Kosmetik Berbahaya Disita – Ambon Ekspres
Ekonomi

Kosmetik Berbahaya Disita

AMEKS ONLINE, AMBON.—Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon melakukan inspeksi mendadak (sidak) diberbagai retail penjualan kosmetik di lantai 1 Maluku City Mall (MCM), Kamis (7/9). Pantau Ambon Ekspres dilokasi sidak, yakni di toko kosmetik Solafide dan Solagracia Collection, ratusan kemasan produk kecantikan khususnya cream pemutih wajah disita.

Penyitaan dilakukan karena produk kosmetik itu tidak memiliki izin edar serta nomor BPOM yang ada tertera kebanyak nomor palsu. Adapun nama produk yang disita diantaranya cream temulawak, cream BPS, natural, walet, lotion pemutih kulit serta beberapa kosmetik lainnya.

Para pedagang juga sempat mengelak tidak menjual produk yang dilarang tersebut. Bahkan produk-produk tersebut disimpan di luar toko kosmetik dan disembunyikan di toko penjual pakaian. “Kurang lebih ada dua box dan satu karton kemasan produk kosmetik yang dilarang sengaja disimpan di luar toko yang kami sidak, namun ketahuan karena petugas memeriksa ternyata penjual ini menyembunyikan di balik kamar ganti dan deretan pakaian yang dijual di toko pakaian tepat bersebelahan dengan toko kosmetik tersebut,” tutur petugas Penyidik BPOM Ambon, Rolly De Fretes kepada koran ini.

De Fretes menjelaskan, produk-produk yang disita merupakan produk yang mengandung bahan berbahaya, tidak memiliki izin edar serta tidak terdaftar resmi di BPOM Pusat. “Jenis produk tersebut sebagian besar merupakan produk untuk pemutih wajah, yang jika digunakan masyarakat tentu sangat berbahaya. Mereka yang jual saja tidak pakai produk itu, karena mereka tahu itu berbahaya. Yang rugi masyarakat karena tidak tahu tentang produk tersebut,” cetusnya.

Kepala BPOM Ambon Sandra Lithin saat dikonfirmasi koran ini mengatakan, lokasi sidak ini sudah dua kali dilakukan, namun masih saja kedapatan produk-produk berbahaya itu tetap dijual ke masyarakat. “Sebelumnya sidak pertama sudah kami peringatkan untuk tidak menjual, hanya kedapatan lagi mereka masih menjual produk yang sama,” ujarnya.

Lithin menegaskan, setelah kedapatan masih menjual tentu akan dilakukan tindaklanjut, yakni sanksi tegas. Karena sesuai aturan jika sudah diperingatkan namun masih menjual, maka akan diproses secara hukum. “Setelah didata barang-barang sitaan, maka selanjutnya akan dilaksanakan gelar perkara. Dari gelar perkara ini baru diputuskan apakah akan di P21 atau sanksi,” tegasnya.

Diakuinya, pihaknya akan terus melakukan sidak terkait kosmetik-kosmetik yang mengandung bahan berbahaya serta tidak memiliki izin edar. Hal ini dilakukan, agar tidak merugikan masyarakat. “Jangan karena mau untung lalu jual produk yang sudah dilarang. Penjual enak dapat untung tapi masyarakat yang alami dampak buruknya. Kami juga menghimbau, masyarakat jangan tergiur dengan produk kosmetik murahan yang efeknya cepat bekerja. Karena dikhawatirkan mengandung zat kimia berbahaya. Masyarakat juga harus jeli. Pilih saja produk yang memang resmi bisa diedarkan dan tidak berbahaya jika digunakan,” pesannya. (IWU)

Click to comment

Most Popular

To Top