Oknum PLN Terancam PHK – Ambon Ekspres
Kriminal

Oknum PLN Terancam PHK

AMEKS ONLINE, AMBON.—PT PLN Wilayah Maluku dan Mlaluku Utara mendukung penuh proses hukum terhadap Kepala PLN Ranting Waeapo, Iqbal Suyono. Iqbal diduga terlibat penipuan terhadap ribuan calon pelanggan PLN di Pulau Buru.

Sesuai dengan Standar Operasional Pelayanan (SOP) PT PLN, pelanggaran yang dilakukan yakni disiplin pegawai, sanksi yang diberikan adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). “Namun terkait dengan tindak pidana serta dugaan penipuan diserahkan semua ke kepolisian. Kami hanya memproses secara internal di pihak PLN. Kalau memang terbukti, yang jelas yang bersangkutan pasti di PHK. Apalagi ini kaitannya pidana tentu berat dan sampai saat ini oknum tersebut sudah diamankan,” kata Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara (M2U), Ramly Malawat kepada Ambon Ekspres, diruang kerjanya, Kamis(14/9).

Dia juga menjelaskan, terkait proses hukum terhadap yang bersangkutan, PLN pada intinya mendukung karena bagaimanapun juga itu merupakan tindakan melanggar displin sebagai pegawai PLN dan ini masih dugaan masih ditangani pihak kepolisian. “Kemudian terkait dengan sikap dari PLN, kami juga ada aturan internal namun dalam hal kasus tersebut ini merupakan sifat individu yang merupakan perbuatan individu. Jadi adapun dugaan penipuan yang dilakukan oknum tersebut adalah perbuatan yang sifatnya individu tidak ada kaitan dengan instansi karena disitu bahwa pelanggan tidak diproses secara resmi (ilegal). Jadi kalau misalnya dari internal PLN, kita punya peraturan disiplin yang tentu akan kita berlakukan terhadap pelanggaran tersebut dan akan diproses sesuai aturan internal,” jelasnya.

Sampai saat ini, langkah pertama yang diambil pihak PLN, sambungnya, adalah pelaksanaan P2TL di Mako, bahwa tim P2TL dari PLN Area Ambon telah melakukan tindakan P2TL di lokasi tersebut. “Saat ini tim internal kami akan menindaklanjuti hal tersebut secara aturan internal, tapi untuk pergeseran jabatan informasi yang kami terima oknum tersebut sudah ditahan di Polres Buru. Manager Area juga telah mengambil kebijakan untuk penanggungjawab di pelayanan di Rayon Mako diambil alih oleh Manager Area Namlea dan pegawai tersebut ditarik di Namlea bukan lagi di Rayon Mako,” tuturnya.

Melalui tim investigasi yang sifatnya untuk aturan internal, kata dia, nantinya tetap berjalan sesuai aturan bagi yang bersangkutan. “Dugaan terhadap disiplin pegawai, kita akan proses melalui tim internal dari PLN. Nanti lewat tim investigasi serta koordinasi dengan PLN Area Ambon serta Rayon Namlea. Pada prinsipnya kita mendukung proses hukum yang berjalan, mengingat ini berhubungan dengan masyarakat. Makanya, kami tetap menjalankan proses sesuai aturan yang ada,” paparnya.

DITAHAN
Sebelumnya diberitakan, Kepala PLN Ranting Waeapo, Ikbal Suyono yang diduga melakukan penipuan kepada ribuan calon pelanggan di Pulau Buru, akhirnya ditahan. Penahanan dilakukan aparat kepolisian Polres Pulau Buru, Rabu (14/9) sore. Sebelumnya dia dilaporkan sejumlah warga yang merasa dirugikan karena dilakukan pemutusan aliran listrik di rumah mereka. PLN menegaskan, para warga itu tidak terdaftar sebagai pelanggan. Mereka yang menjadi korban berada di Kecamatan Waeapo, Kecamatan Waelata, Kecamatan Lolongguba dan Kecamatan Teluk Kaeali.

Kasat Reskrim Polres Pulau Buru, AKP Ryan Yudha Citra yang dikonfirmasi via telepon seluler membenarkan informasi tersebut. Dirinya menyatakan, Ikbal ditahan di Rutan Mapolres Buru. Kini status yang bersangkutan juga sudah dinaikkan sebagai tersangka.
Menurut dia, penahanan dilakukan untuk mempermudah proses hukum. ‘’Yang bersangkutan (Ikbal) telah kami tahan di Rutan Mapolres Buru dengan status tersangka. Baru itu saja yang bisa saya sampaikan karena sementara masih berada di Kota Ambon,’’ ungkap Ryan.

Sementara itu, wakil rakyat DPRD Maluku dapil Kabupaten Buru Sudarmo Bin Yasin mengutuk keras adanya dugaan penipuan yang dilakukan oleh petugas PLN ranting Kecamatan Waeapo kepada calon pelanggannya, yang mencapai ribuan orang. Dia berharap, oknum tersebut harus diproses hukum.

Menurutnya, kepala PLN ranting Kecamatan Waeapo M Iqbal Suyono, harus bertangugjawab dan memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait perbuatannya dilapangan. Ini penting, agar persoalanya bisa diselesaikan dengan pelanggan yang merasa telah dirugikan. “Mereka harus bisa mempertanggungjawabkan masalah ini ke pelanggannya sehingga tidak terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan antara pelanggan dengan PLN. Karena apa yang dilakukan memang sudah bertentangan dengan aturan,” jelas Sudarmo. (IWU/DHE)

Click to comment

Most Popular

To Top