SMA Negeri 5 Ambon memiliki Laboratorium seni sendiri. – Ambon Ekspres
Pendidikan

SMA Negeri 5 Ambon memiliki Laboratorium seni sendiri.

AMEKS ONLINE, AMBON.–Kemdikbud Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia bertandang ke Lembaga SMA Negeri 5 Ambon, untuk melihat pengembangan penguatan pendidikan karakter khususnya dibidang kesenian yang ada pada sekolah ini.

Direktur Kesenian, Dr. Restu Gunawan, M.Hum, mengatakan, kesenian itu sangat penting dalam program penguatan pendidikan karakter Bangsa. “Dalam konteks itu, bantuan untuk Lab seni di lembaga ini sudah lumayan optimal. Meskipun kita harus lebih mengoptimilisasi lagi seperti musikalisasi puisi, belajar music dan sebagainya. Yang mempertandakan bahwa seni dalam proses penguatan karakter telah diimplementasikan didalam lembaga ini. Dengan memiliki studio music dan mixer pengolah suara yang canggih, para siswa dapat mengembangkan bakatnya seperti mengedit film, olah film dan membuat film. Karena film merupakan salah satu bagian yang penting dalam proses belajar mengajar,” ucap Gunawan saat ditemui usai melihat studio music di lembaga SMA Negeri 5 Ambon, Selasa, (12/9).

Dikatakan, Gunawan, untuk peningkatan sumber daya manusianya untuk bidang seni, pihaknya akan memanggil SDM tersebut untuk datang ke Jakarta dan dilatih menangani alat studio rekaman pada bulan Oktober atau November. Dan bisa juga, pihaknya mengirimkan orang untuk datang di sekolah ini untuk mengajarkan penggunaan alat studio.

“Setiap tahun ada agenda dari Direktorat Jendral Kebudayaan untuk setiap provinsi. Namun, untuk Maluku belum ada. Tapi untuk SMA Negeri 5 Ambon pihaknya khususkan. Untuk anggarannya, pihaknya telah menyediakan dana 700 juta untuk Laboratorium Seni dan masuk langsung ke rekening sekolah,” ujar Gunawan.

Kepsek SMA Negeri 5 Ambon, Sarah Sangadji. S.Pd. M.Pd, mengatakan, laboratorium seni ini merupakan bantuan dari pemerintah tahun 2016 lewat Dirjen Kebudayaan. Kita diberikan bantuan sebesar 700 juta, diperuntukkan bukan saja untuk gedung tapi juga peralatan. “Selama ini, pihaknya menggunakan sebatas kemampuannya. Seperti, pergelaran-pergelaran kecil atau pembelajaran yang menggunakan audio visual yang harus di tanyangkan, kita gunakan. Dan bisa juga dipakai untuk masyarakat umum untuk nonton berasama. Pada HUT Kota Ambon kemarin, dari Kemendikbud bagian perfilman memutar film pendek untuk bersama-sama nonton,” ungkap Sangadji.

Dikatakan, Sangadji, pernah kita mendatangkan operator dari luar untuk menjalankan alat studio rekaman ini. dan operatornya memberitahukan bahwa alat yang ada di studio rekaman ini merupakan alat yang canggih dan tidak ada alat seperti ini di Kota Ambon.

“Kendala yang pihaknya temui dilapangan adalah kurangnya tekhnisi untuk menjalankan peralatan. Dan dari pihak Dirjen akan membantu melatih tekhnisi yang kami sediakan untuk mendapatkan kompetensi menjalankan alat studio rekaman. Kedepan, apabila komptensi yang diberikan kepada tekhnisi sudah selesai, pihaknya akan membuka laboratorium seni secara umum. Hal ini untuk memanfaatkan aset agar dapat mendatangkan pemasukan untuk digunakan sebagai operasional sekolah berupa sewa menyewa alat studio rekaman,” pungkas Sangadji. (M6)

Click to comment

Most Popular

To Top