Pembangunan GPM Turut Berkontribusi – Ambon Ekspres
Berita Utama

Pembangunan GPM Turut Berkontribusi

AMEKS ONLINE, AMBON.–Gubernur Maluku Said Assagaff mengaku, Gereja Protestan Maluku (GPM) di usia 82 telah memberikan banyak sumbangsi pikiran positif kepada pemerintah daerah, dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab untuk masalah pembangunan di Maluku. Menurutnya, apa yang dicapai GPM adalah pencapaian yang turut dinikmati oleh pemerintah di dalam memimpin Maluku.  Karena tanpa GPM dengan penyertaan Tuhan, maka segala sesuatu yang dikerjakan, akan sia-sia.

Sumbangsi pikiran, kata dia, antara lain berperan penting dalam memberikan kepedulian terhadap keutuhan dan kesejahteraan masyarakat Maluku. Ini sinkorn dengan tema HUT GPM ke 82, “Menjadi Gereja yang Bersyukur dengan Saling Peduli demi Keutuhan dan Kesejahteraan Bersama (Matius 18: 12.14)”. “Saya kira tema ini memiliki makna yang sangat positif jika dikaji dalam kehidupan masyarakat. Tidak dipungkiri bahwa sejauh ini GPM sudah banyak memberikan kontribusi pikiran positif kepada pemerintah daerah, termasuk perannya di masyarakat, dalam merawat kebersamaan, yang dimulai dari warga dan jemaat GPM, demi menjaga keutuhan Maluku yang lebih baik,” ujar Assagaff saat memberikan sambutan di kegiatan HUT GPM ke 82, di Baileo Oikumene, Rabu (6/9) malam.

Dikatakan, kemitraan antara pemerintah dan agama, termasuk GPM adalah kemitraan yang tidak hanya mendorong lajunya perubahan ditingkat ekonomi dan kesejahteraan. Tetapi, juga mencipatakan persaudaraan dan kebersamaan sebagai orang Maluku. “Ini semua bentuk dari rasa saling percaya, Bukan saja pada aspek investasi daerah yang dikejar, tetapi ada banyak masa depan yang harus dibenahi dan dipupuk untuk masalah persaudaraan dan perdamaian Maluku. Saya juga yakin GPM tetap memerani peran tersebut, dengan memiliki cita-cita untuk menjaga dan merawat kebersamaan orang Maluku yang hidup dengan mengutamakan orang Basudara Pela dan Gandong,” katanya.

Dirinya berharap GPM lebih banyak memanfaatkan pemberdayaan terutama dibidang kepemudaan. Ini perlu agar seirama dengan program pemerintah kedepan, dimana generasi muda harus mampu mengelola semua bentuk pembangunan yang direncanakan. Terutama dalam, memerangi permasalah judi, miras, narkoba dan HIV/IDS yang menjadi musuh bersama. “Pemberdayaan di bidang kepemudaan sangat penting. Dan GPM harus mengambil bagian, dengan mengutamakan program ditingkat kepemudaan. Terutama agar mereka bisa memerangi tantangan zaman dewasa ini, terkait dengan penyakit sosial, yakni miras narkoba dan HIV/IDS yang sering terjadi di masyarakat. Bahkan sudah ribuan orang yang meninggal dunia, makanya kita tidak boleh diam, tetapi harus diperangi secara bersama,” tandasnya.

Ketua MPH Sinode GPM Pendeta AJS Werinussa mengatakan, GPM selalu bertekad membangun generasi yang cerdas dan mulia, melalui usaha gereja. Karena pelayanan gereja dengan memberi tekanan dan fungsi kepada keluarga, merupakan suatu hal yang penting.
Dikatakan, perayaan HUT GPM yang ke 82 merupakan wujud dari pertangunggjawaban Iman kepada Tuhan. Menurutnya, secara historis GPM lahir sebelum negara dan bangsa ini merdeka. Kemudian secara teologis GPM mengakui kemerdekan Indonesia, sebagai anugerah Tuhan untuk membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu dan cengkraman kolonialisme penjajah.

Gereja orang basudara, kata dia, telah menuntut warga GPM untuk membangun kepedulian sosial di masyarakat. Karena sejatinya gereja orang basudara adalah senyum dan pemberian kasih dari Yesus Kristus yang diperlihatkan kepada setaip pengikutnya.

Perlu juga diingatkan bahwa gereja orang basudara adalah pesan pembaharuan dengan memiliki cara pandang untuk meningkatkan kehidupan bersaudara sebangsa dan setanah air. Meskipun, implementasinya membutuhkan waktu yang panjang untuk direalisasikan cara pangang itu, tetap inilah sesungguhnya yang menjadi cita-cita gereja orang basudara. “Saya kira GPM juga punya tujuan bersama dengan pemerintah, untuk keluar dari ketertindasan pembodohan, sehingga terwujudnya manusia Indonesia yang beriman dan berahlak mulia, yang mencerminkan masyarakat majemuk, serta melahirkan perdamaian, terutama untuk Maluku. Dimana semua ini dimulai dengan pesan pembaharuan, melalui gereja orang basudara di HUT yang ke 82 ini,” ungkapnya.

Ketua Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Heiriete Lembang mengatakan, HUT GPM yang ke 82, diharapkan kepada seluruh warga jemaat dan pelayan gereja, agar mengutamakan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat dengan tidak memandang suku, ras maupun agama. Apalagi untuk Maluku, yang kental dengan konsep orang basudara, pela dan gandong, harus lebih diperkuat. Sehingga tidak mudah dirusaki oleh orang luar.

Ini penting, kata dia, demi keutuhan dan kesejahteraan bersama. Bahkan, dia juga berharap GPM harus menjadi gereja yang terbuka dengan masyarakat dan selalu peduli terhadap lingkungan dengan tidak melihat latar belakang dan status sosialnya. Karena pesan gereja, sebagai manusia tidak ada perbedaan, semuanya sama. “Dengan HUT GPM yang 82 ini, atas nama MPH GPI, kami mengucapkan selamat kepada seluruh jemaat dan pelayan GPM, agar kedepan lebih meningkatkan karakter dan spritualitas pelayanan, terhadap masyarakat maupun kepada Tuhan. Dengan begitu maka kehidupan bermasyarakat akan terawat dengan baik,” pungkasnya.(WHB)

Click to comment

Most Popular

To Top