Transit Passo Kewenangan Pemprov – Ambon Ekspres
Berita Utama

Transit Passo Kewenangan Pemprov

AMEKS ONLINE, AMBON.—Pekan lalu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku resmi menetapkan tiga tersangka atas dugaan kasus korupsi proyek pembangunan Terminal Tipe B di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. Salah satu tersangka adalah mantan Kadis Perhubungan Kota Ambon, Angganoto Ura.

Namun Pemkot Ambon tidak ikut campur atas kasus tersebut. Dengan alasan, Terminal Transit Passo menjadi kewenangan Pemprov Maluku. Angganoto Ura dianggap paling paling bertanggungjawab.

Dengan jabatan sebagai Asisten I Pemkot Ambon ini, Angganoto sempat membantah bahwa dirinya tidak pernah terlibat kasus tersebut. Disamping itu, Pemkot Ambon juga enggan berkomentar banyak terkait penetapan Angganoto sebagai tersangka.
Pemkot Ambon sepenuhnya menyerahkan persoalan dugaan kasus korupsi Terminal Transit Passo kepada pihak Kejati Maluku. “Itu persoalan hukum dan saya tidak ikut campur soal persoalan hukum tersebut. Dan prosesnya jalan seperti biasa,” tandas Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, kepada awak media, Rabu (6/9).

Diakuinya, secara pribadi kurang sependapat dengan perencanaan Terminal Transit Passo. Karena dia menduga ada yang salah terhadap proyek miliaran rupiah tersebut. Sampai saat ini proyek tersebut belum juga terselesaikan. Akan tetapi, lanjut dia, proses pengerjaan proyek tersebut menjadi kewenangan Pemprov Maluku. ‘’Terminal transit merupakan terminal tipe B sehingga menjadi tangggung jawab penuh Pemprov Maluku. Kalau tipe C maka itu kewenangan kabupaten/kota maka tentu akan kita bantu dan dianggarkan dengan APBD.

Tapi karena itu tipe B maka sepenuhnya tanggung jawab Pemprov Maluku. Jadi masalahnya disitu,” terangnya.
Ketua DPD II Golkar Kota Ambon ini menilai, proses pengerjaan Terminal Transit Passo sejak awal sudah salah. Terminal ini telah digabungkan dengan pertokoan. Dan dari satu proyek melibatkan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perdagangan. Maka tidak akan mungkin diselesaikan berdasarkan satu proyek tersebut sehingga akan dikoordinasikan dengan Pemprov Maluku lewat Gubernur Maluku Said Assagaff. “Jadi satu proyek ditanggung dua kementreian, itu keliru. Tidak mungkin kementerian perdagangan akan bantu, karena itu satu proyek. Itu kekeliruan dari awal. Maka saya berencana mau berunding dengan pak gubernur. Bahwa kita mau serahkan saja buat provinsi untuk selesaikan. Kalau tidak, ketika diselesaikan oleh provinsi, tentu akan miring juga ke pemerintah kota,” pungkasnya.

Anggota Komisi III DPRD Ambon, Ali Rahman Ohorella menegaskan, persoalan Transit Passo merupakan tanggung jawab Pemprov Maluku karena masuk terminal tipe B. Akan tetapi, Pemkot Ambon tidak bisa lepas tanggung jawab begitu saja karena dari awal telah dikerjakan pemerintah kota.

Menurut dia, saat ini perlu koordinasi yang baik dengan pemerintah provinsi agar persoalan ini bisa segera terselesaikan. “Kita sangat mendukung upaya pemerintah kota untuk segera berkoordinasi dengan pihak pemerintah provinsi dalam menyelesaikan kasus ini sehingga ada kejelasan soal pembangunan terminal tersebut. Karena Terminal Transit Passo sebelumnya direncanakan sebagai terminal untuk menyatukan dua komunitas dan solusi dari kemacetan di Kota Ambon. Dan semoga bisa diselesaikan pasca ditetapkan tiga tersangka tersebut,” harap Ketua DPD PAN Kota Ambon ini.

Sementara itu, bila pemerintah berkeinginan untuk menyelesaikan pembangunan itu, diharapkan bisa berkordinasi dengan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Sebab, proyek ini dalam status penyidikan di Kejati Maluku. “Apakah memang ada alokasi anggaran untuk melanjutkan proyek tersebut pada tahun anggaran ini ataukah tidak ? Karena jika tidak ada, maka pertanyaan ini bersifat pengandaian. Dan apabila ada aloaksi anggaran dan akan dilanjutkan pekerjaan tersebut maka hal tersebut seyogianya dikomunikasikan dengan penyidik yang menangani perkara tersebut. Sebab, dapat atau tidak dilanjutkan pekerjaan proyek tergantung kepentingan penyidikan dan pembuktian perkara ini,” jelas Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Samy Sapulette kepada koran ini, tadi malam. (ISL/NEL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!