Demokrat, maupun parpol lainnya. Tetapi, dia didorong oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Demokrat Hinca IP Pandjaitan secara lisan, untuk maju di Pilgub Maluku.

Kader Demokrat yang mendaftar sebagai gubernur, adalah mantan Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Jacobus Puttileihalat. Sedangkan untuk wakil yakni ketua komisi A DPRD Maluku, Melkias Frans dan mantan anggota DPRD Maluku sekaligus bendahara DPD Demokrat, Liliane Aitonam.

Menurut Tamaela, keputusan Demokrat tak selamanya berdasarkan proses dan mekanisme. Ada diskresi dari DPP untuk merekomendasi kandidat di luar yang mendaftar dan berproses di Demokrat secara resmi. “Tidak ada masalah. Soal mekanisme, itu DPP yang paling tahu. Tapi, kan juga ada diskresi. PDIP pernah pakai diskresi, dimana Herman hanya sebagai calon wakil gubernur, tiba-tiba masuk sebagai calon gubernur,” jelasnya.

Sebagai struktur partai di tingkat kabupaten/kota, tegas Tamaela, DPC Demokrat Kota Ambon siap mengamakan keputusan DPP. Baik itu untuk kader maupun non kader. ”Kita siap amankan keputusan dan perintah DPP,” pungkasnya. (TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!