Bahasa Daerah sebagai aset dan Jati diri Bangsa – Ambon Ekspres
Pendidikan

Bahasa Daerah sebagai aset dan Jati diri Bangsa

AMEKS ONLINE, AMBON.–Kantor Bahasa Maluku gelar Kongres Internasional dan Lokakarya Bahasa Daerah Maluku, dengan mengambil tema, “Perlindungan Bahasa Daerah sebagai aset dan Jati diri Bangsa dan Cinta Negeri, Lestarikan Bahasa Daerah”. Digelar di hotel Marina, Kamis, (7/9).

Kepala kantor Bahasa Maluku, Dr. Asrif, mengatakan, jumlah bahasa daerah di Maluku, bahasa lokal sekitar 48 bahasa daerah.  Dan yang punah ada 6, keberadaannya ada 2 di SBB, dan 4 di Pulau Buruh. “Sesungguhnya tidak hanya itu, pihaknya tidak mempunyai rekaman keberadaan bahasa daerah di Maluku untuk mengetahui bahasa apa yang digunakan dimasa lampau. Bahsa yang kami maksud bukan dialek, bukan yang berada di tengah masyarakat, namun bahasa yang berdiri sendiri yang berbeda antar bahasa yang satu dengan bahasa yang lain,” ucapnya kepada wartawan disela kegiatan, Kamis, (7/9).

Dikatakan, selain itu, Bahasa yang ada di Pulau Ambon, Saparua dan Haruku berada dalam kondisi terancam punah. Dengan maksud, penutur di usia muda menggunakan bahasa lain. Komunikasi yang seharusnya menggunakan bahasa daerah. Hal ini merupakan suatu situasi yang menuju tanda-tanda kepunahan.

“Oleh karena itu, kantor bahasa Maluku perlu melakukan pendampingan agar bahasa daerah tetap ada agar menjadi kebanggaan setiap daerahnya. Faktor yang mempengaruhi bahasa daerah itu punah, ada banyak hal, yakni kebijakan pemerintah colonial untuk menggunakan bahasa melayu sehingga bahasa daerah jarang dipakai, atau bencana alam, yang mana terjadi perpindahan penduduk sehingga terjadi pergeseran pola bahasa daerah dan sikap masyarakat atas penggunaan bahasa daerah, yang jadikan bahasa daerah menjadi yang kedua,” ujarnya.

Lanjut, dikatakan, ada banyak faktor yang kompleks di Maluku. Dan kondisi itu luput dari perhatian dari kita semua. Ada sebuah bencana besar terhadap budaya bahasa negeri.

“Bahasa Daerah kita sebut bahasa tanah. Bahasa tanah yang tumbuh segala hal. Jikakalau bahassa daerah bahasa tanah, maka sejatinya perlakuan kita harus amat baik dan ramah terhadap bahasa daerah,” ungakpnya. (M6)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!