Ketua KPU Maluku Tutup Usia – Ambon Ekspres
Berita Utama

Ketua KPU Maluku Tutup Usia

Alm. Musa Latua Toekan

AMEKS ONLINE, AMBON.–Ketua KPU Maluku, Musa Latua Toekan meninggal dunia di RS Sumber Hidup, Sabtu (9/9). Almarhum meninggal dunia sekira pukul 19.30 WIT. Sebelumnya dia dikabarkan mengikuti ibadah haji di Tanah Suci Mekah. Namun karena kondisi kesehatan yang memburuk, keberangkatannya dibatalkan.

Mantan dekan Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Darussalam Ambon diduga mengalami kelelahan setelah kembali dari Jakarta untuk melaksanakan tugas bersama beberapa komisioner KPUD Maluku. “Bapa Musa meninggal sekira pukul 19.30 WIT di IGD RS Sumber Hidup. Beliau baru tiba dari Jakarta dengan beberapa anggota KPUD,” kata Ari, salah satu kerabat dekat almarhum ketika ditemui koran ini, kemarin.

Menurutnya, sesaat setelah tiba dari Jakarta, alumnus SMA Negeri 1 Serang Banten ini kemudian dibawa ke RSUD dr Haulussy Ambon dalam rangka menjalani perawatan rutin (cuci darah). Kemudian almarhum didampingi dua anak lelakinya, Fahrizal Rais Latua dan Syakir Syamsuddin Latua, bersama sopir hendak pulang menuju kediaman dikawasan Kapahaha, Kota Ambon. Namun mereka sempat mampir di salah satu toko untuk membeli roti. “Setelah beli roti kemudian menuju salah satu apotik yang berada dikawasan Jalan Anthony Reebook untuk membeli obat. Usai membeli obat, almarhum merasa pusing dan langsung di bawa ke IGD RS Sumber Hidup,” jelas dia.

Tiba di RS Sumber Hidup, diduga pria yang telah mengabdi di KPUD selama 8 tahun 10 bulan itu menghembuskan nafas terakhirnya. “Beliau meninggal sekitar pukul 19.30 WIT di IGD. Setelah itu, baru dibawa ke kamar jenazah untuk selanjutnya dikembalikan ke rumah,” tuturnya.

Pria yang kini tengah mengambil program doktoral di universitas Hasanuddin Makassar ini, meninggalkan empat orang anak dan satu isteri, yang kini tengah melaksanakan ibadah haji di tanah suci Mekkah. ‘’Isteri almarhum masih di tanah suci dan dipastikan tanggal 18 September nanti baru tiba di Ambon. Almarhum sudah langsung dikebumikan di TPU Warasia, Desa Batumerah,”bebernya.

Sementara itu, La Alwi, salah satu komisioner KPUD Maluku mengatakan, Musa Latua Toekan, dikenal sebagai sosok pempimpin yang tegas dalam mengawal maupun membangun demokrasi di Maluku. “Kehidupan almarhum dihabiskan hanya untuk membangun dan menciptakan maupun memperbaiki demokrasi di Maluku. Beliau sosok yang sulit kita temui dan kita dapatkan. Beliau santai tetapi serius dan tegas dalam melaksanakan tugas sebagai seorang ketua maupun komisioner KPUD Maluku,” kata dia sembari menambahkan, almarhum dimakamkan secara kedinasan oleh KPUD Maluku.

Sementara itu, Kepala Kemenag Maluku, Fesal Musaad mengatakan, almarhum Musa Latua Toekan gagal diberangkatkan ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan. Menurut dia, saat keberangkatan pertama dari Kota Ambon menuju Emberkasi Makassar, tim dokter melakukan pengecekan kesehatan dan diketahui dia tidak lolos pemeriksaan kesehatan.

Namun, kata Faesal, berdasarkan edaran Ombudsmen dan pihak Emberkasi Makassar, yang bersangkutan bisa diberangkatkan karena dilihat beberapa pertimbangan. Disitulah terlihat harapan dari semua pihak, baik kemenag maupun keluarganya mulai muncul. Tetapi, setelah diberangkatkan lagi yang kedua kalinya dari Ambon ke Emberkasi Makassar, sesampainya disana ternyata ada komplain dari Kementrian Kesehatan RI terkait Permenkes tersebut.

Kementerian Kesehatan kembali melakukan pertemuan dengan Komisi VIII DPR RI, pihak embarkasi, ombudsmen dan juga almarhum untuk membahas ketentuan Permenkes Momor 15, yang melarang tidak diperbolehkan jamaah diberangkatkan dengan kondisi kesehatan yang tidak sehat, kemudian ketentuan HB-nya harus 12.

Dalam pertemuan itu tambah dia, Kementerian Kesehatan RI mengatakan, jika Ombudsmen dan emberkasi masih tetap memberangkatkan jamaah dengan kondisi seperti itu, maka mereka tidak bertengunjawab jika terjadi sesuatu. Bahkan diancam akan memundurkan diri, dan tidak lagi berurusan dengan masalah haji. “Jika emberkasi melakukan itu, maka ini masalah. Kemenkes tidak lagi mengurusi persoalan kesehatan jamaah dan mengundurkan diri. Sehingga, melalui pertimbangan yang ada maka almarhum diputuskan untuk tidak diberangkatkan ke tanah suci. Persoalan ini bukan saja untuk Pak Musa, tetapi ada beberapa jamaah dari provinsi lain juga gagal berangkat, karena mengalami masalah yang sama,” katanya.

Dia mengatakan pihaknya juga turut berduka cita atas meninggalnya Ketua KPU Maluku itu. Namun baginya apa yang diusahakan dengan niat berangkat ke tanah suci, merupakan satu nilai yang telah dicatat oleh Yang Maha Kuasa. “Selaku pimpinan Kementrian Agama Maluku, kami turut berbelasungkawa atas kepergiannya. Semoga dengan niatnya ke tanah suci, namun belum tercapai, akan menjadi catatan baik disisi Allah SWT sebagai haji yang mabrur. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan ketabahan,” pungkasnya. (AHA/WHB)

Click to comment

Most Popular

To Top