Suap Aparat, Kepolisian AS Selidiki Uber Indonesia – Ambon Ekspres
Internasional

Suap Aparat, Kepolisian AS Selidiki Uber Indonesia

Uber (Foto: Net)

AMEKS ONLINE, WASHINGTON – Kepolisian Amerika Serikat menyelidiki perusahaan transportasi online, Uber Indonesia karena menyuap aparat.

Seperti dilaporkan Bloomberg, yang dikutip pojoksatu.id dari BBC Indonesia, Departemen Kehakiman AS menyoroti pembayaran tak lazim yang dilakukan Uber tahun 2016.

Menurut media tersebut kepolisian Indonesia menjelaskan kepada Uber bahwa kantor di Jakarta berada di wilayah yang seharusnya tidak diperbolehkan untuk membuka usaha.

Sember yang tidak disebutkan namanya berkata kepada Bloomberg jika salah seorang karyawan Uber beberapa kali memberi uang kepada polisi.

Hal tersebut dilakukan agar Uber dapat beroperasi di kantor tersebut.

Transaksi itu muncul dalam laporan pengeluaran dengan menyebut rincian pembayaran kepada aparat.

Belakangan, menurut sumber Bloomberg, Uber telah memecat karyawan yang diduga menyuap aparat.

Alan Jiang, selaku direktur bisnis Uber di Indonesia yang menyetujui laporan pengeluaran itu, cuti dan kemudian mengundurkan diri dari Uber.

Jiang menolak berkomentar mengenai kasus ini. Kepada BBC Indonesia, pihak Uber Indonesia berjanji akan segera merilis keterangan.

Kasus tersebut lantas diketahui sedikitnya seorang anggota senior divisi hukum Uber, namun awalnya dia memutuskan tidak melaporkan kasus ini kepada aparat Amerika Serikat.

Uber lantas memaparkan apa yang terjadi di Indonesia setelah Derpartemen Kehakiman AS mengonfrontasi Uber atas dugaan tindak korupsi di luar negeri.

Sumber kantor berita Reuters mengatakan bahwa laporan yang dibuat Bloomberg adalah benar.

Uber mengaku tengah bekerja sama dengan para penyelidik, namun menolak berkomentar lebih lanjut.

Juru Bicara Depaterman Kehakiman AS Wyn Hornbuckle menolak berkomentar.

Namun, pada Agustus lalu, perusahaan yang berbasis di San Francisco itu mengaku tengah bekerja sama dalam penyelidikan awal Departemen Kehakiman AS mengenai penyuapan pejabat asing.

Penyelidikan aparat AS terhadap Uber tak hanya dilakukan di Indonesia. Uber juga diselidiki atas dugaan memberi ‘uang pelicin’ kepada pejabat Malaysia.

Pada 2016, dana pensiun Malaysia atau Kumpulan Wang Persaraan menanamkan 30 juta dollar AS (Rp 398 miliar) di Uber.

Kurang dari setahun kemudian, pemerintah Malaysia meloloskan aturan soal transportasi online.

Tak hanya di Indonesia dan Malaysia, kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Tindak Korupsi di Luar Negeri diduga terjadi juga di Cina dan Korea Selatan.

(mia/pojoksatu)

Click to comment

Most Popular

To Top