Jemaah Haji Diimbau Patuhi Ketentuan Barang Bawaan – Ambon Ekspres
Berita Utama

Jemaah Haji Diimbau Patuhi Ketentuan Barang Bawaan

-IST- TIMBANG : Jamaah haji asal Kota Ambon dan SBB saat melakukan penimbangan koper bagasi di Bandara International King Abdul Azis Jedah Arab Saudi, kemarin.

AMEKS ONLINE, AMBON.–Memasuki hari kedua kepulangan Jamaah Haji Indonesia dari Arab Saudi, proses penimbangan koper jemaah haji kloter 13 Makassar asal jemaah Kota Ambon dan Seram Bagian Barat (SBB) telah dilakukan penyelenggara haji. Jamaah haji ini akan akan diberangkatkan melalui bandara King Abdul Azis Kota Jeddah pada 15 September 2017 pukul 15.20 waktu setempat. Para jamaah selanjutnya akan kembali ke tanah air mengunakan pesawat Garuda Indonesia Airline (GIA) 1404 pada pukul 01.20 WIT.

Saat ini seluruh jamaah dari dua wilayah ini melakukan penimbangan kopor bagasi. Kabid PHU Kemenag Provinsi Maluku, H Yamin yang juga ditugaskan sebagai Kepala Sektor (Kasekto) 5 Makkah menilai jamaah haji Indonesia asal Kota Ambon dan SBB telah memahami ketentuan penimbangan barang yang dilakukan sesuai ketentuan.

Menurutnya, hal ini ditandai dengan rata-rata koper mereka yang tidak melebihi berat maksimal saat dilakukan penimbangan bertempat di lobi hotel yang mereka tempati. “Koper yang ditimbang umumnya sesuai ketentuan, maksimal 32 kg. Ada beberapa koper yang beratnya masih lebih 32 kg dan disampaikan ke jemaah untuk dikurangi agar sesuai dengan jumlah maksimal,” ujar H Yamin dalam rilisnya kepada Koran in seperti dikutip dari WhatsApp group PHU Kemenag Maluku, Rabu (13/9).

Dijelaskan, proses penimbangan juga berjalan dengan baik. “Jadi kita pantau masih terkendali. Meski ada satu dua koper yang kelebihan berat, kita langsung sampaikan ke jemaah agar disesuaikan,” ujar Yamin.

Menurut Yamin, kepatuhan jemaah ini tidak terlepas dari sosialisasi yang sudah dilakukan sejak lama oleh petugas haji. Baik di daerah menjelang keberangkatan bahkan oleh ketua kloter ketua ketua regu kloter 13 Makassar. Bahkan sosialisasi barang bawaan sudah dilakukan sebelum wukuf melalui seluruh kasektor yang bertugas di Makkah bahwa untuk bagasi maksimal 32 kg dan tidak boleh ada air zamzam. “Untuk tas yang akan dibawa ke kabin maksimal 7 kg. Kita juga sudah sampaikan barang-barang apa saja yang dilarang untuk dibawa seperti gunting, gunting kuku dan sebagainya. Kalaupun mau di bawa, itu harus dimasukkan ke dalam bagasi,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Maluku, Fesal Musaad mengatakan, berdasarkan jadwal, para jamaah akan dipulangkan ke tanah air melalui Jeddah. Kloter 13 akan dipulangkan pada 16 September 2017. Sedangkan untuk kloter 14 dan 15 pada 17 September.

Sedangkan jadwal untuk kepulangan jamaah ke Maluku, dipastikan pada 18 – 19 September 2017 semuanya sudah berada di Kota Ambon. Sementara untuk Maluku Tenggara, diterbangkan langsung dari Embarkasi Makassar dan tidak melewati Ambon. “Jemaah kita akan kembali ke kota Ambon tanggal 18 – 19 September. Karena ditanggal 16 – 17 mereka baru tiba di Embarkasi Makassar. Nantinya setelah kesini, mereka akan ditampung ke asrama haji transit Waiheru dan Balai Diklat Kemenag. Setelah itu, baru dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing,” pungkasanya.(WHB)

Click to comment

Most Popular

To Top