Gubernur Pertanyakan DAU Kepada Watimpres – Ambon Ekspres
Berita Utama

Gubernur Pertanyakan DAU Kepada Watimpres

PERTEMUAN : Pemerintah Provinsi Maluku melakukan pertemuan dengan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) di kantor Gubernur Maluku, Rabu (13/9).

AMEKS ONLINE, AMBON.—Gubenur Maluku Said Assagaff mencurahkan isi hatinya dihadapan Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres), terkait pembangunan maupun kemajuan Maluku serta perhatian dari pemerintah pusat terhadap Maluku. “Tadi waktu rapat, saya sampaikan semua unek-unek, termasuk ketika pak presiden datang, bicara tentang Dana Alokasi Umum (DAU). Kan saya sampaikan itu, bagaimana kita bangun pariwisata, kemudian meningkatkan kesejahteraan rakyat, terus kehidupan beragama di Maluku, semua disampaikan,” kata Assagaff kepada wartawan untuk bertemu dengan Watimpres di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (13/9).

Dia mengungkapkan, dalam pertemuan itu, dua hal utama yang menjadi penegasan Pemprov Maluku kepada Watimpres yakni pendidikan dan pariwisata. “Perikanan kita singgung juga, kemudian kesejahteraan masyarakat. Tetapi pendidikan dan pariwisata yang banyak. Pendidikan itu, terutama karena penyiapan SDM harus dilakukan termasuk pembanguan Institusi Teknologi Ambon,” jelas dia.

Tak hanya itu, Assagaff juga menyampaikan, Maluku merupakan salah satu provinsi dengan sistem demokrasi terbaik di Indonesia. “Jadi semua saya sampaikan. Biar mereka (Watimpres) tahu dan bisa sampaikan ke Presiden. Inilah Maluku. Presiden janji DAU saja belum jalan. Kemudian sampaikan juga soal pertukaran Pulau Run di Banda, dengan Pulau Manhattan di New York, kemudian indeks demokrasi di Indonesia, nanti akan dirilis dalam bulan ini, Maluku nomor 1. Kemudian indeks kebahagian nomor 2,” tandasnya.

Sementara itu, ketua tim Watimpres Prof Abdul Malik Fadjar mengatakan, kedatangan mereka ke Maluku untuk menyerap aspirasi dari pemerintah provinsi guna disampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Mantan Menteri Pendidikan di era Presiden Megawati itu mengaku, pihaknya mendapat banyak masukan dan keluhan dari Pemprov Maluku, terkait apa yang dialami selama ini. ‘’Jadi selain tugas di kantor, kami juga turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi dari daerah. Karena tugasnya memberi nasehat dan pertimbangan kepada presiden, dalam upaya membangun Indonesia yang kokoh dalam konteks NKRI. Pembangunan masing-masing provinsi yang 34, dengan beragam maupun ciri-ciri khas ini. Bahkan pembicaraan tentang pembangunan Institut Tehnologi Ambon (ITA) dan kesejahteraan masyarakat Maluku,” jelas dia, usai bertemu gubernur.

Fadjar mengungkapkan, selain kesejahteraan dan ITA, pihaknya juga membahas soal pariwisata di Maluku. “Kemiskinan juga kita bicarakan. Tapi mengukur kemiskinan itukan tidak dari banyak sisi, termasuk sisi kedamaian. Di Maluku, termasuk relatif, tingkat kebahagiaan kan baik, dibandingkan dengan daerah-daerah lain di

Indonesia. Karena mengukur kebahagiaan tidak sekedar pendapatan fisik saja tetapi juga dari batin,” terangnya.
Mantan Menteri Agama di era presiden BJ Habibie ini juga memuji pembangunan dan kemajuan Maluku yang semakin baik dari waktu ke waktu. Baginya, meski Maluku saat ini terbilang miskin namun kemajuan patut diakui. Hal itu tak terlepas dari kerja keras yang dilakukan pemerintah daerah selama ini. “Maluku sudah semakin baik. Dan dari pertemuan ini, dua hal yang kita sampaikan ke presiden yakni pendidikan dan pariwisata,” tandasnya.

Dari pantauan Ambon Ekspres di kantor gubernur, tim watimpres dipimpin Prof Abdul Malik Fadjar didampingi sekitar 10 anggota lainnya. Mereka juga didampingi Kankanwil Agama Maluku Fesal Musaad, Rektor IAIN dan sejumlah pejabat dilingkup Provinsi Maluku. (AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!