Pembunuh Mahasiswa Diganjar 14 Tahun Penjara – Ambon Ekspres
Hukum

Pembunuh Mahasiswa Diganjar 14 Tahun Penjara

AMEKS ONLINE, AMBON.—Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon menjatuhan hukuman penjara kepada Munanjar Tajudin Nuhuyanan alias Aco. Aco divonis dengan pidana penjara selama 14 tahun. Dia terbukti melakukan pembunuhan terhadap Junaidi Henan yang juga mahasiswa IAIN Ambon. “Mengadili Munanjar Tajudin Nuhuyanan alias Aco terbukti bersalah melanggar pasal 365 ayat (2) ke-1 KUHP dan ayat (3) KUHP.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 14 tahun, dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan, dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” kata ketua majelis hakim, Leo Sukarno saat membacakan amar putusanya di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (14/9).

Didampingi, S Pujiono dan Felix selaku hakim anggota, Leo menjelaskan, pertimbangan putusannya bahwa peristiwa naas tersebut terjadi di rumah korban Junaidi Henan (20), Blok III No 60, BTN Wayame, Rabu, 14 Desember 2016 sekitar pukul 11.40 WIT. Awalnya terdakwa Aco berniat mencuri smartphone milik korban. Korban yang juga mahasiswa jurnalistik IAIN Ambon ini masih keponakannya sendiri.

Sebelum mencuri, terdakwa sempat berpura-pura tidur bersama korban di dalam kamar korban. Melihat korban sudah terlelap, terdakwa mengambil pisau yang telah disiapkan dan disimpan tepat dibawah bantalnya. Dia langsung menikam korban pada bagian perut sebelah kiri, tenggorokan dan leher kiri.

Terdakwa juga memasukan kain baju di mulut korban agar korban tidak berteriak. Setelah korban sudah tidak bernyawa, terdakwa menutup korban dengan kasur, dan meletakkan TV diatas kasus tersebut.

Setelah mencuri dan membunuh keponakannya itu, terdakwa langsung kabur. Jenazah korban baru ditemukan beberapa hari kemudian setelah tetangga mencium bau busuk. Setelah beberapa waktu melarikan diri, terdakwa berhasil ditangkap oleh keluarga korban di Pasar Binaiya, Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah. Dia ditangkap pada Selasa, 17 Januari 2017 sekira pukul 15.30 WIT.

Terdakwa kemudian diserahkan ke Polres Maluku Tengah. Polres Maluku Tengah menyerahkan terdakwa ke Polres Pulau Ambon. Penemuan mayat korban bermula dari tetangganya Yani (44) mencium bau busuk sekitar pukul 09.00 WIT. Setelah dicek, bau busuk itu berasal dari dalam rumah korban.

Sementara rumah korban saat itu dalam keadaan terkunci. Yani juga melihat banyak lalat keluar masuk di rumah korban. Karena curiga ada sesuatu terjadi di rumah, dia langsung menelepon ibu korban yang saat itu berada di Kota Tual. Yani memberitahukan kepada ibu korban agar menyuruh keluarganya mengecek isi rumah karena sudah beberapa hari warga tidak melihat Junaidi. Sementara ada bau busuk dari dalam rumah.

Ibu korban menghubungi adiknya atau paman korban, Ismail Abas agar melihat rumah yang di tinggali korban. Setelah dicek, mereka menemukan korban sudah meninggal dua dan mengeluarkan bau busuk. Ismail langsung melaporkan hal tersebut ke polsek setempat.

Usai mendengar pembacaann putusan, terdakwa langsung menyatakan vonis tersebut, begitupun dengan JPU Kejari Ambon, Lilie Helut yang juga menyatakan hal yang sama. “Itu su paling bagus sudah, jadi tarima saja,” kata Abdul Bair Rumagia sang pengacara tersangka hendak keluar meninggalkan ruang sidang. (NEL)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!