PDIP Tidak Asal Usung Calon – Ambon Ekspres
Politik

PDIP Tidak Asal Usung Calon

AMEKS ONLINE, AMBON.—PDI Perjuangan masih mempertimbangkan sejumlah hal untuk menentukan rekomendasi. Salah satunya, kepastian rekomendasi partai lain dari kandidat untuk memenuhi persyaratan pencalonan.

PDI Perjuangan memiliki 7 kursi di DPRD Provinsi Maluku. Terbanyak dari partai politik lainnya. Namun, PDIP butuh 2 kursi lagi untuk bisa mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Maluku 2018 mendatang.
Hal ini berbeda dengan Pilgub Maluku 2013, dimana PDIP mengusung sendiri pasangan calon gubernur dan wakil gubernur karena PDIP memiliki 9 kursi DPRD.

Pilgub kali ini, jaminan rekomendasi parpol dengan minimal 2 kursi menjadi salah satu faktor penentu rekomendasi PDIP. “PDI Perjuangan masih kurang 2 kursi untuk mengusung pasangan calon. Jumlah kursi terbanyak di DPRD Maluku ada di PDI Perjuangan, mana mungkin kita keluarkan rekomendasi kepada calon tanpa ada kepastian yang bersangkutan bisa memenuhi syarat minimal 9 kursi,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PDI Perjuangan Maluku, Tobhyhend Sahureka kepada Ambon Ekspres, Jumat (15/9).

Hingga saat ini, dia mengaku belum mengetahui secara jelas soal kepastian dan jaminan dari kandidat untuk mendapatkan rekomendasi parpol lainnya. Tetapi paling tidak, ada komunikasi yang meyakinkan agar rekomendasi yang diberikan tidak mubazir. “Saya belum tahu soal itu dan yang tahu biasanya DPP. Paling tidak kan ada komunikasi antar elit parpol untuk meyakinkan masing-masing parpol agar rekomendasinya tidak mubazir,” pungkas ketua tim penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku di DPD PDIP itu.

PRIORITAS 4 PARPOL
Sementara itu, hingga kemarin, belum ada kandidat yang menjamin rekomendasi. Semuanya masih mematangkan komunikasi dan lobi untuk mendapatkan rekomendasi.

Tim pasangan Herman Adrian Koedoeboen dan Abdullah Vanath, Nahwan Matdoan mengatakan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), PDI Perjuangan, Nasional Demokrat (Nasdem) dan Hati Nurani Rakyat (Hanura) merupakan parpol-parpol yang diprioritaskan. Olehnya itu, komunikasi masih tetap berjalan.

“Terkait parpol yang disebutkan (PDIP, PKB, Nasdem dan Hanura) itu memang partai yang menjadi prioritas HEBAT membangun komunikasi politik. Pasangan HEBAT tetap berporses di partai-partai dimaksud, dan tetap melakukan komunikasi politik dengan semuanya,” ungkap Nahwan.

Menurut Nahwan, bukan pasangan Herman-Vanath (HEBAT) yang masih berkutat mengharap rekomendasi, tapi semua pasangan calon Gubernur Maluku melakukan komunikasi yang sama hampir di semua DPP partai yang mereka daftarkan diri. Olehnya itu, pasangan HEBAT tetap mengikuti tahapan dan mekanisme. “Sepengetahuan kami, sampai hari ini belum ada partai yang mengeluarkan rekomendasi pada pasangan calon tertentu pada Pilgub Maluku 2018,” kata dia.

Pasangan HEBAT, lanjut dia, tidak mengklaim rekomendasi. “Upaya klaim mengklaim itu bukan hanya mendahului proses tapi juga melangkahi takdir. Olehnya itu, pasangan HEBAT tetap tunduk pada semua mekanisme partaì,” papar dia.

Kader partai Golkar, Haerudin Tuarita mengatakan, petahana Said Assagaff sudah aman di Golkar. Artinya, Assagaff dan Golkar sudah memenuhi salah satu pertimbangan PDIP tersebut.

Olehnya itu, lanjut dia, Assagaff dan Golkar masih optimis dan berharap pada PDIP. “Optimisme harus dikedepakan dan harapan akan PDIP adalah prioritas koalisi SA (Said Assagaff) bersama Golkar,” ujar Tuarita.
Namun, apabila PDIP masih menimbang lagi, maka tidak lagi diharapkan. ”Tapi, jika terlalu lama juga (sikap PDIP), tentu akan dipertimbangkan lagi harapan itu,” jelas dia.

Sedangkan Abdullah Vanath kepada Ambon Ekspres pekan lalu, mengaku optimis beberapa parpol akan mengusung mereka. Ini karena elektabilitas mereka cukup tinggi, meski masih di bawah petahana. Ia juga optimis, pasangan HEBAT diusung PDIP. Selain jaminan parpol lainnya, juga karena Herman punya kedekatan khusus dengan parpol pimpinan Megawati Soekarnoputri itu. “Kalau tidak ada peluang mendapat, tidak mungkin saya dan pak Herman bertahan. Dan saya bisa merasakan interaksi dia dengan PDIP, baik di tingkat daerah dan pusat, itu cukup dekat. Oleh karena itu, saya yakin sungguh bahwa PDIP akan memberikan rekomendasi kepada beliau,” kata Vanath. (TAB)

Click to comment

Most Popular

To Top