PKB : Vanath Bukan Kader – Ambon Ekspres
Politik

PKB : Vanath Bukan Kader

AMEKS ONLINE, AMBON.—Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ikram Umasugi menegaskan, pasangan Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath mempunyai peluang yang sama dengan kandidat lainnya untuk diusung. Meski Vanath adalah istri dari pengurus DPP PKB, Rohani Vanath, tapi bukan jaminan.

“Kalau bicara soal basis keduanya sudah miliki basis yang jelas, Pak Orno Bupati MBD, dan Ibu Biba anggota DPRD Maluku. Ini sudah terukur, sehingga bagi saya harus kader yang diprioritaskan. Hanya saja untuk pilgub skalanya kan luas, dan semua itu tergantung masyarakat maupun partai yang mengusung mereka nanti,” ujar Ikram kepada wartawan di kantor DPRD Maluku, Senin (11/9).

Sebagaimana diketahui, Abdullah Vanath adalah bakal calon wakil gubernur Maluku. Ia digandeng oleh Herman Adrian Koedoboen, bakal calon gubernur Maluku untuk berpasangan.

Sejak awal menyatakan diri maju, pasangan dengan akronim HEBAT (Herman-Vanath) ini diprediksi punya peluang besar diusung oleh PKB. Ini karena kedekatan emosional Vanath dengan partai berideologi konservatisme itu, serta kedudukan istrinya sebagai anggota DPR RI Fraksi PKB, sekaligus pengurus DPP PKB.

Tetapi, belakangan muncul manuver dari kandidat lainnya. Salah satunya, Barnabas Orno, balon gubernur Maluku dengan berani menggandeng kader PKB Habiba Pelu sebagai balon wagub.

Namun bagi Vanath, manuver Orno tidak akan mempengaruhi sikap dan dukungan politik PKB. Sebab, PKB merujuk pada keinginan masyarakat terhadap calon Gubernur dan wakil Gubernur Maluku yang diukur lewat hasil survei.

Rohani Vanath juga menegaskan, PKB tidak subjektif dalam penentuan rekomendasi. Olehnya itu, tidak ada jaminan bagi Vanath diusung PKB. Semua bakal calon punya peluang yang sama. “Kalau PKB, kita harus menghargai proses partai dan marwah partai. Walaupun ibu sebagai wakil bendahara umum DPP, suami (Abdullah Vanath) maju, harus ikuti mekanisme partai dong. Tidak boleh serta merta. Kita merujuk pada hasil survei,” ujar Rohani yang juga Koordinator Pemenangan Pemilu wilayah Maluku itu kepada wartawan usai menyampaikan visi dan misi pada Uji Kelayakan dan Kepatutan DPW PKS Maluku, beberapa waktu lalu.

PRIORITASKAN KADER
Umasugi menilai, Orno dan Pelu memiliki basis masing-masing yang cukup signifikan. Ini karena Orno adalah Bupati Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Sedangkan Habiba Pelu anggota DPRD Maluku duia periode dari daerah pemilihan Maluku Tengah.

Jika kedua kekuatan itu disatupadukan, sangat berpeluang menang. Tinggal didukung dengan usaha dan kerja keras dari pengurus partai untuk memenangkannya. “Karena partai politik manapun pasti mengiginkan kadernya yang diusung, bukan orang lain. Namun semua itu, dikembalikan pada putusan Dewan Pimpina Pusat (DPP),” katanya.

Dia juga mengaku, tidak masalah Pelu hanya mendaftar di PKB. “Bagi saya itu tidak ada masalah juga, meski ibu Biba hanya mendaftar di PKB. Karena yang dilihat adalah pasangan gubernurnya. Kalau memang berdasarkan penilaian partai lain keduanya bagus, maka pasti diusung,” terangnya.

Menyingung soal PKB yang saat ini menjadi rebutan, dia mengatakan, bicara menyangkut kader, Abdullah Vanath bukan kader. Namun yang kader adalah istrinya, Rohani Vanath selaku pengurus DPP PKB.

Pelu dalam beberapa kesempatan, menantang PKB untuk mengusung kader sendiri. Sebab, dalam setiap perhelatan Pilkada Bupati, Walikota maupun Gubernur di Maluku, PKB belum pernah mengambil bagian. “Saya berikan tantangan kepada PKB, agar harus merekomendasikan kadernya maju dalam pertarungan pilgub ini. Ini penting, karena setiap kali pilkada kepala daerah dan wakil kepala daerah belum pernah ada kader PKB yang diusungkan, dan kali ini saya tuntut harus ada kader PKB yang maju. Tidak bisa tidak” ungkap Pelu yang juga ketua Fatayat Nahdatul Ulama (NU) Maluku ini. (WHB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!