Wiliam Divonis 7 Tahun Penjara – Ambon Ekspres
Hukum

Wiliam Divonis 7 Tahun Penjara

Ilustrasi Sidang Narkoba/Net

AMEKS ONLINE, AMBON.—Terdakwa Wiliam Stanley diganjar hukuman penjara selama 7 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Selasa (12/9). Selain pidana badan, bos Firma Murni Utama ini juga dituntut membayar denda Rp 800 juta subsider empat bulan kurungan.

Vonis Wiliam terbilang tinggi. Berbeda dengan rekannya, Michael Makatita yang dijatuhi hukuman 1 tahun dan 8 bulan penjara. “Terdakwa Wiliam Stenli terbukti melanggar pasal 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Pemberantasan Narkotika. Sementara, Michael melanggar pasal 127,” ungkap hakim ketua S Pujiono yang didampingi hakim anggota Cristina Tetelepta dan Leo Sukarno saat membacakan amar putusannya.

Menurut hakim, kedua terdakwa secara sah terbukti melakukan tindak pidana dengan cara menguasai, memakai, dan mengedar narkotika jenis sabu yang telah dikemas dalam paket. Setiap paket berisi sabu seberat 0,25 gram.
Hakim menegaskan, perbuatan kedua terdakwa juga tidak mendukung program pemerintah dalam melaksanakan pemberantasan tindak pidana narkotika. Sementara itu, dalam pertimbangan yang meringankan, kedua terdakwa dinilai sopan saat mengikuti proses persidangan.

Usia pembacaan putusan, kedua terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, G.J Bamomolin dengan singkat menyatakan menerima putusan majelis hakim. “Ya kami terima vonis majelis hakim,” tegas Batmomolin, sidang pun ditutup. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syarul Anwar juga menyatakan menerima putusan hakim.

Vonis majelis hakim lebih ringan dari tuntutan JPU, Syarul Anwar. JPU sebelumnya menuntut terdakwa Wiliam dengan pidana penjara selama 9 tahun denda Rp 800 juta subsider 4 bulan kurungan. Sementara, Michael dituntut hukuman penjara selama 2 tahun penjara.

Diketahui, sebelum menangkap Wiliam, dua anggota Satnarkoba Polres Ambon lebih dulu menangkap Michael Makatita. Saat diinterogasi, Michael mengaku narkotika jenis sabu-sabu, yang ditemukan pada saku celanannya itu diperoleh dari Wiliam.

Berbekal informasi tersebut, kedua anggota Satnarkoba menyuruh Michael untuk bertemu Wiliam dengan alasan membicarakan masalah hutang salah satu café yang dipercayakan Wiliam kepada Michael untuk mengelolanya.

Selanjutnya, Michael mendatangi Wiliam di rumahnya. Setelah tiba, Michael langsung masuk ke kamar Wiliam. Tak lama kemudian, dua anggota Satnarkoba menyusul dan melakukan penggeledahan. Saat penggeledahan, ditemukan dua kotak berwarna hitam dan merah di atas meja yang berisikan sabu-sabu yang dikemas dalam 11 kantong plastik bening dengan berat kurang lebih 40 gram.

Selain itu, ditemukan juga dua alat isap sabu atau bong, uang tunai Rp 500 ribu, sejumlah plastik bening, dan dua korek api gas. Setelah diinterogasi, Wiliam mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari temannya bernama Joe di Jakarta. (NEL)

 

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!