Buntut OTT KPK, Tjahjo Kumolo Siap Dicopot sebagai Mendagri – Ambon Ekspres
Nasional

Buntut OTT KPK, Tjahjo Kumolo Siap Dicopot sebagai Mendagri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo.

AMEKS ONLINE. — Belakangan, KPK berhasil menjaring sejumlah kepala daerah melalui operasi senyap. Teranyar yang tertangkap adalah Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, yang juga tercatat sebagai kader PDIP Perjuangan.

Sebelum Eddy, KPK telah menjaring Wali Kota Tegal, Siti Mashita, serta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnaen. Mereka terjaring operasi tangkap tangan dalam waktu berdekatan. Ini belum termasuk nama-nama lain yang sudah lebih dahulu diamankan.

Banyaknya kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh petugas KPK jelas menjadi catatan negatif bagi Kementerian Dalam Negeri (kemendagri).

Desakan mundur kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, pun mulai ramai bermunculan.

Tjahjo sendiri mengaku telah mendapat sejumlah pesan singkat (SMS) yang isinya adalah meminta dia mundur dari jabatannya.

“Saya mulai tengah malam dan pagi hari ini sudah menerima ratusan SMS, ada pola yang sama. Mendagri harus mundur, anda gagal untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, yang mencoreng nama bapak presiden,” kata dia ketika ditemui di Lapangan BNPP, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu (17/9/2017).

Menyikapi SMS itu, Tjahjo mengaku siap mundur dari jabatannya bila memang dianggap gagal mengimbau para pejabat daerah di lingkungan kementeriannya untuk tidak korupsi. Dia siap bertanggung jawab bila OTT itu dianggap sebagai kegagalannya menjadi menteri.

“Saya bertanggung jawab kalau ini dianggap kegagalan saya. Saya serahkan pada Bapak Presiden (Joko Widodo) karena yang berhak mencopot saya adalah Bapak Presiden,” sambung dia.

Karena, lanjut dia, SMS yang diterima itu bernada kecewa lantaran banyaknya kepala daerah terjaring operasi tangkap tangan KPK.

“Kalau OTT yang semarak ini pergerakannya diarahkan ke saya, bahwa saya gagal untuk mencegah semakin banyaknya permasalahan hukum yang ada. Kalau diteruskan, sama juga nanti,” tuturnya.

Dia menambahkan, dari ratusan SMS yang diterimanya, Tjahjo hanya membalas ke satu orang saja. “Kalau itu dianggap salah, saya terima salah, tapi urusan tertangkap tangan, itu urusan pribadi enggak ada instruksi ‘eh kamu harus mengambil dana sekian, ‘eh kamu harus memotong proyek sekian persen, kamu harus ini,’” ucap dia.

(fajar/JPC)

Click to comment

Most Popular

To Top