Unpatti Kerja Sama Kelas Internasional – Ambon Ekspres
Pendidikan

Unpatti Kerja Sama Kelas Internasional

AMEKS ONLINE, AMBON.–Sebanyak 7 mahasiswa atau penutur asing dari lima negara mengikuti program pembelajaran bahasa Indonesia di Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon. Program tersebut merupakan bentuk dari kerjasama Unpatti dengan universitas luar negeri menyangkut program kelas internasional atau dikenal dengan nama Bipa Plus.

Ketua lembaga Pengembangan Pembelajaran, Penjaminan Mutu, Unpatti Ambon, Yosep Pagaya mengatakan, penutur asing itu berasal dari lima negara yang dilakukan kerja sama. Masing-masing Jerman, Australia, Jepang, Korea Selatan dan Belanda.

Menurutnya, program Bipa Plus baru pertama kali dilakukan Unpatti dengan membuka studi bahasa Indonesia khusus bagi penutur asing. Hal ini karena yang baru dimiliki Unpatti saat ini, hanyalah pendidikan bahasa dan seni yang masih bersifat umum. Tetapi untuk program tersebut, dikhususkan untuk penutur asing. “Ini kerjasama dengan universitas luar negeri. Ada 7 penutur asing dari lima negara yang mengikuti prorgam Bipa Plus di Unpatti. Mereka hanya belajar selama 2 minggu, karena keterbatasan dengan visa. Dan program ini, baru pertama kali dilakukan oleh kami,” ujar Pagaya kepada wartawan di Kampus Unpatti, Senin (11/9).

Dia berharap, kedepan Bipa Plus terus dikembangkan, sehingga bisa ditetapkan sebagai satu program studi baru di kampus itu. Bahkan, perlu diupayakan agar program tersebut, harus dijadikan sebagai batu loncatan selain dari pendidikan, terutama untuk masalah budaya.

Dengan begitu, lanjut dia, akan menjadi embrio bagi Unpatti untuk membuka prorgam S1 bahasa Indonesia bagi penutur asing yang akan lebih banyak belajar ke universitas ini. “Adanya program Bipa Plus, merupakan satu program dari Kementerian Pendidikan RI yang bersifat pribadi. Kita harapkan program ini tidak hanya seperti kursus saja, tetapi kedepan harus dijadikan sebagai program S1, sehingga lebih menarik perhatian para penutur asing, yang datang kesini dan mau belajar bahasa Indonesia,” katanya.

Pagaya menilai, program tersebut berkorelasi dengan rencana Pemkot Ambon Pemprov Maluku terkait pengembangan destinasi wisata di Maluku. “Saya kira tepat sekali program ini, karena sesuai dengan rencana pemerintah untuk pengembangan destinasi wisata kedepan. Selain itu, pencanangan Ambon sebagai kota musik jika dikaitkan dengan program Bipa Plus atau kelas internasional, sangat sinkron. Karena orang asing yang datang ke Ambon tidak hanya untuk refresing saja. Tetapi mereka juga datang untuk belajar bahasa Indonesia disini,” tandasnya.

Sekretaris Komisi D DPRD Maluku Temmy Urisepuni mengaku, secara pribadi dia sangat mendukung program Bipa Plus yang dilaksanakan Unpatti dengan universitas dari luar negeri. Dengan kerjasama ini menunjukkan kualitas lembaga maupun para dosennya yang dituntut untuk lebih memahami materi dari program itu.

Dikatakan, program itu juga merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan Unpatti pendidikan secara internasional. Meskipun saat ini Unpatti belum bisa bersaing dengan perguruan tinggi lainnya di Indonesia, tetapi ini bagian dari upaya perubahan meningkatkan kualitas. “Jelas kita mendukung, program ini, yang fokusnya pada bahasa Indonesia. Ini bagus, sehingga Unpatti lebih dikenal lagi, tidak hanya skala nasional, tetapi juga internasional. Terutama para dosen yang dikhususkan dalam program ini, semakin menambah wawasan mereka,” ungkapnya. (WHB)

Click to comment

Most Popular

To Top