Korban Tewas Akibat Obat PCC Capai Tiga Orang – Ambon Ekspres
Ragam

Korban Tewas Akibat Obat PCC Capai Tiga Orang

AMEKS ONLINE, KENDARI – Korban pengggunaan obat PCC secara berlebihan yang dikonsumsi puluhan anak, remaja hingga dewasa di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra) bertambah.

Setelah sebelumnya murid SD Moldi Kuniawan (11) meninggal dunia di RS Bhayangkara, korban lainnya Reksi Indra Hartawan (22) warga Kelurahan Watu-Watu yang ditemukan tewas setelah lompat dari teluk Kendari, dan Muliadi (19) warga purirano kecamatan mata kabupaten Konawe yang ditemukan tak bernyawa di pinggir Kali Wanggu, diduga kuat meninggal dunia setelah mengonsumsi obat PCC.

Informasi yang dihimpun Kendari Pos (Fajar.co.id Group), korban Reksi sebelum meninggal baru saja mengonsumsi obat terlarang. Hal itu diungkapkan salah seorang sumber Kendari Pos yang enggan namanya ditulis. ” Sebelum dia (Reski) lompat sempat berada dipinggir teluk seperti orang yang habis minum obat berlebihan PCC (mumbul sebutan akrab di Kendari). Prilakunya aneh, mirip orang kerasukan,” ungkap sumber tersebut.

Begitupun satu korban lainnya, Muliadi. Berdasarkan keterangan rekannya, PN sebelum ditemukan tewas korban sempat mengonsumsi obat PCC, dimana obat tersebut kategori psikotropika golongan G yang harus diberikan dengan resep dokter. Lalu mobilnya diparkir diseputaran jembatan triping dan ketika ditemukan telah menjadi mayat.

“Keterangan dari rekannya PN memang korban habis mengonsumsi obat PCC sehingga overdosis,” ucap salah seorang sumber yang enggan namanya ditulis ditemui di RSJ Kota Kendari, Kamis (14/9/2017).

Hingga berita ini diturunkan, puluhan pasien masih dirawat di RSJ Kota Kendari. Kondisi mereka ada yang tangan dan kakinya terikat juga ada yang dikurung dibalik jeruji besi.

Direktur RSJ Kendari, Abdul Razak mengatakan, belum mengetahui, pemicu yang menyebabkan para remaja mendadak seperti orang kurang waras. Fenomena ini kata dia baru terjadi. Menurut dia, langkah dokter saat ini memberikan mereka suntik penenang, agar tak mengamuk. “Jadi, ada yang masuk sejak pagi. Ada yang mendadak mengamuk. Namun adapula yang hanya kaya orang tak waras,” jelasnya. (Fajar/KP)

Click to comment

Most Popular

To Top