Ancam Bunuh Muslim, 5 Warga Myanmar Ditangkap – Ambon Ekspres
Internasional

Ancam Bunuh Muslim, 5 Warga Myanmar Ditangkap

Aung Thein Htwe, 27, dijatuhi hukuman delapan hari di penjara karena mengancam untuk membunuh "semua" Muslim di Kotapraja Sanchaung, Yangon. (Foto: Myanmar Now)

AMEKS ONLINE, YANGON – Sekitar 5 warga Myanmar telah ditangkap akibat terlibat dalam kekerasan dan kelompok muslim, Senin (11/9/2017).

Mereka ditangkap oleh pihak berwenang lantaran sentimen terhadap anti-Muslim semakin meningkat dipenjuru negeri, demikian laporan Coconuts.

Menurut media tersebut, kelima tersangka merupakan bagian dari kelompok yang terdiri dari 120 orang yang berkumpul di Kota Magway Region.

Tak lama setelah itu terjadi kerusuhan dan mengancam muslim dengan tongkat, pedang dan slingshot di jalan-jalan di kawasan Taungdwingyi.

Kelompok tersebut melemparkan batu ke rumah dan toko non-Buddhis, sementara yang lainnya berkumpul di depan sebuah masjid.

Hal ini disebababkan pasukan militer Myanmar yang terus melakukan tekanan terhadap pemberontak ARSA dan warga sipil Rohingya di Rakhine.

Seorang anggota DPR daerah mengatakan kepada Mizzima bahwa kerusuhan tersebut merupakan tanggapan atas sebuah pertemuan antaragama yang diadakan di Taungdwingyi pada 8 September.

Komite Informasi pemerintah Myanmar melaporkan bahwa perusuh sangat marah oleh serangan “teroris ekstremis ARSA” di negara bagian Rakhine utara.

Sedikitnya 10 toko dan rumah rusak. Komite Informasi mengatakan polisi mencari orang lain yang terlibat dalam kerusuhan tersebut.

Dalam insiden terpisah, seorang pria ditangkap di Kotapraja Sanchaung, Yangon, pada hari Selasa.

Seorang pria dalam kondisi mabuk berteriak di jalan: “Apakah ada orang Muslim di jalan ini? Keluar! Aku akan membunuh kalian semua! ”

Myanmar Now melaporkan bahwa pria tersebut, yang kemudian diidentifikasi sebagai Aung Thein Htwe (27), seorang pekerja di Stasiun Kereta Api Kyeemyindaung, ditahan oleh penduduk setempat dan diserahkan ke polisi.

Kemarin siang, seorang hakim lokal menghukum Aung Thein Htwe delapan hari penjara karena melakukan tindakan yang tidak wajar dengan tuduhan menghasut.

Petugas kepolisian Sanchung Aung La Pyae mengatakan kepada Myanmar Now: “Emosinya meledak saja. Kami tidak menemukan bahwa dia menghasut kerusuhan. ”

Myanmar tidak memiliki undang-undang menentang perkataan yang membenci, meski sebuah rancangan sedang dipertimbangkan di parlemen.

(mia/pojoksatu)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!