Jajaki Penerbangan Saumlaki-Darwin – Ambon Ekspres
Berita Utama

Jajaki Penerbangan Saumlaki-Darwin

AMEKS ONLINE, AMBON.—Rencana penerbangan dari Saumlaki, Maluku Tenggara Barat (MTB) ke Darwin, Australia yang diupayakan oleh pemerintah bakal segera terwaujud. Hanya menunggu persetujuan dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. “Penerbangan Saumlaki-Darwin sudah siap, tetapi yang jadi kendala ini kita tunggu dari bea cukai. Kalau sudah siap, maka penerbangan Saumlaki-Darwin sudah bisa dilaksanakan,” kata Gubernur Maluku Said Assagaff kepada wartawan di kantor gubernur, Jumat (22/9).

Kesiapan untuk membuka penerbangan Saumlaki menuju Kota Darwin maupun sebaliknya, kata dia, sudah dilakukan oleh sejumlah pihak. Baik pemerintah provinsi maupun pihak Garuda Indonesia. “Pesawat sudah siap, karantina juga. Imigrasi juga sudah siap, tinggal di bea cukai,” jelas dia.

Dikatakan, butuh kesiapan yang matang untuk penerbangan Saumlaki – Darwin. “Mungkin harus butuh kesiapan yang tinggi, karena orang dari luar masuk di wilayah kita. Ini pintu baru, disamping Bali, Jakarta dan Kupang. Nah, kita butuh kesiapan disitu,” tuturnya.

Dia berharap secepatnya sudah bisa dituntaskan sehingga penerbangan ini bisa segera dilakukan. “Semuanya sudah siap, tinggal kita tunggu dari bea cukai. Tetapi harapan kami, secepatnya juga mereka sudah bisa siap sehingga penerbangan Saumlaki – Darwin bisa segera terlaksana. Ini penting demi kemajuan daerah kita, terutama MTB, MBD dan Kepulauan Aru,” kuncinya.

Sementara itu, pemerintah berencana akan membuka penerbangan langsung dari Saumlaki di Maluku Tenggara Barat (MTB) menuju Darwin, Australia mulai tahun ini. Penerbangan langsung Saumlaki-Darwin akan dilayani pesawat jenis ATR produksi perusahaan pesawat terbang Perancis-Italia.

Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sjarief Widjaja mengungkapkan, pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait rencana ini. Menurut Sjarief bila rencana ini terealisasi maka akan menjadi kabar baik bagi perikanan Saumlaki. Hasil perikanan nelayan di Saumlaki bisa langsung diekspor ke Darwin.
“Sudah ada visibility study. Pada prinsipnya sudah ada rencana dari Kemenhub RI. Dalam waktu dekat akan ada penerbangan dari Saumlaki ke Darwin,” ungkap Sjarief, belum lama ini.

Menurut dia, pihaknya tengah menyiapkan seluruh persyaratan untuk mempermudah ekspor perikanan dari Saumlaki ke Darmin. Misalnya ikan yang diekspor wajib memenuhi persyaratan Custom, Imigration, Quarantine (CIQ). Untuk itu, pihaknya juga tengah berkomunikasi dengan bea cukai dan imigrasi.

Selain itu, Sjarief berharap bila sektor perikanan tangkap di Saumlaki mulai diperkuat. Misalnya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten MTB harus membangun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) khusus bergerak di sektor perikanan.

Di sisi yang lain, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perikanan seperti PT Perikanan Nusantara (Persero) dan Perum Perindo juga harus berkontribusi menyerap ikan yang dihasilkan nelayan dan membangun industri perikanan di Saumlaki. “Saumlaki – Darwin naik ATR hanya 40 menit. Ini ikan kakap merah, kerapu, kakap putih, cumi, udang, tuna yang punya kualitas diekspor. Ini produk perikanan yang high quality sayang sekali kalau tidak diekspor. Kami menunggu signal positif dari Kemenhub untuk uji coba penerbangan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten MTB, Batlolona mengungkapkan uji coba penerbangan Saumlaki-Darwin akan direncanakan pada tanggal 11 Oktober 2017 mendatang. “Tanggal 11 Oktober 2017 kemungkinan penerbangan perdana Darwin – Saumlaki dengan pesawat ATR. Panjang lintasan Bandara Mathilda Batlayeri baru 1.600 meter dan hanya bisa didarati ATR,” sebutnya. (AHA/NET)

Click to comment

Most Popular

To Top