Demokrat Perpanjang Penjaringan – Ambon Ekspres
Politik

Demokrat Perpanjang Penjaringan

AMEKS ONLINE, AMBON.–DPD Demokrat Maluku memperpanjang waktu pendaftaran bakal calon kepala daerah di Maluku. Perpanjangan waktu pendaftaran ini setelah ada surat dari DPP yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Prof H Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekretaris Jenderal Hinca Panjaitan.

Ketua Komisi Pemenangan Pemilu, DPD Partai Demokrat Maluku, Max Marcel Sahusilawane kepada wartawan mengatakan, perpanjangan itu berlaku secara nasional di semua wilayah yang akan menyelenggarakan pilkada serentak tahun 2018. ‘’Ini atas instruksi DPP lewat surat tertanggal 18 September dengan Nomor 23/INT/DPP/IX/2017 tentang perpanjangan masa penjaringan calon kepala daerah,’’ ujar Sahusilawane.

Dikatakan, perpanjangan pendaftaran ini dikhususkan bagi pasangan bakal calon kepala daerah dan dimulai tanggal 25 September sampai 30 September. ‘’Jadi yang mendaftar harus berpasangan karena Partai Demokrat memberikan rekomendasi kepada pasangan bukan kepada satu bakal calon gubernur atau satu bakal calon wakil gubernur saja, demikian juga di Maluku Tenggara dan Kota Tual,’’ tandasnya.

Dia menjelaskan, sudah enam bakal calon gubernur Maluku dan tiga bakal calon wakil gubernur Maluku yang terdaftar di Partai Demokrat dan mereka dipersilahkan untuk mendaftar ulang. Tentunya dengan pasangannya masing-masing. ‘‘Hal ini tidak menutup kemungkinan bagi bakal calon lain yang belum mendaftar untuk ikut mendaftar, tapi harus mendaftar secara berpasangan,’’ tambahnya.

Max Sahusilawane juga mengatakan bahwa waktu perpanjangan pendaftaran selama lima hari itu selain untuk pengembilan formulir sekaligus untuk pengembalian berkas. ‘’Sesuai surat DPP, batas akhir penjaringan itu tanggal 30 September dan pada 8 Oktober 2017 laporan hasil penjaringan sudah harus diserahkan ke DPP, disertai peta politik, rencana koalisi serta rencana pasangan kepala daerah dan hasil survey sesuai dengan lembaga survei,’’ jelasnya.

SIAP BERI KEJUTAN
Sebelumnya seperti diberitakan koran ini, Partai Demokrat memberikan sinyal kuat tidak bergabung dengan dua poros koalisi besar untuk Pilgub Maluku 2018, PDIP dan Golkar. Partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono itu bakal membuat kejutan dalam penentuan rekomendasi.

Sinyal tidak bergabung dengan rencana koalisi poros Golkar dan PDIP, karena Partai Demokrat memiliki 6 kursi DPRD Maluku. Demokrat tinggal mencari parpol dengan tiga kursi, sebagai syarat untuk untuk mengusung calon gubernur dan wakil gubernur Maluku periode 2018-2023. “Terkait Pilgub, dengan melihat PDIP dan Golkar tanpa memperhitungkan Demokrat, maka kita bisa memberikan kejutan. Karena kita sama-sama memiliki enam kursi dengan Golkar dan beda satu kursi dengan PDIP,” tandas Ketua DPD Demokrat Maluku Elwen Roy Pattiasina kepada awak media di sela-sela perayaan HUT Partai Demokrat ke-16 di salah satu rumah kopi di Ambon, Rabu (13/9).

Soal hasil survei dan arah Demokrat, Roy enggan berkomentar. Partai Demokrat masih merahasiakan hasil surveinya. Akan tetapi, lanjut dia, Demokrat siap memberikan kejutan untuk Pilgub Maluku.

Demokrat akan mempublikasikan hasil survei setelah melakukan rapat koordinasi dengan Komisi Pemenangan Pemilu DPD Demokrat Maluku. Demokrat memakai jasa Lembaga Survei Indonesia (LSI) untuk melakukan survei popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas bakal calon. “Hasil survei belum dapat dipublikasikan. Tetapi nanti setelah kita rapat dengan komisi pemenangan pemilu Maluku, baru akan kita umumkan. Dan bagi kader kita yang juga berproses juga berpeluang. Jika memang bisa, maka akan kita dorong. Intinya yang nanti kita akan usung adalah benar-benar berdiri untuk kepentingan rakyat Maluku dan bukan kepentingan partai,” tegasnya.

Untuk diketahui, sebanyak 9 bakal calon gubernur telah mendaftar di Partai Demokrat. Mereka adalah petahana Gubernur Maluku, Said Assagaff, Komandan Korps Brimob, Irjen Pol. Murad Ismail, Inspektur IV Jaksa Agung Muda Pengawasan (JAMWAS) Kejagung RI, Herman A. Koedoeboen, Dirjen Pembangunan Kawasan Pendesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal danTransmigrasi, Johozua Max Yoltuwu serta Kepala Badan Ketahanan Pangan Maluku, Zidik Sangadji.

Kemudian, Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Barnabas Orno, Bupati Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulissa, mantan Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Jakobus Puttileihalat yang juga mantan Ketua DPD Partai Demokrat Maluku, mantan Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB), Bitzael Sylvester Temar serta pengusaha, Jacky Noya.

Sedangkan, Balon Wagub adalah anggota Fraksi Demokrat DPRD Maluku, Melkias Frans, Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat, Mozes Rudy Timisela, Bupati Maluku Tenggara, Andreas rentanubun, mantan anggota Fraksi Demokrat Maluku, Liliane Aitonam serta mantan Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Abdullah vanath yang juga mantan Ketua DPD PartaiDemokrat Maluku

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Ambon, Rio Tomwin Tamaela mengatakan, jika arah pernyataan Roy Pattiasana adalah kemungkinan poros baru, pasti didukung. “Kalau kejutan yang dimaksud, adalah kemungkinan adanya poros baru, maka di DPC setuju dan siap mengamankan keputusan DPP. Dengan demikian, Demokrat bisa mengusung calon sendiri, baik kader, maupun non kader, dan non partisan,” kata Tamaela saat dihubungi via seluler.

Menurut anggota DPRD Kota Ambon Fraksi Demokrat ini, Demokrat butuh panggung di pilgub menuju pemilihan umum legislatif dan Pilpres 2019. Jika berani membentuk koalisi baru, maka elektoral Demokrat untuk pemilu nanti, khusus untuk Maluku, sudah bisa ditaksir pada pilgub. “Untuk pilgub, kewengannya di DPP dan DPD. Tetapi, tentu DPC akan dimintai pertimbangan. Maka pertimbangan kami di DPC (Kota Ambon), saya pikir poros baru menarik. Sebab, Demokrat juga butuh panggung untuk bertarung,” pungkasnya. (KIE/ISL)

Click to comment

Most Popular

To Top