Tegas, TNI-Polri Netral di Pilkada – Ambon Ekspres
Berita Utama

Tegas, TNI-Polri Netral di Pilkada

Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo, didampingi Kapolda Maluku, Irjen Pol Deden Juhara bersama Forkopinda, melihat ratusan pucuk senpi, hasil operasi Yonif 726/Tamalatea dan Yonif 734/SNS, di Mako Lantaman IX Ambon. Rabu (6/9).

AMEKS ONLINE, AMBON.—Jauh sebelum pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Maluku pada 2018 mendatang, Pangdam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Doni Monardo mengingatkan seluruh jajarannya untuk tetap menjaga netralitas. Hal yang sama juga ditegaskan Kapolda Maluku Irjen Polisi Deden Juhara.

Monardo mengatakan, kenetralan TNI dalam pilkada Gubernur Maluku, Walikota Tual dan Bupati Maluku Tenggara yang akan berlangsung serentak tahun 2018 telah menjadi komitmen TNI sejak dulu. Hal itu tak bisa ditawar lagi. “Kenetralan itu sudah menjadi komitmen sejak dulu. Tidak ada alasan apapun bagi seorang prajurit TNI untuk terlibat dalam pilkada maupun politik praktis,” kata Monardo usai memimpin upacara penerimaan Satgas Yonif Raider 515/ UTY dan pelepasan satgas Yonif 726/Tamalatea dan satgas Yonif  734/SNS   di Lapangan Upacara Lantamal IX Ambon, Rabu (6/9).

Menurut mantan Komandan Paspampres di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, kenetralan TNI dalam pilkada maupun pemilihan legislative hingga pemilihan presiden telah menjadi komitmen sejak dulu, sehingga komitmen itu tidak bisa dilanggar. Bila dilanggar maka akan ditindak tegas. “Jika ada yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung maka masyarakat diminta untuk segera dilaporkan agar diberikan sanksi tegas. Hal itu mengingat 2018 mendatang Maluku, akan melangsungkan pemilihan gubernur, Walikota Tual dan Bupati Maluku Tenggara,” jelas dia.

Jenderal dua bintang di pundak ini mengaku, prajurit yang bertugas diwilayah territorial tentu mudah terpengaruh, namun sudah dapat diantisipasi oleh jajaran pimpinan diwilayah terirorial maupun di tingkat atas. “Netral pilkada. Itu tidak ada tawar menawar. Biasanya mungkin yang dipengaruhi itu satuan yang bertugas diwilayah territorial. Itu mungkin yang lebih mudah dipengaruhi, ikut terlibat politik praktis. Tapi yakinlah kepada TNI khususnya Kodam Pattimura. Kami tidak akan memberikan toleransi sekecil apapun bagi prajurit kami yang terlibat dalam politik paraktis itu. Kalau ada indikasi silahkan laporkan kita segara ambil alih itu,” tegas Monardo.

Sementara Kapolda Maluku, Irjen Polisi Deden Juhara menambahkan, kenetralan bukan saja menjadi komitmen TNI, melaikan juga jajaran kepolisian termasuk yang ada di Polda Maluku. “Jelas dan tegas. TNI dan Polri, tidak akan terlibat dalam politik. Baik langsung maupun tidak langsung. Itu komitmen kami sejak dulu. Dan komitmen itu akan dilaksanakan oleh seluruh personil, baik yang berada di tingkat atas maupun yang berada ditingkat bawah,” kata dia.

Dia menandaskan, komitmen menjaga kenetralan itu membuat TNI dan Polri harus melaksanakan tugas pengamanan di Maluku termasuk saat pilkada dapat berjalan dengan baik. Dia juga menjamin kenetralan Polri dalam Pilkada 2018, meski nantinya ada mantan perwira tinggi Polri, yang akan ikut bertarung. “Siapapun dia, komitmen Polri sama dengan komitmen TNI. Netral dalam pilkada itu harga mati. Jadi jika ada yang terlibat, silahkan sampaikan. Pasti akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.
CONTOH SOLIDITAS TNI/POLRI

Kebersamaan dan kekompakan TNI/Polri dalam melaksanakan pengamanan di daerah ini membuat Maluku dijadikan sebagai contoh soliditas TNI/Polri di Indonesia. Pangdam juga menekankan kepada Satgas Ops Pamrahwan untuk selalu membangun komunikasi, koordinasi antara masyarakat dengan Polri. Hal itu disebabkan karena Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo maupun Kapolri Jenderal M Tito Karnavian telah menjadikan Maluku, sebagai daerah percontohan dan laboraturium soliditas TNI, Polri di Indonesia. “Jaga hubungan baik dengan Polri. Hampir setahun ini, nyaris tidak ada insiden antara TNI dan Polri. Kalau toh ada kesalapahaman bisa langsung diselesaikan di lapangan. Maluku dijadikan laboraturium kerukunan dan soliditas TNI/Polri. Batalyon 515/UTY dan 732/Banau untuk bisa menjaga dan menciptakan laboraturium soliditas TNI/Polri itu,” katanya mengingatkan.

Kapolda Maluku Irjen Polisi Deden Juhara menambahkan, bukan saja untuk prajurit TNI melainkan jajaran kepolisian juga harus membangun komunikasi dan koordinasi dengan baik, demi mempertahankan laboraturium TNI/Polri itu. “Maluku bukan saja jadi laboraturium kerukunan antar umat beragama, tetapi juga laboratoirum soliditas TNI/Polri. Jaga dan pertahankan itu. Tinggalkan ego-ego individu maupun satuan, karena tugas kita adalah menjaga keamanan masyarakat dan NKRI,” tegas dia.

Dihadapan ratusan prajurit TNI dari Satgas Ops Pamrahwan Yonif Raider 515/Ugra Tapa Yudha, jenderal polisi ini mengatakan, 2018 mendatang Maluku juga diperhadapkan dengan momentum pilkada. Ini harus menjadi perhatian TNI/Polri untuk selalu meningkatkan komunikasi koordinasi dalam mengamankan event politik tersebut. “Mari kita kerja sama dengan baik, antara TNI dan Polri, untuk sama-sama menjaga keamanan di wilayah Maluku. Terutama saat pilkada. Kepada prajurit satgas pamrahwan, koordinasi dan komunikasi dengan Polri. Polri akan tetap bersama dengan TNI, untuk melakukan yang terbaik bagi masyarakat,” pesan dia. (AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!