Sani Tawainella Raih Penghargaan dari Menpora – Ambon Ekspres
Berita Utama

Sani Tawainella Raih Penghargaan dari Menpora

Sani Tawainella usai menerima penghargaan dari Menpora RI saat perayaan Hari Olahraga Nasional, Sabtu (9/9)

AMEKS ONLINE, AMBON.—Sani Tawainella, menerima penghargaan dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi pada acara puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke – XXXIV tahun 2017 di Stadion Moch Soebroto, Kota Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (9/9). Pelatih yang membawa tim sepakbola Maluku menjadi juara pada Piala Medco U-15 tahun 2006 silam itu mendapat penghargaan dalam kategori tokoh perdamaian dan insipirasi dalam bidang olahraga.

Sani dinilai mampu menyatukan segala perbedaan dalam membentuk tim sepakbola saat konflik sosial di Maluku beberapa tahun lalu. Selain Sani, Menpora juga memberikan penghargaan kepada para atlet dan legenda olahraga yang telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional, termasuk kepada badan usaha mau pun insan pers yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam upaya memajukan olahraga di Tanah Air.

Kepada Ambon Ekspres, Sani Tawainella mengatakan, dirinya telah berkomitmen penuh untuk memajukan olahraga sepakbola di Maluku. Bahkan dia terobsesi ingin mengembalikan
sejarah di Stadion Si Jalakharupat, dimana kala itu Maluku menjadi juara Indonesia Piala Medco U-15 setelah menumbangkan DKI Jakarta dalam drama adu pinalti. ’’Saya tidak akan pernah berhenti untuk terus melakukan pembinaan pemain usia dini. Sepakbola sudah menjadi bagian dari hidup saya,’’ ucap Sani saat dihubungi via ponsel langsung dari Magelang, Sabtu (9/9).

Penghargaan ini, kata dia, merupakan sebuah penyemangat dan motivasi bagi dirinya untuk terus berbuat yang terbaik bagi daerah ini kedepan. ’’Alhamdulillah, jerih payah dan kerja keras saya selama ini membuahkan hasil (dapat penghargaan). Saya persembahkan penghargaan ini untuk warga Maluku terutama keluarga tercinta,’’ terang dia.

Dikatakan, melalui olahraga bisa memperkuat persatuan, tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lain. ’’Olahraga bisa mengibarkan bendera Siwalima Maluku dan Bendera Merah Putih dengan gagah, dan saat itu menunjukkan kebangaan dan harga diri kita sebagai sebagai bangsa,’’ jelas dia.

Tidak itu saja, mantan pemain Persikabo Bogor ini mengajak stekholder olahraga (sepakbola) di Maluku untuk bahu membahu dan bergandeng tangan meningkatkan prestasi olahraga Maluku, terutama sepakbola. ’’Prestasi di suatu daerah akan meningkat bila semua pemangku kepentingan bisa bersatu. Saya hanya bisa ucapkan terima kasih atas apa yang saya dapat di Haornas kali ini,’’ tutup dia.

Acara Haornas diawali oleh kegiatan bersepeda Menpora bersama tim Gowes Touring Pesona Nusantara dari Secaba Magelang menuju stadion. Sebelum mengayuh sepedanya, Menpora terlebih dahulu mengalungkan medali kepada 15 pegowes yang tergabung dalam Tim Gowes Touring Pesona Nusantara yang sudah menempuh 5.124 km dari Sabang sampai Magelang dengan menempuh delapan etape.

Di puncak acara itu, Sani Tawainella hadir menjadi ‘bintang’. Pelatih sepak bola dari Tulehu ini sengaja ditampilkan kembali oleh Menpora Imam Nahrawi dalam orasinya sebelum menutup perayaan Haornas 2017. ’’Setelah konflik sosial Maluku (Ambon), Sani berhasil mempersatukan anak-anak muda di Tulehu untuk bersatu tanpa membedakan agama dan membawa Maluku menjadi juara sepak bola nasional U-15 pada 2006. Keberhasilan Sani mengubah cara pandang masyarakat setempat dalam melihat perbedaan agama, suku dan ras,’’ kata Menpora dalam rilisnya yang diterima Ambon Ekspres.

Menpora melanjutkan, Sani Tawainella telah berhasil menyatukan anak-anak di daerahnya, yang terdiri dari beragam agama, untuk berprestasi di kancah sepakbola hingga ke tingkat nasional meski ketika itu Maluku masih didera konflik antar-golongan. ’’Saat ini desa itu menjadi dipercontohan nasional untuk perkembangan sepakbola. Atas dasar itulah, kami memberikan penghargaan kepadanya sebagai salah satu legenda sepakbola sekaligus sebagai inspirasi perdamaian dibidang olahraga, khususnya sepakbola,’’ terang dia.

Menurutnya, semangat perayaan Haornas kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Sebab digelar kurang lebih satu tahun jelang perhelatan olahraga paling bergengsi di Asia dimana Indonesia menjadi tuan rumahnya. ’’Asian Games dan Asian Paragames 2018 harus menjadi momentum kebangkitan kembali kejayaan olahraga Indonesia. Keduanya harus meninggalkan warisan berharga bagi bangsa Indonesia, yakni meninggalkan infrastruktur olahraga yang lebih baik, lebih maju dan lebih modern, dan hal lainnya yang tidak kalah pentingnya adalah mewariskan masyarakat Indonesia yang gemar berolahraga,’’ pungkasnya Menpora.

Puncak acara ini dihadiri, perwakilan dari seluruh provinsi, atlet, mantan atlet, pelatih, ribuan pelajar serta masyarakat se-Kota Magelang dan dipimpin langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.(ZAL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!