Sinyal Poros Baru Dari Demokrat – Ambon Ekspres
Politik

Sinyal Poros Baru Dari Demokrat

AMEKS ONLINE, AMBON.—Partai Demokrat memberikan sinyal kuat tidak bergabung dengan dua poros koalisi besar untuk Pilgub Maluku 2018, PDIP dan Golkar. Partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono itu bakal membuat kejutan dalam penentuan rekomendasi.

Sinyal tidak bergabung dengan rencana koalisi poros Golkar dan PDIP, karena Partai Demokrat memiliki 6 kursi DPRD Maluku. Demokrat tinggal mencari parpol dengan tiga kursi, sebagai syarat untuk mengusung calon gubernur dan wakil gubernur Maluku periode 2018-2023. “Terkait Pilgub, dengan melihat PDIP dan Golkar tanpa memperhitungkan Demokrat, maka kita bisa memberikan kejutan. Karena kita sama-sama memiliki enam kursi dengan Golkar dan beda satu kursi dengan PDIP,” tandas Ketua DPD Demokrat Maluku Elwen Roy Pattiasina kepada awak media di sela-sela perayaan HUT Partai Demokrat ke-16 di salah satu rumah kopi di Ambon, Rabu (13/9).

Soal hasil survei dan arah Demokrat, Roy enggan berkomentar. Partai Demokrat masih merahasiakan hasil surveinya. Akan tetapi, lanjut dia, Demokrat siap memberikan kejutan untuk Pilgub Maluku.

Demokrat akan mempublikasikan hasil survei setelah melakukan rapat koordinasi dengan Komisi Pemenangan Pemilu DPD Demokrat Maluku. Demokrat memakai jasa Lembaga Survei Indonesia (LSI) untuk melakukan survei popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas bakal calon. “Hasil survei belum dapat dipublikasikan. Tetapi nanti setelah kita rapat dengan komisi pemenangan pemilu Maluku, baru akan kita umumkan. Dan bagi kader kita yang juga berproses juga berpeluang. Jika memang bisa, maka akan kita dorong. Intinya yang nanti kita akan usung adalah benar-benar berdiri untuk kepentingan rakyat Maluku dan bukan kepentingan partai,” tegasnya.

Roy menambahkan, dalam perayaan HUT Demokrat ke 16, ada sejumlah pesan-pesan yang disampaikan kepada seluruh kader partai maupun yang ada di DPRD Maluku. Antara lain, harus benar-benar melayani masyarakat. “Saya tadi sudah ingatkan kepada kader. Begitupun kepada anggota DPRD kita untuk bisa merubah sikap kita, bahwa kita bukan lagi bos, tetapi merupakan bagian dari rakyat. Sehingga dalam kepemimpinan saya, semoga Demokrat bisa diterima di tengah-tengah masyarakat,” pintanya.

Untuk diketahui, sebanyak 9 bakal calon gubernur mendaftar di Partai Demokrat. Mereka adalah, petahana Gubernur Maluku, Said Assagaff, Komandan Korps Brimob, Irjen Pol. Murad Ismail, Inspektur IV Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAMWAS) Kejagung RI, Herman A. Koedoeboen, Dirjen Pembangunan Kawasan Pendesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal danTransmigrasi, Johozua Max Yoltuwu serta Kepala Badan Ketahanan Pangan Maluku, Zidik Sangadji.

Kemudian, Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Barnabas Orno, Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulissa, mantan Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Jakobus Puttileihalat yang juga mantan Ketua DPD Partai Demokrat Maluku, mantan Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB), Bitzael Sylvester Temar serta pengusaha, Jacky Noya.

Sedangkan, Balon Wagub adalah anggota Fraksi Demokrat DPRD Maluku, Melkias Frans, Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat, Mozes Rudy Timisela, Bupati Maluku Tenggara, Andreas rentanubun, mantan anggota Fraksi Demokrat Maluku, Liliane Aitonam serta mantan Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Abdullah vanath yang juga mantan Ketua DPD PartaiDemokrat Maluku

Ketua DPC Partai Demokrat, Rio Tomwin Tamaela mengatakan, jika arah pernyataan Roy Pattiasana adalah kemungkinan poros baru, pasti didukung. “Kalau kejutan yang dimaksud, adalah kemungkinan adanya poros baru, maka di DPC setuju dan siap mengamankan keputusan DPP. Dengan demikian, Demokrat bisa mengusung calon sendiri, baik kader, maupun non kader, dan non partisan,” kata Tamaela saat dihubungi via seluler.

Menurut anggota DPRD Kota Ambon Fraksi Demokrat ini, Demokrat butuh panggung di pilgub menuju pemilihan umum legislatif dan Pilpres 2019. Jika berani membentuk koalisi baru, maka elektoral Demokrat untuk pemilu nanti, khusus untuk Maluku, sudah bisa ditaksir pada pilgub. “Untuk pilgub, kewengannya di DPP dan DPD. Tetapi, tentu DPC akan dimintai pertimgangan. Maka pertimbangan kami di DPC (Kota Ambon), saya pikir poros baru menarik. Sebab, Demokrat juga butuh panggung untuk bertarung,” pungkasnya.

NYALI DEMOKRAT
Sementara itu, menurut analis politik Djali Gafur, poros koalisi baru untuk Pilgub Maluku masih terbuka. Demokrat adalah salah satu parpol yang bisa menjadi pioner poros koalisi baru, karena memiliki 6 kursi.
Namun, sangat tergantung dari ‘nyali’ politik Demokrat. Sebab, sepantauan Djali, Demokrat belum menunjukan sikap yang jelas soal arah format pasangan calon, maupun koalisi.

Demokrat masih diam dengan potensi kursi yang dimilikinya. ”Poros koalisi baru sangat bisa terbentuk tergantung nyali Demokrat atau political will (kemauan politik)-nya. Masalahnya Demokrat dengan 6 kursi selama ini terkesan menjadi medioker padahal mereka pucuk pimpinan di DPRD. Artinya Demokrat sebenarnya punya power, tapi belum digunakan,” jelas dia.

Apabila Demokrat tidak bergabung dengan Golkar dan PDI Perjuangan, menurut dia, Partai Gerindra, PKB dan Nasdem bisa masuk dalam barisan poros baru. “Segala Kemungkinan itu ada tergantung poros baru yang hendak ditawarkan. Bisa dengan Gerindra, PKB atau Nasdem,” paparnya.

Terkait figur, menurut dia, Abdullah Vanath punya peluang. Ini karena Vanath punya hubungan dengan Demokrat maupun PKB. Apalagi, beberapa hari lalu Vanath berbincang dengan ketua DPD Partai Demokrat Maluku, Roy Pattiasina di Jakarta. “Kemarin ada pertemuan Ketua DPD dengan Vanat. Kira-kira itu tandanya (kejutan). Vanat punya history dengan Demokrat dan PKB. Sementara Gerindra sampai saat ini blem ada tanda-tanda arah koalisinya,” terang dia. (ISL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!